Peringkat Bakrieland Turun Jadi CCC.

Dinilai likuiditas modalnya menurun, PT Peringkat Efek Indonesia (Pefindo) akhirnya menurunkan peringkat perusahaan dan obligasi I/2008 seri B PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) menjadi idCCC dari idB.

Informasi tersebut disampaikan Pefindo dalam siaran persnya di Jakarta akhir pekan kemarin. Selain itu, Pefindo juga masih menempatkan peringkat perusahaan pada creditwatch dengan implikasi negatif. Penurunan peringkat disebabkan oleh meningkatnya kekhawatiran terhadap tekanan likuiditas yang dihadapi oleh perusahaan untuk melunasi obligasi I/2008 seri B senilai Rp280 miliar yang akan jatuh tempo pada 11 Maret 2013.

Hingga kini, perusahaan baru mengalokasikan dana sebesar Rp160 miliar untuk pelunasan obligasi tersebut. Sedangkan sisa dana sebesar Rp120 miliar yang diharapkan diperoleh dari hasil divestasi aset masih belum dapat terealisasi.

Perusahaan sedang menunggu penyelesaian administrasi divestasi sebelum dapat menerima pembayaran dari pembeli. "Pefindo akan terus memantau realisasi pembayaran kas dari pembeli tersebut,"kata analis Pefindo, Vonny Widjaja.

Sebagai informasi, pada 31 Desember 2012, pemegang saham perseroan adalah CGMI 1 (custodian code of avenue luxembourg SARL) dengan kepemilikan 10,41%, reksa dana penyertaan terbatas syailendra multi strategy fund sebesar 6,59%, dan publik 83%. Grup Bakrie memiliki sekitar 30% saham perusahaan melalui beberapa nama. (bani)

BERITA TERKAIT

Kuartal Tiga, Rugi Indofarma Turun 45,2%

NERACA Jakarta – Hingga akhir September 2018, perusahaan farmasi PT Indofarma Tbk (INAF) mencatatkan rugi bersih sebesar Rp39,04 miliar atau menyusut…

Rugi Kurs, Laba Bersih GMF Turun 29,29%

NERACA Jakarta –Tingginya beban usaha dan rugi selisih kurs menjadi buntut turunnya pencapaian perolehan laba bersih PT Garuda Maintenance Facility…

Turunnya Peringkat EoDB Tak Pengaruhi Pertumbuhan - PERTUMBUHAN EKONOMI KUARTAL III CAPAI 5,17%

Jakarta-Badan Pusat Statistik (BPS) menilai turunnya peringkat kemudahan berusaha (Ease of Doing Business-EoDB) di Indonesia tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Investor Pasar Modal di Kalsel Capai 22,26%

Direktur Pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 9 Kalimantan, M Nurdin Subandi mengatakan, jumlah investor pasar modal di Kalimantan Selatan…

BEI Catatkan Rekor Baru Emiten Terbanyak

NERACA Jakarta – Tahun 2018 menjadi catatan sejarah bagi PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Pasalnya, sepanjang tahun ini ada 50…

Pendapatan Toba Bara Tumbuh 43,95%

Di kuartal tiga 2018, PT Toba Bara Sejahtra Tbk (TOBA) membukukan pendapatan sebesar US$ 304,10 juta, naik 43,95% dari periode…