Topang Ekspansi Bisnis, Elnusa Terbitkan Obligasi

NERACA

Jakarta- Manajemen PT Elnusa Tbk (ELSA) mengatakan akan mengambil langkah untuk menerbitkan obligasi sebagai salah satu sumber pendanaan guna mendukung kegiatan ekspansi perseroan. “Ekspansi untuk lima tahun ke depan akan berasal dari tiga sumber pendanaan, salah satunya, obligasi,”kata Vice President ELSA, Nurkholis di Jakarta, Kamis (14/3).

Menurutnya, sejauh ini penerbitan obligasi tersebut masih dalam pertimbangan perusahaan. Karena itu, saat ini belum dapat disebutkan secara rinci mengenai nilai yang akan diterbitkan dalam obligasi tersebut.

Selain itu, pihaknya pun masih akan menimbang tingkat bunga dan ketersediaan bank yang akan memberikan pinjaman. Namun, yang jelas sumber pendanaan lainnya yang akan digali perusahaan, yaitu dengan menerbitkan saham baru (rights issue) pada 2014.

Dari dana yang diperoleh melalui penerbitan saham baru ini, lanjut dia, sebesar 16% atau senilai US$63,68 juta akan digunakan untuk ekspansi usaha, sedang sisanya akan dipenuhi dari kas internal perusahaan. Sementara untuk saat ini perusahaan sedang fokus melakukan penjajakan bisnis dan akan melihat sejauh mana keberhasilan serta dana yang dibutuhkan. “Kami masih akan fokus dan akan kita lihat beberapa penjajakan bisnis yang berhasil dan butuh dana tambahan,” ujarnya.

Untuk mendukung kinerja perseroan, kata dia, pihaknya menganggarkan belanja modal/capital expenditure (capex) sebesar US$36,6 juta pada tahun ini. Sebanyak 30% dari dana belanja modal tersebut berasal dari internal perusahaan dan 70% berasal dari pinjaman perbankan, baik bank sindikasi BCA, bank lokal dan juga bank asing lainnya.

Kebutuhan capex tersebut, dari total plafon 113 awal tahun ini, sindikasi 5 bank lokal dan asing, BCA, China Trust dan Bank of China, “Untuk kebutuhan bank loan yang belum ditarik ada US$9 juta, untuk invest utama Juni mendatang yang tidak menutup kemungkinan masih akan kita butuhkan,” ucapnya.

Di sisi lain, perseroan juga sedang mencari suntikan dana segar untuk membiayai ekspansi. Salah satunya adalah pinjaman bank sebesar US$ 286,56 juta. Sekitar 72% dari dana pinjaman tersebut akan digunakan untuk anggaran ekspansi perusahaan. Adapun untuk ekspansi lima tahun ke depan, perseroan menganggarkan dana sebesar US$398 juta. “Jajaran direksi sudah menggelar roadshow, sejauh ini ada satu bank yang siap kasih fasilitas US$ 500 juta,” jelasnya.

Hasil rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB), kata Division Head of Corporate Secretary PT Elnusa, Fajriyah Usman, telah disetujui adanya pergantian dan pemilihan direksi. (lia)

BERITA TERKAIT

Pefindo Raih Mandat Obligasi Rp 52,675 Triliun

Pasar obligasi pasca pilpres masih marak. Pasalnya, PT Pemeringkat Efek Indonesia atau Pefindo mencatat sebanyak 47 emiten mengajukan mandat pemeringkatan…

PJAA Siap Lunasi Obligasi Jatuh Tempo

NERACA Jakarta - Emiten pariwisata, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) memiliki tenggat obligasi jatuh tempo senilai Rp350 miliar. Perseroan…

Perkuat Modal Ekspansi Bisnis - Estika Tata Tiara Bakal Rilis Obligasi dan Sukuk

NERACA Jakarta – Danai pengembangan bisnisnya, PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) atau perusahaan pengolahan daging yang lebih dikenal produk…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pefindo Raih Mandat Obligasi Rp 52,675 Triliun

Pasar obligasi pasca pilpres masih marak. Pasalnya, PT Pemeringkat Efek Indonesia atau Pefindo mencatat sebanyak 47 emiten mengajukan mandat pemeringkatan…

GEMA Kantungi Kontrak Rp 475 Miliar

Hingga April 2019, PT Gema Grahasarana Tbk (GEMA) berhasil mengantongi kontrak senilai Rp475 miliar. Sekretaris Perusahaan Gema Grahasarana, Ferlina Sutandi…

PJAA Siap Lunasi Obligasi Jatuh Tempo

NERACA Jakarta - Emiten pariwisata, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) memiliki tenggat obligasi jatuh tempo senilai Rp350 miliar. Perseroan…