PTPP Raih Kontrak Baru Rp 4,5 Triliun - Kinerja Kuartal Pertama

NERACA

Jakarta – Sepanjang kuartal pertama tahun ini, PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP) mencatatkan kontrak baru senilai Rp 4,5 triliun. Dimana kontrak baru tersebut, diklaimnya telah menembus 23% dari target perolehan proyek di 2013 yang sebesar Rp 19,7 triliun.

Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, akhir pekan kemarin. Kata Sekretaris Perusahaan, Betty Ariana, perolehan ini meningkat 2,5 kali dibandingkan perolehan kontrak baru periode yang sama tahun lalu.

Sebagai informasi, tahun ini perseroan menargetkan laba bersih sebesar Rp 370 milliar atau naik 20% dibandingkan target tahun sebelumnya. Kenaikan laba bersih tersebut diperoleh dari pendapatan 4 bidang bisnis yakni konstruksi, properti, EPC, dan investasi.

Proyek-proyek besar yang berhasil dimenangkan PTPP, antara lain proyek JW Marriot Hotel, St Moritz, The Kencana, mal Matahari Karawang, M Gold Tower, Uluwatu Hotel, Tunjungan Plaza V Surabaya, Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng, rel kereta api di daerah Sumatera Selatan oleh PT KAI, serta proyek EPC PLTGU Tanjung Uncang 120 megawatt (MW).

Bisnis Propeti

Tahun ini, perseroan akan mengembangkan bisnis properti dan hotel lebih besar lagi. Direktur Utama PTPP Bambang Triwibowo pernah bilang, bisnis hotel menjadi sektor yang menjanjikan karena pendapatan yang dihasilkan cukup cepat, “Sukses bisnis hotel di Jakarta dan Bandung, kedepan kita akan investasi lagi untuk di beberapa kota besar,”ujarnya.

Menurut Direktur & Pengembangan Bisnis PTPP Harry Nugroho, tahun 2013 perseroan akan segera membangun hotel di beberapa kota besar seperti Maksar, Bandung, Bali dan Balikpapan, “Kesemuanya masih feasibility study dan potensi pasarnya,”ujarnya.

Namun yang pasti kota Bali dan Makasar yang akan di incar dengan nilai investasi tiap hotelnya sekitar Rp 100 miliar. Asal tahu saja, jika di tahun 2012, komposisi pendapatan dari properti hanya sebesar 3%. Sementara 17% dari proyek EPC dan 80% adalah andil dari konstruksi regular, maka kedepan pendapatan sektor properti akan terus ditingkatkan. Dimana dalam kurun waktu 3 tahun ke depan properti ditargetkan mencapai 15-20%. (bani)

BERITA TERKAIT

Nusa Raya Incar Kontrak Baru Rp 3,5 Triliun

NERACA Jakarta – Tahun ini, PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA) perusahaan jasa konstruksi swasta di Indonesia menargetkan kontrak baru…

Waskita Targetkan Kontrak Baru Rp 55 Triliun

NERACA Jakarta – Tahun ini, PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) menargetkan total kontrak baru sekitar Rp55 triliun,”Total kontrak baru…

PoliticaWave : Jokowi Kuasai Medsos Pada Debat Pertama

PoliticaWave : Jokowi Kuasai Medsos Pada Debat Pertama NERACA Jakarta - Survei media sosial PoliticaWave menyebut bahwa pasangan capres dan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Tiga Anak Usaha BUMN Bakal IPO di 2019

Menyadari masih sedikitnya perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang go public atau tercatat di pasar modal, mendorong Kementerian Badan…

Impack Pratama Beri Pinjaman Anak Usaha

Dukung pengembangan bisnis anak usaha, PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) melakukan perjanjian hutang piutang dengan anak usahanya PT Impack…

Layani Pasien BPJS Kesehatan - Siloam Tambah Tujuh Rumah Sakit Baru

NERACA Jakarta – Tidak hanya sekedar mencari bisnis semata di industri health care, PT Siloam International Hospital Tbk (SILO) terus…