Go International dan Atasi Ketergantungan Impor

Ada satu contoh perusahaan nasional kita sudah mendapat kepercayaan di dunia internasional. Perusahaan produk makanan PT Indofood Sukses Makmur Tbk unjuk gigi dengan membeli saham China Minzhong Food Corporation Limited (CMFC) melalui bursa saham Singapura sebesar Rp 717,4 miliar. Dana tersebut ditukar dengan kepemilikan saham sebanyak 98 juta lembar atau 14,95% dari total saham CMFC. Saham tersebut dipatok dengan harga Sin$0,915 per lembarnya.

Sebelumnya, Indofood juga telah mengakuisisi perusahaan makanan di Brazil dan mendirikan IFAR Brazil Pte, Ltd. Perusahaan itu diperlukan untuk mengambil alih saham Companhia Mineira de Aqucar e alcool Participacoes (CMAA) atau Target Group).

Diam-diam, Pertamina pun juga mendapat tawaran untuk membangun kilang minyak di Sudan, Afrika. Wakil Menteri ESDM Susilo Siswoutomo menjelaskan, pemerintah dan parlemen Sudan mengundang Indonesia dan Pertamina untuk berinvestasi di negerinya,” kata Susilo, awal pekan ini.

Negeri itu saat ini memproduksi 500 ribu barrel per hari. Lebih kecil dari produksi minyak Indonesia yang mencapai 900 ribu barrel per hari. Saat ini Indonesia masih kekurangan pasokan 537 ribu barrel per hari atau 43% dari kebutuhan nasional. Sebetulnya Indonesia memiliki energi alternatif pengganti minyak, yaitu batubara.

Kepala Badan Geologi Nasional Sukhyar menyarankan agar Indonesia lepas dari ketergantungan minyak impor dan menggantinya dengan batubara. Produk batubara Indonesia, kata dia, termasuk yang terbaik di dunia. Karena permintaan dalam negeri, termasuk untuk energi pembangkit PLN masih sedikit, mayoritas batubara Indonesia diekspor. Beli minyak dengan harga tinggi, padahal punya batubara dengan harga yang murah.

“Ya saya menyarankan agar pemerintah memprakarsai produksi batubara cair sebagai pengganti elpiji impor,” ujarnya menjawab pertanyaan Neraca. Menurut menerima Bintang Jasa dari Presidden ini, sudah seharusnya pemerintah melakukan hal itu, caranya dengan memperbanyak pemanfaatan energi bersumber batubara, misalnya untuk PLN dan mengubah batubara menjadi cair untuk mengurangi impor elpiji. (saksono)

BERITA TERKAIT

Cegah Perubahan Iklim dengan Atasi Obesitas dan Kurang Gizi

Perubahan iklim tak cuma membuat cuaca jadi tak menentu, tapi juga berhubungan erat dengan masalah gizi seperti obesitas dan kelaparan.…

Kratom, Dilema Daun Ajaib dan Zat Berbahaya

Jika menyebut kopi bisa dipastikan hampir semua orang akan paham arah pembicaraan, namun ceritanya akan ketika bertemu dengan kata Kratom…

Pollux Properti dan BNI Sepakati Kerjasama Fasilitas Pembiayaan KPA - Permudah Konsumen Meisterstadt Batam

Pollux Properti dan BNI Sepakati Kerjasama Fasilitas Pembiayaan KPA Permudah Konsumen Meisterstadt Batam NERACA Jakarta - Pengembang properti PT Pollux…

BERITA LAINNYA DI BISNIS INDONESIA

Media dan Tantangan Teknologi Milenial

Indonesia merupakan negara di dunia yang memiliki banyak media dengan perkiraan berjumlah 47 ribu media yang terbagi dari berbagai model,…

Pers dan Usaha Mendorong Ekonomi Digital

Pers memiliki peran vital mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan berbasis digital di Indonesia. Melalui pemberitaan, pers dapat mempromosikan sekaligus mengedukasi pelaku…

Pers di Era Digital: Idealisme Versus Industri

Pers di Indonesia lahir dari idealisme para pendiri bangsa guna menyuarakan semangat memperjuangkan kemerdekaan kepada masyarakat luas, sejak zaman penjajahan…