Jangkau Investor Ritel, Arwana Rencakan Stock Split

NERACA

Jakarta – Produsen keramik PT Arwana Citra Mulia Tbk (ARNA) rencanakan pemecahan nilai nominal saham (stock split) dengan rasio 1:4. Maka untuk memuluskan rencana tersebut, perseroan akan menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSP) pada 28 Maret 2013.

Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (13/3). Disebutkan, agenda RUPS nantinya adalah meminta izin pemegang saham untuk stock split. Sebagai informasi, perseroan mencatatkan laba bersih per Desember 2012 tumbuh 65,15% menjadi Rp 156,46 miliar atau Rp 85 per saham, jika dibandingkan dengan laba bersih per Desember 2011 sebesar Rp94,73 miliar atau Rp52 per saham.

Selain itu, penjualan bersih perseroan naik jadi Rp1,11 triliun, YoY dari Rp922,68 miliar dan beban pokok penjualan naik jadi Rp735,94 miliar, YoY dari Rp636,88 miliar. Asal tahu saja, tahun 2013 perseroan menargetkan kapasitas produksi sebesar 49,37 juta meter persegi per tahun. Jumlah ini tumbuh 19% dari estimasi kapasitas produksi 2012 yang mencapai 41,37 juta m2. Sementara untuk pertumbuhan laba bersih 2013, diproyeksikan masih sama dengan pertumbuhan laba bersih 2012 yang mencapai Rp 254 miliar.

Direktur Arwana, Rudy Sujanto pernah bilang, peningkatan kapasitas produksi tersebut akan di topang dari pabrik di Palembang Sumatera Selatan, “Pembangunan fisik pabrik Palembang berjalan sesuai rencana dan sudah terealisasi 80%,”ungkapnya.

Rencananya, pabrik di Palembang mulai beroperasi pada Juli 2013. Pabrik yang berdiri di atas lahan seluas 10 hektare (ha) ini berkapasitas 8 juta m2 per tahun. Ini merupakan pabrik keempat Arwana. Selama ini, perseroan mengoperasikan tiga pabrik di Jawa, masing-masing di Tangerang Banten (Plant I), di Serang Banten (Plant II) dan di Gresik Jawa Timur (Plant III).

Tahun 2013 ini, perseroan mengalokasikan belanja modal senilai Rp 160 miliar. Nantinya, dana belanja modal ini digunakan untuk merampungkan pembangunan pabrik di Palembang. Selain Palembang, Arwana terus melebarkan sayapnya ke pasar luar Jawa. Seperti diberitakan sebelumnya, pada tahun lalu, Arwana membuka satu hingga dua jaringan distribusi di Papua. Selama ini, ARNA sudah memiliki satu jaringan distribusi di Papua. (bani)

BERITA TERKAIT

Optimisme Investor Dongkrak Laju IHSG

NERACA Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) Rabu (14/11), ditutup melanjutkan penguatan seiring optimisme investor…

Investor di Bursa Capai 820 Ribu Investor

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan, jumlah investor saham per bulan Oktober 2018 mencapai 820.000 investor berdasarkan…

Investor Pasar Modal di Kalsel Capai 22,26%

Direktur Pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 9 Kalimantan, M Nurdin Subandi mengatakan, jumlah investor pasar modal di Kalimantan Selatan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Keadilan Akan Batasi Ruang Genderuwo Ekonomi

Istilah genderuwo mendadak viral setelah dicetuskan Presiden Jokowi untuk menyebut politikus yang kerjanya hanya menakut-nakuti masyarakat, pandai memengaruhi dan tidak…

BEI Suspensi Saham Shield On Service

Setelah masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) lantaran terjadi peningkatan harga saham di luar kewajara, kini BEI menghentikan…

Gugatan First Media Tidak Terkait Layanan

Kasus hukum yang dijalani PT First Media Tbk (KBLV) memastikan tidak terkait dengan layanan First Media dan layanan operasional perseroan…