Saham Mahaka Media Dalam Pengawasan BEI

Dinilai mengalami peningkatan pergerakan harga saham diluar kewajaran, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memasukkan saham PT Mahaka Media Tbk (ABBA) dalam kategori Unusual Market Activity (UMA).

Informasi tersebut disampaikan BEI dalam siaran persnya di Jakarta, akhir pekan kemarin. Kata Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Irvan Susandy dan Kepala Divisi Perdagangan Saham BEI, pihaknya telah meminta konfirmasi kepada perusahaan tercatat pada 4 Maret 2013.

Maka sehubungan dengan terjadinya gerakan di luar kebiasaan pada saham ABBA tersebut, BEI sedang mencermati perkembang harga dan aktivitas transaksi saham perseroan. Oleh karena itu, para investor diharapkan untuk memperhatikan jawaban perusahaan tercatat atas permintaan konfirmasi bursa, mencermati kinerja perusahaan tercatat dan keterbukaan informasinya. Investor harus mengkaji kembali rencana aksi korporasi perusahaan tercatat apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan RUPS.

Selain itu, investor harus mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi. Pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di pasar modal.

Asal tahu saja, saham ABBA pada penutupan perdagangan 1 Maret di level 75. Namun pada penutupan perdagangan Kamis pekan kemarin sudah di level 119. Kemudian diakhir pekan, saham ABBA berakhir melemah 6,7% ke 111. (bani)

BERITA TERKAIT

Harga Saham Melorot Tajam - Saham Cottonindo Masuk Pengawasan BEI

NERACA Jakarta - Perdagangan saham PT Cottonindo Ariesta Tbk (KPAS) masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) karena mengalami…

Jakarta Perlu Lakukan Pengawasan dan Penegakan Hukum Pencemaran Udara

Jakarta Perlu Lakukan Pengawasan dan Penegakan Hukum Pencemaran Udara NERACA Jakarta - Jakarta perlu melakukan pengawasan dan penegakan hukum terkait…

Dunia Usaha - Otomatisasi dalam Revolusi Industri 4.0 Tidak Bisa Dihindari

NERACA Jakarta – Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai Revolusi Industri 4.0 merupakan sesuatu yang tidak bisa dihindari dan harus dijalani.…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Penetrasi Pasar di Luar Jawa - Mega Perintis Siapkan Capex Rp 30 Miliar

NERACA Jakarta – Rencanakan membuka 20 gerai baru tahun ini guna memenuhi target penjualan sebesar 14%-15% menjadi Rp 509 miliar,…

Lagi, Aperni Jual Kapal Tidak Produkif

Dinilai sudah tidak lagi produktif, PT Arpeni Pratama Ocean Line Tbk (APOL) resmi mendivestasi aset perusahaan berupa kapal, yaitu kapal…

Rig Tender dan Petrus Sepakat Berdamai

Perkara hukum antara PT Rig Tenders Indonesia Tbk (RIGS) dengan PT Petrus Indonesia akhirnya menemui kata sepakat untuk berdamai. Dimana…