Perbankan di Indonesia dari Masa ke Masa

Sabtu, 23/03/2013

Perbankan di Indonesia, dari Masa ke Masa

Pertama kali, keberadaan bank di Indonesia diperkenalkan oleh pemerintahan Hindia Belanda. Bank pertama yang didirikan adalah De javasche Bank, NV di Batavia pada 24 Januari 1828. Kemudian, 90 tahun kemudian, yaitu pada 1918, pihak Belanda mendirikan satu bank lagi, yaitu Nederlandsche Indische Escompto Maatschappij, NV yang juga pemegang pemegang monopoli pembelian hasil bumi dalam negeri dan penjualan ke luar negeri.

Setelah itu bermunculanlah sejumlah bank. Di antaranya adalah De Javasce NV, De Post Poar Bank, Hulp en Spaar Bank, De Algemenevolks Crediet Bank, Nederland Handles Maatscappi (NHM), Nationale Handles Bank (NHB), De Escompto Bank NV, dan Nederlansche Indische Handelsbank.

Selain bank-bank milik pemerintah kolonial Belanda, masih ada lagi bank yang didirikan oleh orang Indonesia dan asing, misalnya dari Jepang, Eropa, dan Tiongkok.Di antaranya, NV Nederlandsch Indische Spaar En Deposito Bank, Bank Nasional Indonesia, Bank Abuan Saudagar, NV Bank Boemi, The Chartered Bank of India, Australia and China.

Memasuki era kemerdekaan, dunia perbankan di Indonesia makin berkembang pesat. Setidaknya ada sepuluh bank yang eksis. Yaitu, NV. Nederlandsch Indische Spaar En Deposito Bank (saat ini Bank OCBC-NISP). Bank itu didirikan pada 4 April 1941 dengan kantor pusat di Bandung. Bank Negara Indonesia didirikan 5 Juli 1946. Bank ini kemudian disebut BNI”46.

Berikutnya, Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang didirikan pada tahun yang sama, yaitu pada 22 Februari 1946. Bank itu semula berasal dari De Algemenevolks Crediet Bank atau Syomin Ginko. Pada 1945, berdiri Bank Surakarta Maskapai Adil Makmur (MAI) di Surakarta. Tiga bank lagi berdiri pada 1946, yaitu Bank Indonesia di Palembang, Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI) di Medan, serta NV Bank Sulawesi di Manado.

Bank Amerta merupakan jelmaan dari Indonesian Banking Corporation yang berdiri pada 1947 di Yogyakarta. Bank Timur NV di Semarang berganti nama menjadi Bank Gemari. Kemudian merger dengan Bank Central Asia (BCA) tahun 1949. Sedangkan Bank Dagang Indonesia NV di Samarinda pada 1950. Namun nama bank itu hilang karena setelah merger dengan Bank Pasifik. Beberapa bank milik Belanda dinasionalisasi.

Bank Pemerintah

Bank Sentral di Indonesia namanya Bank Indonesia (BI) dikukuhkan dengan UU Nomor 13/1968. Bank ini sebelumnya berasal dari De Javasche Bank yang di nasionalkan pada 1951. Ketika itu, telah berdiri pula Bank Rakyat Indonesia yang berasal dari De Algemene Volkscrediet Bank, lalu dilebur menjadi bank tunggal dengan nama Bank Nasional Indonesia (BNI) Unit II yang bergerak di bidang rural dan expor impor (exim).

UU Nomor 17 Tahun 1968 mengukuhkan berdirinya Bank Negara Indonesia (BNI) atau BNI’46. Bank Dagang Negara(BDN) merupakan leburan dari Escompto Bank yang dinasionalisasikan dengan PP No 13 Tahun 1960. Namun, PP (Peraturan Pemerintah) ini dicabut dengan diganti dengan UU No 18 Tahun 1968 menjadi Bank Dagang Negara.

Bank Bumi Daya (BBD) dikukuhkan dengan UU Nomor 1968. Semula bernama Nederlandsch Indische Hendles Bank, kemudian menjadi Nationale Hendles Bank. Sebelum menjadi BBD, lebih dulu sebagai BNI Unit IV. selanjutnya bank ini menjadi Bank Negara Indonesia Unit IV.

Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) dan Bank Pembangunan Daerah (BPD) didirikan di daerah dan dikukuhkan dengan UU Nomor 13/1962. Bank Tabungan Negara (BTN), semula merupakan jelmaan dari De Post Paar Bank. Bank Mandiri didirikan dari hasil merger antara Bank Bumi Daya (BBD), Bank Dagang Negara (BDN), Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo), dan Bank Expor Impor Indonesia (Bank Exim) pada 1999. (saksono)