Salah Meletakkan Transaksi, CIMB Securities Disuspen - Klaim Rugi Sekitar Rp 250 Miliar

NERACA

Jakarta – Setelah sempat disuspensi, akhirnya pada perdagangan sesi kedua, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan, aktifitas perdagangan PT CIMB Securities telah kembali berjalan normal, “Suspensi CIMB Securities telah dibuka pada perdagangan sesi kedua, “kata Direktur Perdagangan BEI, Samsul Hidayat di Jakarta, Selasa (26/3).

Menurut Samsul, pembukaan suspensi aktivitas perdagangan PT CIMB Securities setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim BEI. Dikabarkan, PT CIMB Securities salah meletakkan transaksi di sistem perdagangannya terkait crossing saham. Hal itu membuat suspensi aktivitas perdagangan PT CIMB Securities dilakukan.

BEI menghentikan aktifitas perdagangan di bursa PT CIMB Securities Indonesia pada sesi pertama perdagangan saham Selasa kemarin. Hal itu berdasarkan hasil pemantauan bursa terhadap sistem pusat pelaporan Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD) diketahui MKBD PT CIMB Securities Indonesia per 25 Maret 2013 tidak memenuhi ketentuan nilai minimum yang dipersyaratkan.

Oleh karena itu, PT CIMB Securities Indonesia tidak diperkenankan melakukan aktivitas perdagangan di bursa pada 26 Maret 2013. Berdasarkan data BEI, nilai MKBD terakhir PT CIMB Securities Indonesia sekitar Rp285,79 miliar. Untuk menjadi perantara perdagangan saham di BEI, sesuai aturan Bapepam-LK Nomor V.D.5, perusahaan efek wajib menyediakan dana MKBD minimal Rp25 miliar, tambahan Rp25 miliar lagi jika memiliki izin sebagai manajer investasi. PT CIMB Securities Indonesia memiliki tiga izin tersebut sehingga wajib menyediakan dana minimal Rp75 miliar bagi MKBDnya.

Dampak dari sanksi supensi tersebut, perseroan berpotensi mengalami kerugian transaksi sekitar Rp250 miliar.Hitungan ini diambil dari kisaran rata-rata transaksi harian terkecil perseroan beberapa hari terakhir.

Berdasarkan data yang dihimpun, transaksi harian terendah Sekuritas berkode YU ini terjadi pada pekan kemarin, yakni Kamis, 21 Maret 2013 sebesar Rp595 miliar. Sementara pada Jumat, 22 Maret sebesar Rp773 miliar, dan Senin kemarin sebesar Rp10, 1 triliun.

Artinya, jika transaksi diambil dari yang terkecil, yakni pada Kamis, 21 Maret 2013 sebesar Rp595 miliar, minimal lost transaksi harian perseroan selama satu sesi perdagangan bisa mencapai Rp250 miliar atau setengahnya. Berdasarkan data BEI, CIMB Securities Indonesia termasuk satu dari 20 broker dengan transaksi harian teraktif di bursa Indonesia.

Saat ini nasabah PT CIMB Securities Indonesia menargetkan mencapai 18 ribu hingga atau meningkat 125% dibanding jumlah nasabah hingga akhir 2011 yang mencapai 8.000 nasabah. Rata-rata transaksi saham harian CIMB Securities Indonesia mencapai Rp400-700 miliar. Dari total transaksi harian tersebut, sebesar 10% dikontribusikan dari transaksi saham berbasis online (online trading). (bani)

BERITA TERKAIT

Beban Keuangan Membengkak - Perolehan Laba Adi Sarana Turun 23,06%

NERACA Jakarta – Di balik agresifnya ekspansi bisnis PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) menambah armada baru, namun hal tersebut…

Penjualan Delta Djakarta Melorot 7,38%

NERACA Jakarta – Emiten produsen minuman alkohol, PT Delta Djakarta Tbk (DLTA) membukukan laba bersih sebesar Rp317,81 miliar, melorot 6,01%…

Debut Perdana di Pasar Modal - IPO Saraswanti Oversubscribe 19,94 kali

NERACA Jakarta – Di tengah badai penyebaran Covid-19 yang masih, minat perusahaan untuk mencatatkan sahamnya di pasar modal masih tinggi.…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Moodys Pangkas Peringkat Alam Sutera

NERACA Jakarta - Perusahaan pemeringkat Moody’s Investor Service menurunkan peringkat utang PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) dari menjadi Caa1…

Express Trasindo Masih Merugi Rp 275,5 Miliar

NERACA Jakarta –Persaingan bisins transportasi online masih menjadi tantangan bagi PT Express Trasindo Utama Tbk (TAXI). Performance kinerja keuangan perseroan…

Martina Berto Bukukan Rugi Rp 66,94 MIiliar

NERACA Jakarta –Bisnis kosmetik PT Martina Berto Tbk (MBTO) sepanjang tahun 2019 kemarin masih negatif. Pasalnya, perseroan masih membukukan rugi…