Return Menggiurkan, Budget Hotel Kian Diincar Emiten

NERACA

Jakarta- Di negara maju, budget hotel menjadi salah satu bisnis properti yang menarik dikembangkan. Di Indonesia, seiring berkembangnya industri penerbangan murah, budget hotel pun menjadi salah satu bisnis yang dinilai sangat efektif bagi perusahaan properti untuk meraup keuntungan. Peluang inipun dimanfaatkan oleh PT Dyandra Media International Tbk (DYAN).

Untuk pengembangan usaha di sektor properti, perseroan lebih memilih untuk fokus dalam pengembangan budget hotel sehingga dapat menunjang kinerja perseroan. Pasalnya, budget hotel memberikan return yang lebih baik. Tidak hanya dari sisi nilai investasi yang murah, namun okupansi yang dicatatkan pun tinggi. \"Kami memilih fokus budget hotel karena returnnya lebih baik, investasinya kecil, okupansinya juga tinggi, dari hotel budget yang kita punya rata-rata 80%,”kata Direktur Dyandra Media International Tbk, Danny Budiharto di Jakarta kemarin.

Dia menilai, pengembangan bisnis di budget hotel ini efektif menjadi penunjang bisnis utama perseroan yang bergerak di industri MICE (Meeting, Incentive, Convention & Exibition). Investasi budget hotel diperkirakan sebesar Rp400 juta per kamar. Sementara luas lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan masing-masing budget hotel tersebut rata-rata sekitar 1.000 m2.

Pihaknya mencatat, beberapa budget hotel yang dibangun perseroan antara lain hotel Amaris di Nusa Dua, Bali, Panglima Polim Dua, Bogor, dan Thamrin City,\"Kontribusi budget hotel dimaksudkan sebagai supporting industri,\" ujarnya.

Pemain Lama Budget Hotel

Asal tahu saja, dibisnis yang satu ini memiliki persaingan yang sangat ketat. Disamping bermunculan para pemain baru, juga ada pemain lama yang siap mempertahankan pangsa pasarnya dan target penjualan.

Maraknya bisnis budget hotel, selain masih tingginya permintaan di sektor hotel, khususnya untuk hunian maupun penginapan dengan harga terjangkau menjadi ruang bagi emiten untuk melakukan pengembangan usahanya. Pengembangan usaha pada bisnis budget hotel, antara lain juga dilakukan oleh beberapa emiten lainnya seperti PT Bakrieland Development Tbk (ELTY), PT Ciputra Property Tbk (CTRP), PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN), dan PT Metropolitan Land Tbk (Metland).

ELTY belum lama ini menyebutkan akan membangun tiga budget hotel pada tahun ini. Ketiga budget hotel tersebut direncanakan akan berlokasi di Jakarta, Balikpapan, dan Bandung di atas lahan seluas 1500 m2 hingga 2500 m2. Alasannya, pemilihan ketiga lokasi tersebut didasarkan pada peluang pasar yang masih sangat besar dan memiliki platform yang baik untuk berkembang.“Nilai investasi untuk masing- masing budget hotel tersebut sebesar Rp 30 miliar hingga Rp 35 miliar atau sekitar Rp 90 miliar hingga Rp 105 miliar untuk keseluruhan investasi hotel budget.” jelas Edikar, Direktur Bakrieland unit usaha Hotels & Resorts.

Seakan tidak mau kalah bersaing, CTRP juga berencana akan membangun budget hotel yang diperuntukkan bagi kelas menengah di tujuh wilayah Indonesia. “Sudah ada lahan tujuh wilayah untuk pembangunan hotel ini antara lain Bandung, Yogyakarta, Banjarmasin, Cirebon, Semarang, Serpong dan Bengkulu,” kata Direktur Ciputra Property Artadinata Djangkar.

Permintaan Terus Meningkat

Menurutnya, tren permintaan pasar properti terus meningkat di perhotelah dan apartemen. Pembangunan hotel kelas menengah inipun lebih melihat kepada kebutuhan konsumen saat ini yang lebih banyak menggunakan kamar hotel untuk sekadar menginap. Jadi, segmen pasar yang dibidik utamanya karyawan dan turis yang hanya berkeinginan untuk singgah.

Adapun nilai investasi untuk masing-masing hotel, kata dia, diperkirakan sebesar Rp40-50 miliar. Untuk tahap pembangunan pertama, pihaknya berencana akan membangun hotel di Bandung dan akan dilakukan akhir tahun ini, sedang untuk wilayah lainnya masih dalam proses perizinan dan tender.

Sementara untuk APLN yang tercatat juga ikut meramaikan industri budget hotel di Indonesia, perseroan berencana akan membangun budget hotel dengan 200 kamar di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Adapun ambisi bisnis untuk menggarap budget hotel oleh Metland, ditunjukkan dengan keseriusannya yang merencanakan akan membangun budget hotel hingga 20 hotel sampai lima tahun ke depan. Artinya, Metland meluncurkan rata-rata empat sampai lima hotel setiap tahunnya.(lia)

BERITA TERKAIT

Hotel Mandarine Bakal Gelar Rights Issue

Perkuat modal dalam rangka mendanai ekspansi bisnisnya, PT Hotel Mandarine Regency Tbk (HOME) berniat menerbitkan saham dengan hak memesan efek…

BEI Catatkan Rekor Baru Emiten Terbanyak

NERACA Jakarta – Tahun 2018 menjadi catatan sejarah bagi PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Pasalnya, sepanjang tahun ini ada 50…

Laju Industri Sepeda Motor di Indonesia Kian ‘Ngacir’

Indonesia tidak hanya sebagai negara ketiga terbesar di dunia setelah China dan India untuk potensi pasar sepeda motor, tetapi juga…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BEI Suspensi Saham Shield On Service

Setelah masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) lantaran terjadi peningkatan harga saham di luar kewajara, kini BEI menghentikan…

Gugatan First Media Tidak Terkait Layanan

Kasus hukum yang dijalani PT First Media Tbk (KBLV) memastikan tidak terkait dengan layanan First Media dan layanan operasional perseroan…

Strategi Hilirisasi - Pabrik Feronikel Antam Rampung Akhir Tahun

NERACA Jakarta – Komitmen PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menjalankan strategi hilirisasi terus dilakukan dengan pembangunan pabrik Feronikel Haltim dengan…