Transaksi Harian Nyaris Capai Target Rp 5,5 Triliun - Didorong Investor Asing

NERACA

Jakarta–Derasnya aksi beli investor asing di pasar modal, membuat indeks harga saham gabungan (IHSG) terus menguat dalam dua pekan dan bahkan mencetak rekornya diakhir perdagangan Jum’at akhir pekan kemarin di level 4.651,123.

Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Ito Warsito mengatakan, aktinya aksi beli investor asing membawa rata-rata nilai transaksi harian hingga Kamis, 21 Febuari 2013 mencapai Rp5,3 triliun atau hampir mendekati target yang dipatok BEI hingga akhir tahun sebesar Rp5,5 triliun, “Tingginya rata-rata transaksi harian tersebut dikarenakan meningkatnya minat investor asing dalam perdagangan di secondary market, “katanya di Jakarta akhir pekan kemarin.

Tercatat, aksi beli belu investor asing sudah mencapai Rp 13,4 triliun. Secara historis itu cukup besar yang mencerminkan tingginya kepercayaan asing terhadap fundamental ekonomi dan emiten Indonesia.

Namun, kata Ito, dirinya belum dapat memprediksi nilai rata-rata transaksi harian sepanjang tahun ini.Hanya saja, investor domestik masih sangat mendominasi transaksi perdagangan saham walaupun porsi kepemilikan asing pada saham yang diperdagangkan di bursa mencapai 59%. “Sepanjang tahun ini domestik mendominasi transaksi sebanyak 60%,” tambahnya.

Hal serupa juga dinilai Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang, yang melihat peningkatan rata-rata nilai transaksi bursa karena likuiditas investor asing. “Ada switching obligasi ke pasar saham. Ini juga yang terjadi di Amerika,” ucap Edwin.

Hal tersebut, lanjut Edwin, dikarenakan yield dari pasar saham lebih besar dari obligasi. Apalagi pasar obligasi akan stagnan selama belum terlihat adanya kenaikan atau penurunan tingkat suku bunga. “Secara keseluruhan, terutama masuknya investor baru dari obligasi yang melihat return saham lebih besar,” jelas Edwin.

Sementara Deputy Head of Equity Research Mandiri Sekuritas Tjandra Lienandjaja mengatakan, fundamental ekonomi Indonesia 2013 yang masih positif salah satu pendorong pelaku pasar asing masih masuk ke pasar saham domestik. "Ekonomi makro yang stabil akan berdampak signifikan terhadap pasar modal,"katanya.

Pada perdagangan akhir pekan kemarin, aksi borong saham banyak dilakukan investor asing berbarengan dengan aksi ambil untung investor lokal. Transaksi asing tercatat melakukan pembelian bersih senilai Rp 1,14 triliun di seluruh pasar.

Derasnya dana asing yang masuk lantai bursa kembali mendorong indeks sampai ke posisi tertingginya sepanjang masa. Rekor tertinggi sebelumnya ada di level 4.634,451 setelah bertambah 32,389 poin (0,70%) pada perdagangan Rabu 20 Februari lalu.

Sebelumnya, Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Rahmat Waluyanto pernah bilang, tingginya aliran dana asing (capital inflow) yang masuk ke pasar modal selama ini dinilai akan menyebabkan pasar saham rentan terhadap terjadinya collaps. Karena itu, pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan berupaya mendorong peran investor domestik yang selama ini tidak lebih besar dari asing. (bani)

BERITA TERKAIT

PTPP Realisaikan Kontrak Baru Rp 10,75 Triliun

NERACA Jakarta – Sampai dengan April 2019, PT PP (Persero) Tbk (PTPP) berhasil membukukan kontrak baru sebesar Rp10,75 triliun. “Sampai dengan…

Gelar RUPSLB 2019, PT Pelayaran Tamarin Samudra Targetkan Lima Persen Sahamnya Dimiliki Investor Ritel

Jakarta, PT Pelayaran Tamarin Samudra Tbk (Perseroan) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Jakarta, Kamis (2/5). Dalam…

2024, Target Pindah Ibukota Negara

Pemerintah menargetkan pada tahun 2024 nanti ibukota bisa dipindahkan menuju kota baru. Oleh karena itu, pemindahan ibu kota ini akan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Anggarkan Capex Rp 1,6 Triliun - Adi Sarana Beli 6.500 Unit Armada Baru

NERACA Jakarta - Danai penambahan armada baru guna menunjang bisnisnya, PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) mengalokasikan belanja modal tahun…

BTEK Bidik Private Placement Rp 509,05 Miliar

Perkuat modal dalam mendanai ekspansi bisnisnya, PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk (BTEK) bakal menggelar aksi korporasi penambahan modal tanpa hak…

Tower Bersama Cetak Pendapatan Rp 1,13 Triliun

NERACA Jakarta - Kuartal pertama 2019, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) mencatatkan pendapatan dan EBITDA masing-masing sebesar Rp1,13 triliun…