LPS Rate Bertahan di 5,5%

NERACA

Jakarta - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mempertahankan suku bunga penjaminan periode 15 Maret sampai 14 Mei 2013 sebesar 5,5% untuk maksimal suku bunga di bank umum dengan mata uang rupiah dan satu persen untuk simpanan dalam valas. Sementara suku bunga penjaminan atas simpanan masyarakat di Bank Perkreditan Rakyat (BPR) juga tetap sebesar delapan persen.

Direktur Penjaminan dan Manajemen Risiko LPS, Salusra Satria, mengatakan pihaknya memandang tingkat bunga itu, saat ini masih sejalan dengan kondisi perekonomian dan perbankan. LPS menilai kinerja perekonomian domestik yang masih berada dalam kondisi relatif stabil terlihat dari realisasi inflasi tahun ke tahun (year on year/yoy) sebesar 5,31% atau masih dalam rentang target BI 3,5%-5,5%.

“Selain itu, kondisi likuiditas perbankan masih cukup tinggi. Itu terlihat dari pergerakan suku bunga Jibor bertenor pendek pada Februari 2013 lalu yang masih mengalami penurunan dari 4,62% menjadi 4,6%,” ujar Salusra, melalui keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (14/3).

Sementara iaya dana rata-rata tertimbang perbankan juga menunjukkan tren menurun dari empat persen pada Desember 2012 menjadi 3,92% pada Januari 2013. Sesuai ketentuan LPS, apabila tingkat bunga simpanan yang diperjanjikan antara bank dan nasabah penyimpan melebihi tingkat bunga, maka simpanan tersebut menjadi tidak dijamin. [ardi]

BERITA TERKAIT

LPS Naikkan Bunga Penjaminan Jadi 6,75%

    NERACA   Jakarta - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) melalui penetapan keputusan yang bukan pada jadwal regulernya tahun ini…

BI Rate Ditahan Sesuai Ekspektasi Pasar

NERACA Jakarta – Keputusan Bank Indonesia (BI) mempertahankan acuan suku bunga bank atau BI 7 day reverse repo rate di…

LPS Pantau DPK Bank Yang Dipindah Ke Luar Negeri

NERACA   Jakarta - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) terus memantau pergerakan dana pihak ketiga dari bank yang pindah ke luar…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

BI Siapkan Rekening Simpanan untuk Devisa Ekspor

    NERACA Jakarta - Bank Indonesia (BI) menyiapkan rekening simpanan khusus untuk memudahkan pengelolaan devisa hasil ekspor menyusul kebijakan memperkuat…

Perbankan Syariah Lebih Suka Akad Mudharabah

    NERACA Jakarta - Praktisi perbankan syariah dari PT Sarana Multigriya Finansial Eko Ratrianto mengatakan perbankan syariah lebih menyukai…

OJK : Kepercayaan Terhadap Pasar Keuangan Meningkat

    NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan ada indikasi bahwa kepercayaan investor terhadap pasar keuangan Indonesia pada…