Dinilai Berprospek, Grup Bakrie Ragu Lepas Saham - Alasan Masih Dikaji

NERACA

Jakarta – Guna menutupi utang dan menguasai kepemilikan sahamnya di Bumi Plc, Grup Bakrie tengah gencar melepas kepemilikan sahamnya di berbagai anak usahanya, baik di Bakrieland, Grup Bakrie di PT Bumi Resources Tbk juga mengurangi di PT Energi Mega Persada Tbk. Teranyar, Grup Bakrie juga mengkaji melepas sebagian saham di seluruh saham PT Visi Media Asia Tbk (VIVA).

Komisaris Utama VIVA Anindya Bakrie mengatakan, saat ini pihaknya masih pikir-pikir melepas sebagian atau bahkan seluruh saham PT Visi Media Asia Tbk. Namun rencana tersebut juga belum berpikir matang untuk melepas saham tersebut, “Kita pastikan bahwa Viva sangat prospektif, Januari-Februari saja revenue 35-40% lebih tinggi. Ini prospeknya masih bagus jadi belum ada ke arah sana (lepas saham), ini masih gosip. Karena namanya perusahaan publik. Namanya juga kalau grup kita selalu membuat berita," katanya di Jakarta, Rabu (6/3).

Dia menuturkan, ditengah positifnya pertumbuhan ekonomi menjadi pasar yang menjanjikan bagi bisnis di industri media ini. Oleh karena itu, perseroan belum berpikir melepas saham.

Dia menambahkan, semua media selalu berpikir untuk bisa menjadi lebih baik salah satunya dengan melakukan kerjasama. "Bisa berpikir lebih baik. Kerjasama antar media perlu ditingkatkan, contohnya Bakrie Telecom dengan media lain, saya rasa biasa itu sehat," kata Anindya.

Rencanakan Sinergis

Sebelumnya dikabarkan Grup Bakrie akan melepas seluruh saham VIVA. Beberapa pengusaha kelas kakap dalam negeri sudah berminat untuk membeli induk dari stasiun televisi TvOne tersebut.

Salah satu yang santer dibicarakan adalah pengusaha nasional Hary Tanoesoedibjo, pemilik Grup MNC. Selain itu ada juga beberapa pengusaha nasional lain yang berminat menawar.

Sebelumnya, Chief Counsel dan Corporate Secretary VIVA Neil R Tobing pernah bilang, pihaknya tengah melakukan penjajakan pelepasan saham VIVA ke grup media lain, “Sepanjang pengetahuan perseroan, pemegang saham perseroan pernah melakukan panjajakan untuk kemungkinan kerjasama dan sinergi dengan grup media lain,"ujarnya.

Kendatipun demikian, dirinya belum dapatkan informasi dari pemegang saham terkait peralihan saham tersebut, “Mengingat bahwa penjualan atas saham-saham perseroan merupakan hak dari pemegang saham yang bersangkutan, kami belum mendapat informasi sehubungan dengan rencana pemegang saham dari Grup Bakrie untuk menjual saham-saham perseroan yang dimilikinya kepada Grup MNC," jelasnya.

Sebelumnya, CT Corp perusahaan milik Chairul Tanjung berencana mengajukan penawaran senilai US$ 1,2 miliar untuk mengakuisisi mayoritas saham PT Visi Media Asia Tbk(VIVA).

Selain CT, Grup MNC dan Elang Mahkota Teknologi (EMTK) juga dikabarkan berminat mengakuisisi Visi Media Asia pemilik TV One, ANTV dan Vivanews. Bakrie kabarnya melego 51% sahamnya di Visi Media, merespon tersebut, MNC Group yang dimiliki Hary Tanoesoedibjo menjadi pihak yang paling serius untuk mendapatkan Visi Media. Rencananya, pembeli saham Visi Media akan diumumkan dalam beberapa hari ke depan.

Disebutkan, Bakrie menjual sahamnya di Visi Media sekitar US$ 1,2 miliar hingga US$ 2 miliar, meski kapitalisasi pasarnya hanya US$ 845 juta dolar. Asal tahu saja, Visi Media mempunyai dua saluran televisi swasta, TVOne dan ANTV, dan sebuah media online, Vivanews.com. (bani)

BERITA TERKAIT

Harga Saham Melorot Tajam - Saham Cottonindo Masuk Pengawasan BEI

NERACA Jakarta - Perdagangan saham PT Cottonindo Ariesta Tbk (KPAS) masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) karena mengalami…

Debat Capres Apa Masih Menarik?

Oleh: Sigit Pinardi Debat calon presiden-calon wakil presiden pertama dalam rangkaian Pemilihan Umum 2019 akan digelar di Hotel Bidakara, Jakarta,…

Kuras Kocek Rp 460,38 Miliar - TBIG Realisasikan Buyback 96,21 Juta Saham

NERACA Jakarta - Sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) telah membeli kembali atau buyback saham dari…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Tiga Anak Usaha BUMN Bakal IPO di 2019

Menyadari masih sedikitnya perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang go public atau tercatat di pasar modal, mendorong Kementerian Badan…

Impack Pratama Beri Pinjaman Anak Usaha

Dukung pengembangan bisnis anak usaha, PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) melakukan perjanjian hutang piutang dengan anak usahanya PT Impack…

Layani Pasien BPJS Kesehatan - Siloam Tambah Tujuh Rumah Sakit Baru

NERACA Jakarta – Tidak hanya sekedar mencari bisnis semata di industri health care, PT Siloam International Hospital Tbk (SILO) terus…