Tahun 2012, Laba Operator Seluler Berjatuhan - Laba Indosat Turun Jadi Rp 417,4 Miliar

NERACA

Jakarta – Ditahun 2012, menjadi tahun suram bagi kinerja keuangan perusahaan operator seluler. Pasalnya, selain PT XL Axiata Tbk (EXCL) yang mencatatkan laba turun Rp87 miliar juga dialami PT Indosat Tbk (ISAT).

Disebutkan, PT Indosat Tbk (ISAT) alami penurunan laba yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk tahun 2012 sebesar 52,55% menjadi Rp417,4 miliar. Angka ini dibandingkan laba 2011 yang sebesar Rp879,7 miliar.

Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (4/3). Disebutkan, total pendapatan ISAT pada 2012 naik menjadi Rp22,72 triliun, YoY dari Rp20,57 triliun. Dari pendapatan 2012 tersebut, sebesar Rp18,76 triliun dari seluler dan non seluler Rp3,95 triliun.

Pengeluaran operasional meningkat menjadi Rp19,50 triliun, YoY dari Rp17,49 triliun dan laba sebelum financing item naik menjadi Rp3,21 triliun, YoY dari Rp3,08 triliun. Total pelanggan pada 2012 mencapai 58,5 juta pelanggan, naik 13,1% YoY dari 51,7 juta. Total utang perseroan turun 6,1% menjadi Rp21,98 triliun, YoY dari Rp23,40 triliun.

Asal tahu saja, PT XL Axiata Tbk (EXCL) juga mencatatkan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mengalami penurunan. Laba tersebut turun Rp87 miliar menjadi Rp2,743 triliun pada 2012, dibandingkan Rp2,830 triliun pada 2011.

Sementara pendapatan perseroan justru mengalami kenaikan Rp2,709 triliun dengan pendapatan sebesar Rp20,969 triliun pada 2012, dibandingkan 2011 sebesar Rp18,260 triliun. Laba XL turun lantaran terdapat kerugian akibat selisih kurs sebesar Rp299,172 triliun pada 2012, sementara pada 2011 hanya sebesar Rp143,899 triliun. Akibatnya, laba tahun berjalan perseroan juga mengalami penurunan sebesar Rp66 miliar dari Rp2,830 triliun pada 2011, menjadi Rp2,764 triliun pada 2012.

Sebagai informasi, PT Indosat Tbk tengah memodernisasi jaringan operasi base station (BTS) Indosat dengan teknologi terkini. Modernisasi jaringan menjadi fokus utama perseroan sebagai bagian dari inisiatif guna menjadi pemimpin layanan data, juga memberikan yang terbaik kepada pelanggan dengan meningkatkan kualitas dan cakupan jaringan secara luas.

Disebutkan, program tersebut merupakan implementasi kesiapan jaringan perseroan menggunakan teknologi 3G 900 dan LTE menuju 4G. Perseroan sudah menyiapkan dana investasi sebesar US$800 juta guna program modernisasi tersebut. Maka dengan dana tersebut, pihaknya menargetkan akan memasang kurang lebih sebanyak 25 ribu BTS.

Rencananya, program modernisasi jaringan tersebut akan dilakukan bertahap secara nasional. Khusus Jabodetabek dan Denpasar ditargetkan pada semester pertama 2013 sudah dapat dioperasikan dan dilanjutkan di kota besar di Pulau Jawa sepanjang tahun ini. (bani)

Related posts