Masih Cari Model Bisnis, IPO Gramedia Ditunda - Rencanakan Listing di 2014

NERACA

Jakarta–Menyusul kesuksesan PT Dyandra Media International Tbk (DYAN) yang listing di pasar modal, berikutnya Grup Kompas Gramedia menyiapkan Gramedia untuk listing. Namun rencana toko buku Gramedia ditunda lantaran kondisi pasar yang tidak mendukung akibat serbuan industri elektronik..

CEO Kompas Gramedia, Agung Adiprasetyo mengatakan, menunda rencana penawaran perdana saham toko buku Gramedia tahun ini karena dipengaruhi potensi serbuan industri elektronik dan kemajuan teknologi terhadap bisnis toko buku. “Kami belum mau buru-buru. Kita mau bereskan bisnis modelnya, toko buku itu transformasi kemana,” katanya di Jakarta, Senin (25/3).

Oleh karena itu, pihaknya tengah mengkaji dan mencari model bisnis toko buku Gramedia ke depan.Apalagi bisnis toko buku di sejumlah negara maju seperti di Eropa Utara dan Amerika Serikat telah menurun.

Maka atas dasar itulah, dirinya pesimis pihaknya bisa melakukan penawaran perdana saham toko buku Gramedia di 2013. Kemungkinan rencana penawaran perdana saham toko buku Gramedia pada 2014.

Kendati demikian, dia masih optimis terkait bisnis ini. Pasalnya serbuan industri elektronik dan kemajuan teknologi belum terlalu mempengaruhi bisnis toko buku di Indonesia. Selain itu pihaknya tidak ingin terburu-buru untuk melakukan penawaran perdana saham.

Sekedar informasi, sebelumnya dikabarkan toko buku Gramedia akan melakukan penawaran perdana saham. Grup Kompas Gramedia akan melepas sekitar 20% saham ke publik. Sebelumnya, anak usaha Grup Kompas Gramedia, PT Dyandra Media International Tbk (DYAN) tercatat sebagai emiten terbaru ke tujuh di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Mengawali perdagangan, transaksi saham PT DYAN dibuka dengan harga saham Rp 350 per lembar saham. Beberapa menit kemudian, saham sempat naik menjadi Rp 500 perlembar dan statis dikisaran angka 400 - 420 perlembar saham.

Kenaikan Dinilai Wajar

Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI, Uriep Budhi Prasetyo mengataan, kenaikan setelah IPO dari harga yang ditetapkan adalah kewajaran, “Ada naik sekian-sekian itu wajar. Namun ada parameter yang kita lihat, apabila diluar kewajaran akan kami pertanyakan,”jelasnya.

Tercatat total saham yang dilepas ke publik berjumlah 1.282 miliar saham. Persentase kenaikkannya mencapai 18% dengan total transaksi Rp 21 miliar. Sementara itu, total dana yang dihimpun PT DYAN berdasarkan jumlah saham yang dilempar kepasar menjadi Rp 448,7 miliar, setara dengan 30% dari modal yang disetor setelah penawaran umum.

Direktur Operasional PT DYAN Danny Budiharto mengungkapkan, saat ini perseroan tengah membangun convention center baik di Surabaya, Medan dan Bali, “Untuk di Bali tahap pertama sudah selesai dengan luas 25ribu meter persegi, tahap 2 juga sedang dikerjakan dengan luas sama. Pengerjaan tahap 2 ini harus selesai tahun ini untuk mengejar APEC pada Oktober nanti,”ungkapnya.

Sementara proyek di Makassar diharapkan pada 2014 selesai. PT DYAN juga sudah membuka 7 hotel dan sampai tahun depan ada 21 hotel yang dibangun. Saat ini, komposisi bisnis perseroan masih didominasi pada event organizer (EO) sekitar 55% dan sisanya 45% di sektor properti. (nurul)

Related posts