KidZania Sosialisasikan Terapi Chiropractic Modern dan Aman - Bekerjasama dengan Salonpas

Tahukah Anda bahwa Chiropractic tidak saja dapat mengobati orang dewasa, tetapi juga dapat mencegah pertumbuhan tulang belakang anak yang kurang sempurna? Bahkan dapat menyembuhkan anak yang suka ngompol dan mengatasi cedera? Terapi chiropractic yang modern dan aman inilah yang diperkenalkan oleh KidZania Jakarta (PT Aryan Indonesia) bersama Salonpas.

Untuk menciptakan pemahaman dan kesadaran sejak dini untuk merawat tulang belakang, agar berkembang sempurna di masa pertumbuhan. Dijelaskan juga bahwa disini anak-anak dapat menjadi Chiropractor. Mereka diajarkan untuk concern mengenai struktur susunan tulang belakang dan gerakan-gerakan kecil yang aman dan nyaman, seperti pemanasan senam agar otot-otot lentur dan mencegah terjadinya pembengkokan tulang.

Dilanjutkan oleh Bapak Chaerul Tedjamulya, General Manager Marketing Division PT Hisamitsu Pharma Indonesia mengatakan, melalui Coaching Clinic pada hari ini, Salonpas dan KidZania Jakarta ingin turut serta berperan mensosialisasikan kepada masyarakat, bahwa tulang dan kinerja otot suatu pondasi yang membentuk struktur tubuh kita, pembentukan tulang itu sendiri sangat ditentukan di masa bayi atau anak-anak dengan berbagai banyak faktor.

"Terlebih untuk orang dewasa, salonpas percaya dan yakin bahwa dengan adanya self medication, seperti koyo dapat membantu penyembuhan pegal-pegal di area tertentu khususnya di bagian belakang leher dan punggung secara praktis, aman serta mudah,” tuturnya.

Sedangkan Dr. Inez mengatakan, bahwa berbicara mengenai tulang belakang, ada suatu terapi yang memusatkan pada perbaikan susunan tulang belakang yaitu Chiropractic. Chiropractic tergolong aman untuk anak. Anak banyak terbantu dengan Chiropractic karena dapat memperbaiki postur tubuh, scoliosis, tinggi pundak yang tidak sama, mengatasi cedera, serta membantu perkembangan mental anak-anak.

Dr Inez juga menambahkan, penanganan pada cedera akut sangat tergantung pada waktu, dimana terdapat golden period yaitu 6 jam, tujuan penanganan cedera yang optimal adalah mengurangi bengkak dan sakit. Tanda-tanda cedera akut, adanya bengkak dan sakit bila diraba atau dengan penekanan, sakit dirasa bila bergerak aktif maupun pasif. Prinsip utama pada penanganan cedera akut adalah R.I.C.E (Rest, Ice, Compression dan Elevation).

BERITA TERKAIT

Ombudsman Imbau Kementan Sosialisasikan Kebijakan Peningkatan Cadangan Pangan

Ombudsman Imbau Kementan Sosialisasikan Kebijakan Peningkatan Cadangan Pangan NERACA Jakarta - Ombudsman mengimbau kepada Kementerian Pertanian (Kementan) untuk dapat memberikan…

Menakar Independensi dan Akuntabilitas Peradilan

Menakar Independensi dan Akuntabilitas Peradilan NERACA Jakarta - Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), independen adalah kata sifat yang…

Penetapan Bobot Indeks Tambah Unsur Free Float - Tingkatkan Daya Saing dan Mutu

NERACA Jakarta –Dalam rangka meningkatkan daya saing dan mutu indeks di pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) berencana untuk…

BERITA LAINNYA DI KESEHATAN

Indonesia Pimpin Aksi Penanggulangan Zoonosis Global

Pemerintah Indonesia menegaskan komitmen untuk mencegah dan menanggulangi penyebaran penyakit zoonosis secara global dengan menyelenggarakan Pertemuan Pencegahan dan Pengendalian Zoonosis,…

Bersama Hadapi Ancaman Keamanan Kesehatan

Perubahan iklim dan peningkatan resistensi anti-mikroba telah mendorong peningkatan munculnya new-emerging diseases dan re-emerging diseases yang berpotensi pandemik dengan karakteristik…

Mengatasi Diabetes Akut dengan Diet Vegan

Tiga tahun lalu, Khaled Al-Suwaidi (35) mendapat kabar buruk yang mengubah gaya hidupnya secara drastis. Dia didiagnosis menderita penyakit kronis…