Jabar Memerlukan Data Statistik Akurat

NERACA

Bandung - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menyatakan ketersediaan data yang valid merupakan salah satu variabel utama yang menentukan keberhasilan pembangunan, baik pada tahap perencanaan, proses maupun evaluasi pembangunan. Alasannya adalah data yang akurat sangat berperan, pada tahap perencanaan sehingga mampu mengidentifikasi kebutuhan dan permasalahan yang dihadapi masyarakat.

Sementara pada tahap proses, lanjut gubernur usai meresmikan Gedung BPS Jabar, Senin kemarin di Bandung, data bermanfaat sebagai input dalam pembangunan. Sedangkan pada tahap evaluasi, data mampu berperan sebagai indikator capaian pembangunan yang telah dilaksanakan.

OLeh karena itu, dia meminta Badan Pusat Statistik (BPS) senentiasa meningkatkan kemampuannya untuk menyediakan data statistik yang akurat, objektif dan relevan, baik yang dimanfaatkan oleh Pemerintah sebagai bahan penyusunan kebijakan,bahan kajian oleh Perguruan Tinggi Negeri/Swasta, maupun masyarakat secara menyeluruh.

Mengingat pentingnya ketersediaan data, Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus berupaya secara intensif menjalin kerjasama dengan BPS Provinsi Jawa Barat, terutama terkait dengan penyediaan data statistik guna keperluan penyusunan kebijakan pembangunan daerah.

Adapun beberapa kerjasama yang pernah dilakukan dalam hal ini melalui Bappeda Provinsi Jawa Barat, diantaranya: Penyusunan Produk Domestik Regional Bruto Jawa Barat, Penyusunan Daerah Dalam Angka Jawa Barat, Penyusunan Data Sosial Ekonomi Daerah (Suseda) Jawa Barat, Penyusunan Data Angkatan Kerja Daerah (Sakerda) Jawa Barat, Penyusunan Proyeksi Penduduk Jawa Barat, Penyusunan Data Basis IPM, dan lain-lain.

BERITA TERKAIT

Jumlah Desa Mandiri di Jabar Hanya 0,67 Persen

Jumlah Desa Mandiri di Jabar Hanya 0,67 Persen NERACA Bandung - Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Jawa Barat…

KERJASAMA DATA KEPENDUDUKAN

Direktur Eksekutif Sumber Daya Manusia dan Administrasi Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Danu Febrianto (kanan) bersama Direktur Fasilitas Pemanfaatan Data dan…

Memanfaatkan “Big Data” untuk Kepentingan Perpajakan

  Oleh: M. Ditya Ariansyah, Pemeriksa Pajak di KPP Pratama Tenggarong   Terdapat tiga sistem pemungutan pajak di Indonesia, salah…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Sambut Bulan Suci Ramadhan 1440 H, Wom Finance Berbagi Kebaikan

Sambut Bulan Suci Ramadhan 1440 H, Wom Finance Berbagi Kebaikan NERACA Jakarta – Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh hikmah.…

Menteri Siti: Sampah Plastik Berbahaya - KLHK Kampanye Puasa Bersih Sampah Plastik di Rest Area Cibubur

Menteri Siti: Sampah Plastik Berbahaya KLHK Kampanye Puasa Bersih Sampah Plastik di Rest Area Cibubur NERACA Jakarta - Dalam rangkaian…

Kemenkop Targetkan 25 Ribu IUMK Melalui OSS

Kemenkop Targetkan 25 Ribu IUMK Melalui OSS NERACA Denpasar - Kementerian Koperasi dan UKM pada 2019 menargetkan sebanyak 25.000 Izin…