Kontrak Baru PTPP Baru Capai Rp 2,3 Triliun - Sampai Februari 2013

NERACA

Jakarta – Diawal tahun 2013, PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP) telah meraih kontrak baru sekitar Rp2,3 triliun hingga Februari 2013, “Kontrak baru hingga Februari 2013 telah mencapai Rp2,3 triliun,”kata Sekretaris Perusahaan PTPP, Betty Ariana di Jakarta, Selasa (5/3).

Baru-baru ini, perseroan mendapatkan proyek perluasan bandara Soekarno Hatta. Proyek perluasan bandara Soekarno Hatta tersebut dikerjakan oleh konsorsium yang terdiri dari PT Wijaya Karya Tbk WIKA), PT Waskita Karya Tbk WSKT), PT Jaya Teknik Indonesia, PT Indulexco, PT PP dan Hyundai Engineering.

PT PP mendapatkan porsi 8,5% dari total proyek tersebut sekitar Rp4,70 triliun. Proyek ini dilaksanakan dalam waktu 850 hari. PTPP menargetkan kontrak baru senilai Rp19,7 tirliun pada 2013 dari kontrak baru 2012 sebesar Rp18 triliun. Kontrak baru itu akan disumbangkan dari sektor engineering, procurement, and construction (EPC), proyek konstruksi dan properti.

Selain itu, kenaikan kontrak baru juga didukung dari gencarnya program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI), “Sektor konstruksi tahun ini masih mengalami peningkatan. Salah satunya didukung adanya program MP3I, “kata Betty.

Kemudian untuk laba tahun 2013, perseroan memproyeksikan dapat mencapai sekitar Rp370 miliar. Pasalnya, untuk order book sepanjang tahun 2012 saja tercatat mampu mengalami peningkatan menjadi Rp28,4 triliun dari tahun sebelumnya yang hanya mencatakan Rp18,4 triliun.

Selain itu, pada bulan Januari 2013, perseroan telah mendapatkan nilai kontrak sebesar Rp 1,1 triliun. Angka tersebut meningkat pesat dibandingkan bulan Januari 2012. Selain dari sektor jasa konstruksi, perseroan juga mengharapkan pencapaian target nilai kontrak akan disumbang dari sektor engineering, procurement, and construction (EPC). Kemudian terakhir, perseroan mengharapkan kontribusi dari sektor properti. Pasalnya, sepanjang tahun 2012 pembangunan perumahan perseroan memperoleh kontrak baru senilai Rp 140 miliar dari perusahaan swasta, yaitu berupa pembangunan gedung di Jawa dan Sulawesi. (bani)

Related posts