Ambisi Telkom Kuasai Bisnis Telekomunikasi di Asia - Ekspansi Bisnis di 10 Negara

NERACA

Jakarta – Meskipun bisnis industri telekomunikasi diklaim sudah memasuki titik jenuh, namun bukan berarti segala ekspansi bisnis di sektor ini juga terus berhenti. Sebaliknya, kondisi ini menjadi tantangan bagi operator seluler untuk keluar kejenuhan dengan melakukan ekspansi bisnis.

Langkah inilah yang dilakukan, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) dengan ekspansi bisnis di empat negara, diantaranya Singapura, Hongkong, Timur Leste dan Australia, “Kami memang merencanakan 10 negara namun saat ini empat negara yang baru terealisasikan,\" kata Direktur Utama Telkom, Arief Yahya di Jakarta, Senin (18/3).

Dia menjelaskan, dalam beberapa waktu yang dekat pihaknya juga akan membidik negara Makau, Taiwan, Malaysia dan Saudi Arabia untuk melebarkan bisnis perseroannya. \"Malaysia memang kami lirik nanti bentuk ekspansinya mirip dengan Hongkong,\" jelasnya.

Menurut Arief, Telkom mengincar negara jiran tersebut karena disinyalir akan menghasilkan bisnis yang bergairah. \"Umumnya kan warga negara sana TKI dan ratai-rata orang Indonesia jadi bentuknya seperti bisnis mengikuti orang Indonesia,\" tegasnya.

Kata Arief, untuk tahap ekspansinya di Malaysia akan menjalin operator di negara tersebut. Dimana, untuk tahap awal perseroan tidak bangun jaringan langsung tetapi menjalin kerjasama dengan operator disana.

Soal nilai investasi, lanjut Arief, ekspansinya ke Malaysia menggunakan Operating Expenditure (Opex). \"Tidak tepat menggunakan investasi karena tidak menggunakan capex tapi sewa atau opex ya kira-kira satu juta karena TKI disana ada dua jutaan,\" tambahnya.

Sebagai informasi, tahun ini perseroan menargetkan pendapatan Rp 80 triliun dan untuk mencapai target, perseroan memperluas pasar ke luar negeri dan termasuk ekspansi ke 10 negara. Perseroan sendiri mengklaim, masih on the right track untuk mengejar lisensi telekomunikasi di Myanmar demi melancarkan niatan ekspansi bisnis di kawasan regional Asia.

Pernyataan ini merupakan jawaban atas tak masuknya nama Telkom dalam tender telekomunikasi di Myanmar. Dilansir oleh sejumlah media asing bahwa operator yang masuk dalam perburuan dua lisensi seluler itu hanyalah Airtel (India), Singapore Telecommunications (SingTel/ Singapura), Singapore ST Telemedia (STT/ Singapura), Axiata (Malaysia), dan Telenor (Norwegia).

Operational Vice President Public Relation Telkom, Arif Prabowo pernah bilang, dokumen terkait dengan penawaran keikutsertaan Telkom pada tender yang akan diselenggarakan oleh pemerintah Myanmar, yakni Expression of Interest (EoI), telah dikirimkan dan diterima oleh pemerintah Myanmar melalui Telecommunication Operator Tender Evaluation and Selection Committee, pada tanggal 23 Januari 2013.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menyampaikan, dirinya mendukung ekspansi bisnis Telkom ke Timor Leste. Hal ini dikarenakan, Telkom berhasil memenangkan tender internasional yang cukup memakan waktu pada proyek telekomunikasi di Timor Leste, “Ekspansi ini merupakan salah satu langkah perusahaan dalam menggenjot penetrasi di luar negeri,”ungkapnya.

Bangun BTS di Timur Leste

Dahlan menjelaskan, nantinya Telkom akan membangun sistem telekomunikasi yang lengkap seperti menara telekomunikasi di Timur Leste. Hal ini dilakukan sebagai langkah awal perseroan menguasai pasar telekomunikasi di negara bekas pecahan Indonesia. Selama ini, pasar telekomunikasi di Timor Leste di kuasai oleh perusahaan asal Portugal, “Targetnya Telkom harus menguasai telekomunikasi di Timor Leste, dan izin itu diperoleh dari perjuangan yang berat, tender internasional,”tandasnya.

Dahlan meminta Telkom untuk segera membangun tower atau base transceiver station (BTS) sebanyak-banyaknya, sehingga hal tersebut mempermudah perusahaan pelat merah ini menguasai negeri Xanana Gusmao itu, “Saya inginkan Telkom all out di sana dan harus kuasai pasar telekomunikasi Timor Leste dalam kurun waktu tertentu, karena saya tidak ingin menargetkan untuk beberapa tahun. Ini butuh proses,\" jelasnya.

Asal tahu saja, PT Bank Mandiri Tbk lebih dulu melebarkan sayap bisnis di bidang perbankan. Nanti keuangan Telkom di Timor Leste, Mandiri yang akan menanganinya. Selain itu, Telkom juga menargetkan pendapatan dari sektor korporasi dan usaha kecil menengah (UKM) sebesar Rp9,25 triliun. Adapun perolehan tersebut naik sebesar lima persen dari target tahun lalu. (bani)

Related posts