Perkuat Pasar Modal, BEI Gandeng Kadin

Lima Perusahaan Siap IPO

Kamis, 28/02/2013

NERACA

Jakarta- Iklim investasi Indonesia yang saat ini ditopang oleh kondisi fundamental perekonomian positif dinilai menjadi peluang bagi perkembangan investasi tahun ini. Hal tersebut menarik beberapa perusahaan yang tergabung dalam Kamar Dagang Indonesia (Kadin) untuk melakukan saham umum perdana (Initial Public Offering/IPO). “Perekonomian Indonesia yang baik mendorong investasi tak langsung dan langsung meningkat di Indonesia,” kata Ketua Kadin Suryo Bambang Sulisto di Jakarta, Rabu (27/2)

Menurutnya, kondisi fundamental ekonomi Indonesia di tengah perekonomian global yang tidak pasti, Indonesia berhasil menjadi pusat perhatian investor. Pihaknya berharap, dengan adanya kerja sama yang dilakukan oleh Kadin dan BEI dapat memberikan banyak manfaat, antara lain meningkatkan tata kelola perusahaan (Good Corporate Governance/GCG) dan pertambahan modal.

Sementara Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Investasi dan Perbankan Rosan P. Roeslani menyampaikan, akan ada lima perusahaan dari anggota kadin yang akan masuk bursa di tahun ini. Bahkan, total nilai emisinya pun dikatakan hampir sebesar Rp3,5 triliun. Kelima perusahaan yang akan mencatatkan sahamnya, yaitu dua di antaranya dari anggota Kadin pusat dan tiga perusahaan berasal dari Kadin daerah.

Adapun sektornya meliputi 2 perusahaan perkapalan, 1 perusahaan perbankan, 1 dari konsumer, dan 1 perusahaan lainnya bergerak dalam bidang investasi. “Perusahaan investasi, Saratoga sudah lagi proses, saya sudah bisa katakan anggota Kadin, dia partner saya itu, saya komisaris saratoga,” kata Rosan.

Investor Asing

Menurutnya, iklim investasi saat ini cukup baik sehingga mampu menarik investor, utamanya asing. Dalam sepuluh terakhir pasar modal juga telah mencatatkan pertumbuhan yang cukup positif, salah satunya pertumbuhan investor lokal yang hampir mencapai 50%.

Meski demikian, pihaknya menilai ada beberapa pekerjaan rumah yang saat ini perlu ditangani pemerintah, antara lain masalah perpajakan dan adanya peraturan tenaga kerja oleh pemerintah. Potensi perusahaan anggota Kadin di daerah cukup potensial. Untuk itu, pihaknya mendorong anggota Kadin yang berada di daerah untuk bisa ikut masuk pasar modal untuk mengembangkan bisnis perusahaan.

Namun, pihaknya menekankan, penting bagi BEI untuk tidak sekadar melakukan sosialisasi. “Inginnya bukan hanya sosialisasi, tapi edukasi. Kalau sosialisasi saja hanya memperbanyak investor tapi kualitasnya ga, ini sensitif.” ujarnya.

Dia menambahkan, mengenai permasalahan investasi dan finansial bagi masyarakat Indonesia masih sangat rendah. Perbankan misalnya, baru mencakup 20% dari total populasi Indonesia, atau masih jauh jika dibandingkan Vietnam yang mencapai 22%. Sementara untuk pasar modal, saat ini sebesar 90% masih terkonsentrasi di Jakarta dan hanya sekitar 10% yang berada di luar Jakarta. (lia)