Dampak Perseteruan, Lagi Dua Direktur Bumi Plc Mundur

NERACA

Jakarta - Dua direksi perusahaan yang sedang berseteru dengan Grup Bakrie, Bumi Plc, memutuskan untuk mengundurkan diri dengan alasan tekanan komitmen lain. “Bumi Plc mengumumkan Philip Yeo dan Sony Harsono bahwa kedua orang tersebut telah menginformasikan kepada dewan direksi perihal pengunduran dirinya mulai 15 Maret seiring dengan tekanan pihak lain,” tulis Bumi Plc dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (4/3).

Meskipun tidak termasuk dalam dua nama yang disepakati untuk mundur dari dewan direksi pada saat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) bulan lalu, kedua nama tersebut termasuk hal yang tidak dipercayai oleh pihak Rothschild.

Pemegang saham Bumi Plc, Nathaniel Philip Rothschild bahkan menyatakan secara terbuka bahwa dia tidak percaya lagi pada jajaran direksi independen non eksekutif yang ada saat ini yaitu Sir Julian Horn-Smith, Lord Renwick, Steven Shapiro, Sir Graham Hearne, Amir Sambodo, Philip Yeo, Sony Harsono, dan Graham Holdaway.

Pada RUPS bulan lalu, penggantian Sony Harsono ditentang oleh 56 persen suara dalam RUPS tersebut. Sementara Philip Yeo ditentang oleh 57,06 persen. Sebelumnya, adanya pergantian RUPS oleh Bumi Plc diprakarsai oleh Nathaniel Rothschild yang mengusulkan untuk melakukan restrukturisasi jajaran direksi di perusahaan tersebut.

Bahkan, Nat Rothchild dikabarkan telah menghabiskan dana sebesar 16 juta poundsterling untuk membeli 5,2 juta saham Bumi Plc dalam 315 lot untuk menambah kepemilikan saham Nat Rothschild di Bumi Plc.

Tidak cukup sampai di sini, Nathaniel Rothschild mendesak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menyelidiki kabar berkurangnya kepemilikan saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) di PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) dari 87,09% menjadi 45%.Rothschild curiga seluruh transaksi yang dilakukan oleh grup Bakrie di BRMS dilakukan untuk menyuplai kebutuhan induk usahanya, BUMI.

Rothschild mengaku mencatat beberapa poin penting di dalam pemberitaan terkait berkurangnya kepemilikan BUMI di BRMS beberapa hari lalu. “Kami mendesak kepada OJK untuk menyelidiki hal ini dan kami juga akan memanggil Samin Tan, yang merupakan Presiden Komisaris Bumi Resources, Presiden Direktur BRMS, serta Presiden Direktur di Bumi Plc, untuk memberikan kejelasan atas transaksi tersebut,” kata Rothschild. (lia)

BERITA TERKAIT

Penilaian IGJ - Dua Aspek Lemahkan Indonesia Dalam Perdagangan Internasional

NERACA Jakarta – Peneliti senior Indonesia for Global Justice (IGJ) Olisias Gultom menilai, terdapat dua aspek yang membuat lemah Indonesia…

Kinerja Memburuk, Dua Komisaris Minta RUPS Ganti Dirut Garuda

NERACA   Jakarta - Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, rencananya akan digelar akhir bulan ini,…

Ilusi Pertumbuhan Dua Digit

Oleh: Nailul Huda Peneliti INDEF Saat debat kelima Pilpres 2019, salah satu Paslon mengutarakan keinginan untuk memperbaiki ekonomi hingga tumbuh…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Astrindo Raih Pendapatan US$ 27,16 Juta

NERACA Jakarta – Sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) membukukan pendapatan sebesar US$27,16 juta atau melesat…

Optimalkan Tiga Lini Bisnis Baru - Mitra Investindo Siapkan Capex US$ 3 Juta

NERACA Jakarta – Menjaga keberlangsungan usaha pasca bisnis utama terhenti pada akhir tahun lalu, PT Mitra Investindo Tbk (MITI) bakal…

Laba Betonjaya Melesat Tajam 144,59%

Di tahun 2018, PT Betonjaya Manunggal Tbk (BTON) mencatatkan laba tahun berjalan senilai Rp27,81 miliar atau naik 144,59% dibandingkan periode…