Anak Usaha KKGI Lepas Aset Rp9,16 Miliar - Dinilai Tidak Produktif

NERACA

Jakarta-Salah satu anak usaha PT Resources Alam Indonesia Tbk (KKGI), PT Insani Baraperkasa (IBP) menjual sebidang tanah seluas 566 meter per segi senilai Rp9,16 miliar melalui transaksi afiliasi.

Penjualan tanah yang berlokasi di Kelurahan Sunter Jaya tersebut dinilai nonproduktif. “Dengan dijual hasilnya dapat digunakan untuk aksi korporasi lainnya yang lebih bermanfaat,”kata Direktur KKGI, Bambang Prijono Hadi dalam keterangan persnya di Jakarta, Kamis (21/3)

Dengan dilepasnya tanah tersebut, menurut dia, juga akan mengurangi beban keuangan IBP. Adapun pihak yang terlibat dalam transaksi jual beli tersebut adalah Pintarso Adijanto yang merupakan salah satu Direksi di KKGI sebagai pembelinya.

Sementara dalam pengembangan bisnis KKGI, pihak perseroan menyampaikan telah menuntaskan akuisisi lima tambang batu bara selama semester pertama 2012 senilai US$ 12 juta. Kata Head of Investor Relation Resource Alam, Eric Tirtana, dana akuisisi kelima tambang yang berada di Kalimatan Timur tersebut berasal dari kas internal.

Sepanjang tahun ini, perseroan menargetkan produksi batubara sebanyak 6 juta ton dari realisasi tahun lalu sebesar 4,22 juta ton. Perseroan akan memaksimalkan tambang lama milik anak usaha, PT Insani Bara Perkasa dengan konsesi seluas 24.477 hektare.

Pada awal tahun ini, perseroan telah mencatatkan biaya eksplorasi di wilayah Bayur dan Sub blok Handil Bakti, Kalimantan Timur mencapai US$1,2 juta. Jenis eksplorasi dimaksud yaitu berupa pelaksanaan drilling tambahan di Handil Bakti dan pengeboran di Bayur.

Pihaknya menyebutkan, metode eksplorasi berupa bor dangkal yang dilaksanakan PT Insani Baraperkasa. Untuk hasil pengujian di blok tersebut sedang dalam proses perhitungan cadangan. Perseroan juga akan melakukan pemetaan geologi untuk blok Loajanan mengenai penetapan sub blok yang potensial ditambang.

Selain melakukan eksplorasi di wilayah tersebut, sebelumnya juga disampaikan bahwa kegiatan eksplorasi yang dilakukan anak usahanya, PT Insani Baraperkasa hingga Oktober 2012 telah menghabiskan biaya US$1,24 juta. Hal ini untuk membiayai kegiatan eksplorasi dengan mengunakan metode bor dangkal dilakukan di wilayah Handil Bakti, Tani Bakti dan Purwajaya Selatan.

Hasil pengujian di blok tersebut saat ini masih dalam proses perhitungan cadangan. Rencananya, untuk blok Loajanan akan terus dilakukan pemetaan geologi untuk menetapkan sub blok yang potensial di tambang, sedangkan untuk blok Separi perseroan masih mempelajari untuk dilakukan pemboran. “Untuk tahap produksi, seluruh blok dalam PKP2B PT Insani Baraperkasa telah mendapatkan persetujuan dari Menteri ESDM,” ujar Corporate Secretary KKGI, Lenny S.C. (lia)

Related posts