Musim Laporan Keuangan, IHSG Masih Menguat

NERACA

Jakarta – Aksi borong investor berhasil menyelamatkan transaksi harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Selasa sore. Dimana indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat 42,855 poin (0,89%) ke level 4.842,519. Sementara Indeks LQ45 ditutup melonjak 8,813 poin (1,09%) ke level 818,844.

Kata analis Panin Sekuritas, Purwoko Sartono, kenaikan indeks BEI dipicu aksi beli investor, “Kenaikan IHSG BEI didorong oleh pembukaan bursa Eropa yang menguat sebagai antisipasi pengumuman beberapa data ekonomi AS yang diproyeksikan mengalami kenaikan sebagai sinyal pulihnya perekonomian global,\" katanya di Jakarta, Selasa (26/3).

Meski demikian, dia menambahkan disisi lain pergerakan indeks BEI masih dibayangi oleh kekhawatiran terhadap tingginya inflasi untuk beberapa bulan mendatang. Beberapa faktor yang diyakini memberikan kontribusi terhadap inflasi antara lain harga bahan pangan serta kenaikan tarif dasar listrik (TDL) dan kebijakan pemerintah terkait harga bahan bakar minyak (BBM).

Berikutnya, indeks BEI Rabu diproyeksikan akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat terbatas di kisaran 4.820 - 4.870. Sementar Direktur Chief Investment Officer Mandiri Manajemen Investasi Priyo Santoso menambahkan, masih positifnya fundamental ekonomi Indonesia mendorong investasi bergerak tumbuh salah satunya di pasar saham, “Investor domestik yang cenderung bertambah investasinya menjadi salah satu faktor industri pasar modal tumbuh positif,\"ujarnya.

Pada perdagangan kemarin, aksi beli dilakukan investor asing dan lokal, sasarannya saham-saham unggulan dan beberapa saham lapis dua. Indeks masih bisa bertahan positif di tengah maraknya sentimen negatif.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 169.380 kali pada volume 6,668 miliar lembar saham senilai Rp 8,452 triliun. Sebanyak 171 saham naik, sisanya 91 saham turun, dan 103 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia mengakhiri perdagangan dengan bergerak mixed. Sentimen krisis finansial Siprus masih membayangi pasar saham regional, membuat pelaku pasar makin berhati-hati dalam bertransaksi.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Indocement (INTP) naik Rp 850 ke Rp 23.050, Semen Indonesia (SMGR) naik Rp 650 ke Rp 18.150, Akasha Wira (ADES) naik Rp 575 ke Rp 4.300, dan Gudang Garam (GGRM) naik Rp 500 ke Rp 46.550.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Mandom (TCID) turun Rp 1.600 ke Rp 11.700, Unilever (UNVR) turun Rp 300 ke Rp 22.450, BCA (BBCA) turun Rp 250 ke Rp 10.650, dan Elang Mahkota (EMTK) turun Rp 200 ke Rp 5.800.

Menutup perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup naik 17,050 poin (0,36%) ke level 4.816,714. Sementara Indeks LQ45 menguat 3,621 poin (0,45%) ke level 813,652. Pergerakan indeks tidak terlalu bergairah, masih dalam rentang yang tipis. Meski terkesan bergerak lambat, IHSG masih bisa menghindari zona merah berkat aksi beli selektif investor.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 90.815 kali pada volume 2,837 miliar lembar saham senilai Rp 3,729 triliun. Sebanyak 115 saham naik, sisanya 100 saham turun, dan 113 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Indocement (INTP) naik Rp 600 ke Rp 22.800, Semen Indonesia (SMGR) naik Rp 500 ke Rp 18.000, Lion Metal (LION) naik Rp 450 ke Rp 13.800, dan Bayan (BYAN) naik Rp 400 ke Rp 7.800.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Lippo General Insurance (LPGI) turun Rp 650 ke Rp 2.750, Unilever (UNVR) turun Rp 550 ke Rp 22.200, BCA (BBCA) turun Rp 150 ke Rp 10.750, Ciputra Surya (CTRS) turun Rp 125 ke Rp 2.825.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka naik 24,26 poin atau 0,51% ke posisi 4.802,16. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 0,83 poin (0,10%) ke level 810,86. Analis Trust Securities, Reza Priyambada mengatakan, tercapainya kesepakatan antara Troika (Bank Sentral Eropa, IMF, dan Uni Eropa) dengan Cyprus menjadi salah satu faktor IHSG BEI menguat, “Secara teknikal, IHSG BEI juga mencoba kembali menguat secara bertahap. Meski beberapa pelaku pasar asing masih melepas saham, hal itu masih diimbangi dengan aksi beli oleh pelaku pasar domestik terhadap saham-saham yang mengalami pelemahan pada hari sebelumnya,\" kata Reza Priyambada.

Sementara itu, Kepala Riset e-Trading Securities, Betrand Raynaldi menambahkan pada perdagangan Selasa IHSG BEI mengalami penguatan, dimana hal itu juga dikonfirmasi oleh indikator \"Relative Strength Index\" (RSI) yang menghasilkan sinyal penguatan.

Bursa regional diantaranya indeks Hang Seng Selsa, dibuka melemah 64,30 poin (0,29%) ke level 22.186,85, indeks Nikkei-225 turun 28,58 poin (0,23%) ke level 12.517,88, Straits Times menguat 7,24 poin (0,22%) ke posisi 3.274,72. (bani)

Related posts