Pengusaha DKI Diminta Siapkan Produk Lokal - Penerangan Jalan Umum

NERACA

Jakarta- Pemerintah Provinsi(Pemprov) DKI Jakarta meminta para pengusaha yang terhimpun dalam Asosiasi Pengusaha Teknik Mekanikal dan Elektrikal (Aptek) DKI Jakarta untuk membantu menyiapkan produk lokal bagi penerangan jalan umum (PJU) di Jakarta. Selama ini, seluruh piranti PJU di Jakarta dikuasai oleh produk asing.

Padahal, sebetulnya, kalangan produsen lokal di bidang kelistikan dan mekanikamempunyai kemampuan membuatdan memproduksi perlengkapan untuk PJU. Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Pencahayaan Kota Dinas Perindustrian dan Energi DKI Jakarta Haris Pindratno saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) III Aptek DKI Jakarta, di Jakarta, Rabu (27/3).

“Saat ini, semua lampu jalanan di Jakarta impor, tak ada yang lokal,” tutur Haris yang kemarin mewakili Gubernur DKI Joko Widodo. Menurut dia, banyaknya kebutuhan lampu jalanan di Jakarta seharusnya menjadikan peluang bagi pengusaha lokal untuk memproduksi barang-barang untuk PJU.

Yang dimaksud dengan PJU adalah jaringan penerangan di jalan-jalan besar hingga gang-gang di perkampungan.Menurut Haris, pekerjaan kontraktor PJU mulai dari gardu PLN hingga ke titik-titik lampu penerangan. Tiap gardu pembagi terdapat 6-8 lampu.

Tahun ini, DKI Jakarta akan membuka tender PJU sebanyak 22 ribu titik. Nilai kontraknya sebesar Rp 200 miliar. Saat ini, total PJU yang ada di Jakarta sebanyak 222 ribu titik. Jenis lampu yang harus diadakan mulai dari 5 lumb hingga 100 lumb. “Kami berharap produsen lokal mampu mengisi kekosongan tersebut, yang penting barangnya harus sesuai dengan ketentuan standar kualitas, yaitu Standar Nasional Indonesia (SNI),” kata Haris.

Sementara itu, Ketua Umum Aptek DKI Jakarta Berry B Purba mengatakan, anggota Aptek DKI siap berpartisipasi membangun Jakarta, sesuai bidangnya, termasuk mengikuti tender proyek-proyek di Jakarta yang didanai, terutama dari APBD.“Kebanyakan anggota Aptek DKI sudah tergabung dan terdaftar di Badan Sertifikasi Kadin DKI, jadi sudah bisa diandalkan,” tutur Berry yang juga wakil ketua umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta.

Hal senada juga dilontarkan Ketua Umum Kadin DKI Eddy Kuntadi. Menurut dia, anggota Aptek harus mampu menyesuaikan diri dan mencari peluang usaha dalam konteks turut sertamembangun Kota Jakarta yang lebih baik. “Yaitu menjadikan kota Jakarta yangmodern,layakhuni, dan manusiawi,” kata Eddy.

Sementara itu, anggota Aptek Nasfi Burhan mengungkapkan, saat ini banyak pengusaha yang kesulitan mengurus hak paten. “Selain masih sulit prosedurnya, juga mahal, apalagi karena kebanyakananggota Aptek adalah kalangan UMKM,” kata Nasfi yang juga wakil ketua umum kadin DKI urusan perdagangan dan UKM, kepadaNeraca.

Soal itu, Haris menjamin, Pemprov DKI tidak akan mempersulit jika anggota Aptek ingin mengikuti tender. Saat ini, ada dua pemain besar di bidang kelistrikan yang sering memenangi tender PJU. Keduanya adalah Philips dan GE. “Sedangkan, selama ini peserta tender semuanya menyodorkan produk impor yang mahal, padahal, kalau dari lokal, pasti harganya bisa lebih murah,” ujarnya. (saksono)

Related posts