Menikmati Keindahan Alam dengan Cara yang Berbeda - Camping Ala Hotel Bintang Lima

Para pengelola tempat camping di beberapa lokasi di Jawa Barat, belakangan ini membuat terobosan baru, mereka menawarkan sesuatu yang amat berbeda, yakni membuat bumi perkemahan yang sarat fasilitas layaknya hotel bintang lima.

NERACA

Five star camping lifestyle alias gaya hidup alam bebas, khususnya kemping, mewah dengan gaya hotel bintang lima kini telah menjadi trend saat ini. Bagaimana tidak, camping dengan cara ini kita tidak perlu lagi menyiapka segala sesuatunya, semuanya sudah dipersiapkan oleh penyedia tempat camping tersebut, meski begitu kita tetap bisa merasakan sensasi menyatu dengan alam, menikmati hamparan alam yang indah dan merasakan tidur ala tenda.

Tak heran bermunculan banyak tempat wisata alam dibuka di sekitar lereng Gunung Gede-Pangrango, yakni di Kabupaten Bogor dan Sukabumi. Para pengelola tempat-tempat tersebut menawarkan sesuatu yang amat berbeda, bumi perkemahan yang sarat fasilitas layaknya hotel bintang lima. Resort Camp Site Rumah Dua yang terletak di kawasan Taman Safari, Cisarua, dan Tanakita 5 Stars Camp Site yang dikelola Rakata Adventure di hutan lindung Situ Gunung, Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango, Sukabumi, adalah contoh tempat kemping yang nyaman itu.

Kemping ala resor atau hotel berbintang ini memang jauh dari kemping ala pendaki gunung. Begitu peserta datang, mereka langsung dijemput dengan mobil khusus dari tempat parkir. Tas dan barang bawaan tamu dimasukkan ke mobil berbeda untuk dibawa ke tenda masing-masing tamu, persis layanan concierge di hotel. Tenda tempat para tamu menginap diberi alas sehingga penghuni tidak akan menggigil karena dingin yang menembus dari dasar tenda. Di Rumah Dua, setiap tenda diletakkan di atas panggung kecil setinggi 50 cm. Sedangkan di Rakata, setiap tenda dialasi dengan palet plastik setebal 10 cm dan terpal.

Di mulut tenda diberikan keset untuk membersihkan kaki yang kotor setelah berjalan-jalan di luar. Sementara di Rumah Dua, di setiap mulut tenda diberikan ember berisi air untuk membasuh kaki. Tenda juga terbagi dalam beberapa ruangan, seperti ruang depan, ruang tengah, dan ruang utama atau tempat tidur. Untuk tidur, di Tanakita yang terletak sekitar 130 kilometer dari Jakarta ini telah disiapkan kasur busa ditambah kantong tidur yang di sini berubah fungsi sebagai selimut. Sudah pasti sangat hangat. Ukuran tenda bermacam-macam. Ada yang 2-3 orang per tenda, atau 4-6 orang per tenda.

Dengan konsep resor dan hotel ini, sudah pasti ada kamar mandi yang bersih dengan WC duduk. Pancuran dengan air panas juga tersedia, dan juga konsumsi. Di Rakata yang mulai beroperasi tahun 2006 ini, dengan tarif Rp 450.000 per orang, peserta bisa mendapatkan segala fasilitas dan permainan yang ada denganmakan tiga kali dan makanan kecil dua kali. Di Rumah Dua yang sudah beroperasi sejak tahun 2000, mereka menetapkan tarif Rp 600.000 per tenda untuk tiga orang. Tarif itu termasuk mendapatkan dua kali makan dan makanan kecil.

Tidak seru agaknya jika kemping tidak diikuti dengan kegiatan yang mengasyikkan. Rakata ataupun Rumah Dua menawarkan kegiatan wisata alam, dari treking ke hutan, jalan menyusur sungai hingga ke air terjun, hingga permainan tantangan (outbond), seperti monkey track dan flying fox. Di sini para peserta diajak untuk melakukan aktivitas yang tidak hanya menyehatkan, juga membangun keakraban dan menyemburkan adrenalin untuk kesegaran jiwa. Rakata juga menawarkan pemerahan susu dan memanen di ladang serta memandikan kerbau di sawah. Rumah Dua menawarkan penanaman pohon di areal proyek penghijauan hutan, belajar konservasi alam, serta melihat spesies-spesies hewan dan tanaman yang ditemukan di hutan sekitar Taman Safari.

Selain itu, pada malam hari para peserta juga diajak melihat penangkaran macan dan rusa. Mereka yang ingin naik gunung juga disediakan trek dari yang termudah hingga trek dengan kesulitan tinggi. Bagi anak-anak, Deddy mengatakan, ada banyak program khusus buat mereka. Pada malam hari, para peserta diajak untuk mengelilingi api unggun. Sambil merasakan pisang, ubi, dan kacang rebus, serta denting gitar, suasana romantis di tempat kemping mulai menyusup ke dalam hati para peserta. Menyisakan keindahan alam dalam sanubari.

Related posts