Belum Berniat Revisi Target Transaksi Harian - Transaksi Harian Capai Rp 5,7 Triliun

NERACA

Jakarta–Terus tumbuhnya transaksi harian bursa dari Rp 5,5 triliun menjadi Rp 5,7 triliun seiring dengan melesatnya pergerakan indeks BEI yang sempat menembus level 4.900, tidak membuat PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk merevisi target harian transaksi.

Direktur BEI Ito Warsito mengatakan, pihaknya belum berniat menaikan target rata-rata transaksi harian bursa tahun ini yang dipatok Rp5,5 triliun, “Kita belum berencana merevisi target harian, karena transaksi kadang ada masa sepi dan ramai. Itu alamiah, “katanya di Jakarta akhir pekan kemarin.

Menurutnya, perjalanan selama satu tahun ini masih panjang dan karena alasan itulah, BEI belum berniat merevisi target transaksi harian. Meskipun target transaksi harian saat ini, telah melampaui.

Ito menuturkan, tahun lalu rata-rata transaksi harian bursa sendiri dipatok BEI mencapai Rp5,5 triliun. Namun, pada kenyataannya, hingga akhir tahun secara kumulatif hanya mencapai Rp4,5 triliun.“Namun, kami masih optimis tahun ini bisa mencapai target,” jelasnya.

Selain itu, dia juga menilai, dana asing yang keluar dari pasar modal dalam beberapa hari terakhir merupakan hal yang wajar, “Pelaku pasar asing juga memiliki kewajiban untuk menjaga likuiditas pasar saham. Sangat tidak wajar jika mengharapkan investor asing untuk tidak melakukan ‘net sell‘,”tandasnya.

Dalam data perdagangan harian saham BEI, tercatat pelaku pasar asing mulai membukukan jual bersih pada 8 Maret 2013 sebesar Rp286,770 miliar, kemudian di 13 Maret 2013 senilai Rp277,077 miliar, dan pada 14 Maret 2013 Rp430,781 miliar.

Namun, lanjut Ito, umumnya mayoritas investor asing saat ini menempatkan dananya untuk jangka panjang, dan sebagian kecil cenderung jangka yang relatif pendek.“Sekitar 30% -35% portofolio saham asing dilakukan untuk ‘trading‘, dan sisanya untuk jangka panjang,” jelasnya.

Ito menilai, pelaku pasar saham asing masih mempercayai industri investasi di Indonesia terutama di pasar modal positif. Fundamental ekonomi domestik juga masih terus mencatatkan pertumbuhan. Tercatat sepanjang tahun ini pelaku pasar asing masih mencatatkan beli bersih (net buy) senilai Rp19,451 triliun atau meningkat sekitar 26% dibandingkan pencapaian 2012. (bani)

BERITA TERKAIT

Laporan Pemberantasan Korupsi Kaltim Capai 80 Persen

Laporan Pemberantasan Korupsi Kaltim Capai 80 Persen NERACA Samarinda - Tim Koordinasi dan Supervisi Pencegahan Komisi Pemberantasan Korupsi (Korsupgah KPK)…

Bank Mandiri Catatkan Perolehan Laba Rp 13,5 Triliun

  NERACA   Jakarta – PT Bank Mandiri Tbk mencatatkan perolehan laba konsolidasi tumbuh 11,1% mencapai Rp13,5 triliun, kualitas kredit…

Survei BI : Pertumbuhan Kredit Baru Capai 78,3%

    NERACA   Jakarta - Survei Perbankan Bank Indonesia (BI) menunjukkan pertumbuhan triwulanan kredit baru meningkat pada triwulan II-2019…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Sesuaikan Hasil Kajian RBB - Bank BTN Optimis Bisnis Tetap Tumbuh

Tahun 2019, menjadi tahun yang penuh tantangan karena pertumbuhan ekonomi dunia dan  domestik diperkirakan melambat akibat berkepanjangannya perang dagang antara…

Torehkan Kinerja Sangat Baik - BTN Meraih Penghargaan CSA Award 2019

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) meraih penghargaan CSA Award 2019. Penghargaan emiten dengan kinerja terbaik tersebut, hasil kerja…

Berikan Pendampingan Analis Investasi - CSA Research Gandeng Kerjasama Modalsaham

NERACA Jakarta – Genjot pertumbuhan investor pasar modal, khususnya generasi milenial dan juga mendukung inovasi sektor keuangan digital, Certified Security…