Bangun Smelter, Cakra Mineral Investasi US$ 150 Juta

Keputusan mengubah bisnis dari sektor perkebunan ke tambang, langsung dilakoni PT Cakra Mineral Tbk (CKRA) dengan membangun smelter pig iron di Sumatera Barat, dengan nilai investasi sebesar US$150 juta pada Januari 2014.

Direktur PT Cakra Mineral Tbk, Argo Trinandityo mengatakan, pembangunan smelter ini menggunakan teknologi dari Jerman dan diharapkan smelter ini dapat mengelola seluruh bahan materi menjadi 90% pig iron, “Ini masih kita jajaki dan kita masih ada kendala di lokasi bijih besi, kan bijih besih tidak sama seperti komoditas lain,\" katanya di Jakarta, Senin (8/4).

Menurutnya, bila rencana pembangunan smelter tersebut tidak tercapai, maka perusahaan akan melakukan alternatif lainnya dengan menjual ke pasar domestik. \"Kalau waktu tidak mencukupi, kita lakukan langkah yang lebih strategis,\"ujarnya.

Selain itu, perseroan berencana menjual produksi bijih besi. Pasalnya, saat ini penjualan hanya dilakukan anak usaha yaitu PT Persada Indo Tambang (PIT). Untuk penjualan bijih besi 100% keluar negeri dan sempat dihentikan pada Mei 2012. \"Rencana ini diharapkan bisa disetujui pemegang saham, agar kita bisa melakukan penjual dari PT Persada Indo Tambang dan tetap rencakanan melakukan ekspor ke China, seperti sebelumnya,\" ujarnya.

Menurut dia, pada Mei 2011 PIT mampu melakukan penjualan hingga 83 ribu ton bijih besi dan menyisakan 30 ribu bijih besi. Pada tiga bulan pertama produksi di tahun ini, mencapai 90 ribu ron bijih besi. (lia)

Related posts