CT Corp Sesumbar Bakal Akuisisi 100% Saham VIVA - Tinggal Menunggu Waktu

NERACA

Jakarta – Teka teki penjualan saham grup Bakrie melalui PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) kembali menguak. Kali ini, pemilik CT Corp yang dulu bernama Para Grup Chairul Tanjung mengungkapkan dirinya tengah menawar pembelian saham VIVA sebesar US$ 1,8 miliar secara tunai atau setara Rp17,46 triliun dengan kurs Rp9.700 per dolar.

Informasi tersebut dilansir Reuters akhir pekan kemarin. Disebutkan, pihak CT Corp mengklaim salah satu penawar tertinggi, “Proposal kami adalah membeli semua sahamnya, saku uang saya masih dalam,”kata CEO CT Corporation, Chairul Tanjung.

Selain itu, kata Chairul Tanjung, pihaknya menilai mampu membeli 100% saham PT Visi Media Asia Tbk (VIVA). Hanya saja, kesepakatan ini belum selesai. Nantinya, dalam membeli 100% saham VIVA tersebut, CT Corp akan menggunakan dana pinjaman baru. Sayangnya, Chairul Tanjung menolak untuk menyebut berapa angka pinjaman tersebut.

Rupanya peminat pembeli VIVA, tidak hanya dari CT Corp. Namun CEO MNC Grup Hary Tanoesudibjo juga tengah membidik saham VIVA. Terlebih, pembelian saham VIVA ini juga dilakukan setelah gagal mengakuisisi Blitz Megaplex.

Hary Tanoesoedibjo menjadi pihak yang paling serius untuk mendapatkan Visi Media. Rencananya, pembeli saham Visi Media akan diumumkan dalam beberapa hari ke depan.

Selain itu, pembeli berikutnya datang dari PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) induk dari STCV dan Indosiar. Bakrie kabarnya melego 51% sahamnya di Visi Media dengan nilai sekitar US$ 1,2 miliar hingga US$ 2 miliar, meski kapitalisasi pasarnya hanya US$ 845 juta dolar.

Sebelumnya, Chief Counsel dan Corporate Secretary VIVA Neil R Tobing pernah bilang, pihaknya tengah melakukan penjajakan pelepasan saham VIVA ke grup media lain, “Sepanjang pengetahuan perseroan, pemegang saham perseroan pernah melakukan panjajakan untuk kemungkinan kerjasama dan sinergi dengan grup media lain,\"ujarnya.

Kendatipun demikian, dirinya belum dapatkan informasi dari pemegang saham terkait peralihan saham tersebut, “Mengingat bahwa penjualan atas saham-saham perseroan merupakan hak dari pemegang saham yang bersangkutan, kami belum mendapat informasi sehubungan dengan rencana pemegang saham dari Grup Bakrie untuk menjual saham-saham perseroan yang dimilikinya kepada Grup MNC,\" jelasnya.

Dalam Kajian

Komisaris Utama VIVA Anindya Bakrie mengatakan, saat ini pihaknya masih pikir-pikir melepas sebagian atau bahkan seluruh saham PT Visi Media Asia Tbk. Namun rencana tersebut juga belum berpikir matang untuk melepas saham tersebut, “Kita pastikan bahwa Viva sangat prospektif, Januari-Februari saja revenue 35-40% lebih tinggi. Ini prospeknya masih bagus jadi belum ada ke arah sana (lepas saham), ini masih gosip. Karena namanya perusahaan publik. Namanya juga kalau grup kita selalu membuat berita,\" katanya.

Dia menuturkan, ditengah positifnya pertumbuhan ekonomi menjadi pasar yang menjanjikan bagi bisnis di industri media ini. Oleh karena itu, perseroan belum berpikir melepas saham.

Dia menambahkan, semua media selalu berpikir untuk bisa menjadi lebih baik salah satunya dengan melakukan kerjasama. \"Bisa berpikir lebih baik. Kerjasama antar media perlu ditingkatkan, contohnya Bakrie Telecom dengan media lain, saya rasa biasa itu sehat,\" kata Anindya.

Lunasi Utang

Asal tahu saja, Visi Media mempunyai dua saluran televisi swasta, TVOne dan ANTV, dan sebuah media online, Vivanews.com. Kabar penjualan saham VIVA dimaksudkan untuk membayar utang Grup Bakrie seiring dengan meredupnya bisnis anak usahanya.

Terlebih, PT Visi Media Asia Tbk belum lama ini mendapat pinjaman US$ 80 juta atau setara Rp 720 miliar dari beberapa bank asing. Dananya akan digunakan perseroan bersama anak-anak usahanya. \"Penarikan fasilitas kredit telah dilakukan pada 23 Agustus 2012 lalu,\" kata Chief Counselor & Corporate Secretary Neil R Tobing.

Disebutkan, pinjaman itu didapat dari Deutsche Bank AG, dengan Singapore Branch sebagai arranger dan DB Trustees Limited cabang Hong Kong sebagai security agent. Salah satu perusahaan grup Bakrie yang bergerak di industri media ini punya beberapa anak usaha, yaitu PT Lativi Mediakarya (TV One), PT Viva Media Baru (Viva News), PT Intermedia Capital, dan PT Cakrawala Andalas Televisi (ANTV). (bani)

Related posts