CVC Capital Partners Ltd Cari Investor Baru - Matahari Kemahalan

NERACA

Jakarta – Rencana PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) melepas saham perusahaan ke investor strategis batal dilakukan lantaran harga yang ditawarkan dinilai kemahalan.

Perusahaan ritel asal Jepang, Aeon Co sebagai pembeli saham PT Matahari Departement Store Tbk, akhirnya memutuskan menarik tawaran sebesar US$ 2,6 miliar yang diajukan bulan lalu. Informasi tersebut disampaikan perseroan, seperti di kutip Blommberg.com, Selasa (26/2).

CVC Capital Partners Ltd kemungkinan harus mencari kembali investor baru yang berminat membeli saham Matahari. Dikabarkan, Aeon sebetulnya telah mengajukan penawaran senilai US$ 2,6 miliar untuk membeli saham Matahari.

Semula, perusahaan akan melepas 40% saham Matahari senilai US$ 1,5 miliar. Tawaran tersebut lebih tinggi 44% dibandingkan penawaran dari Aeon. Perusahaan asal Jepang tersebut akhirnya memutuskan untuk membatalkan penawaran yang dibuat pada 15 Januari 2013 tersebut. Aeon menilai tawaran sebesar US$ 3,5 miliar yang diajukan CVC terlalu mahal.

Pada rapat 4 Februari lalu, pertemuan antara Aeon dan CVC tak dapat menemukan titik temu. Hal ini terungkap dari surat Masaaki Toyoshima, eksekutif dari unit pengembangan bisnis Aeon. Harga penawaran yang diajukan perusahaah investasi itu setara dengan 15 kali EBITDA Matahari pada 2013.

Sebagai informasi, pemilik PT Matahari Department Store Tbk (LPPF), Asia Color Company Ltd (ACC) akhirnya melaksanakan kewajiban menjual saham kembali ke pasar (refloat). Asia Color memilih mekanisme refloat dengan cara private placement.

Perseroan berharap, dengan private placement ini likuiditas LPPF akan meningkat dan mendapatkan keringanan pajak. Pasalnya, jumlah saham publik telah memenuhi ketentuan mendapat potongan pajak sebesar 5%.

Refloat ini merupakan buntut dari akuisisi yang dilakukan oleh CVC Capital, induk usaha dari ACC. CVC mengakuisisi 90,76% saham LPPF dari PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) dan 7,24% dari Pasicif Asia Holding Ltd. Atas aksi itu, CVC Capital harus melakukan tender offer. Setelah masa tender offer, CVC pun harus menjual saham kembali ke publik. Jumlah yang harus dilepas minimal membuat saham publik menjadi 20%.

CVC menguasai saham LPPF melalui perusahaan patungannya dengan MPPA yaitu Meadow Asia Co Ltd (MAC). Dalam perusahaan patungan ini, CVC menguasai 80% MAC dan MPPA 20%. (bani)

BERITA TERKAIT

TKN: Prabowo Kalah Debat, Tidak Perlu Cari Alasan

TKN: Prabowo Kalah Debat, Tidak Perlu Cari Alasan NERACA Jakarta - Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi - KH Maruf…

Komisi III DPR Diminta Pilih Hakim Konstitusi Sosok Baru

Komisi III DPR Diminta Pilih Hakim Konstitusi Sosok Baru NERACA Jakarta - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Prof Dr Jimly…

Optimistis di 2019, BMW Indonesia Bakal Rilis 10 Mobil Baru

BMW Grup Indonesia akan meluncurkan sebanyak 10 mobil terbaru pada 2019, menunjukkan kepercayaan pabrikan mobil mewah asal Jerman itu dalam…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Lima Emiten Belum Bayar Listing Fee

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat jumlah emiten yang mengalami gangguan keberlangsungan usaha atau going concern dan berakibat tidak mampu…

Rayakan Imlek - Kobelco Berikan Special Promo Konsumen

NERACA Jakarta - Rayakan Imlek 2570, PT Daya Kobelco Construction Machinery Indonesia (DK CMI),  menggelar  customer gathering dari seluruh Indonesia.…

WSBP Pangkas Utang Jadi Rp 4,7 Triliun

PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) telah menerima pembayaran termin pada Januari 2019 yang digunakan perseroan untuk pelunasan pinjaman perseroan.…