Gandeng Sucofindo dan Pegadaian, PBNU Bentuk Badan Halal

Meneruskan rekomendasi Musyawarah Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (NU) 2012 di Pondok Pesantren Kempek Cirebon, PBNU membentuk Badan Halal Nahdlatul Ulama (BHNU). Peresmian BHNU itu dilakukan pada 6 Februari 2013. Bahkan, badan itu sudah mendapat restu dari KH Sahal Mahfudh yang juga ketua umum MUI. Di PBNU, Sahal adalah rais aam.

”Alhamdulillah, begitu kita tawarkan ke Rais Aam (PBNU) KH Sahal Mahfudh yang juga ketua umum MUI, beliau setuju,” tutur Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj, ketika itu. Untuk mengoperasikan BHNU, PBNU pun merangkul dua perusahaan Negara (BUMN), yaitu PT Sucofindo dan PT Pegadaian (persero).

Tujuan dibentuknya BHNU adalah untuk melindungi kepentingan konsumen dan pelaku usaha di Indonesia, terutama dari kalangan menengah ke bawah. Menurut Said, sertifikasi halal selama ini masih tergolong mahal sehingga tidak menguntungkan pengusaha kecil dalam persaingan pasar. Namun, kata dia, BHNU tak ingin badan baru itu menyaingi keberadaan LPPOM MUI. “Kecenderungan umum sudah menghendaki jaminan halal setiap produk yang beredar di pasar. Karena itu atas kebutuhan masyarakat, terutama Nahdliyyin, Badan Halal NU kami resmikan operasionalnya,” kata Said Aqil.

Dirut Sucofindo Arief Safari mengatakan, dirinya bersyukur mendapat kepercayaan mengadakan uji laboratorium terhadap sejumlah produk. Kewenangan yang diberikan kepada Sucofindo juga melakukan inspeksi ke perusahaan untuk melihat langsung proses produksi. Sesuai dengan keinginan PBNU, Sucofindo akan melakukan pola subsidi silang biaya sertifikasi halal, yaitu dari usaha besar dan menengah untuk membantu usaha mikro (rumah tangga) dan kecil.

“Selain itu, sebagian lagi biaya sertifikasi halal usaha kecil dan rumah tangga diharapkan dapat dibantu dari dana CSR BUMN lainnya melalui PKBL BUMN,” kata Arief. Saat peluncuran BHNU, secara simbolis juga diserahkan sertifikat halal kepada 100 pengusaha mikro dan kecil. MoU antara PBNU dan Sucofindo ditandatangani Dirut Sucofindo Arief Safari dan Direktur Eksekutif BHNU Prof Maksum Mahfoedz.

Saat ini, Sucofindo memiliki infrastruktur yang tersebar di lebih dari 100 titik layanan di seluruh Indonesia. Laboratorium pengujian yang dimiliki perusahaan pelat merah itu juga memiliki lisensi, akreditasi, dan pengakuan internasional. “Tidak hanya menguji aneka produk industri dari berbagai sektor, selama ini kami juga melayani pengujian berbagai produk konsumen seperti makanan minuman, herbal, jamu, dan obat-obatan,” ujar Arief.

Pada kesempatan itu, PBNU juga menggelar kerjasama dengan PT Pegadaian (persero). Pada kesempatan yang sama, juga ditandatangani MoU antara Badan Halal NU dan PT Pegadaian (Persero) terkait permodalan pelaku usaha, terutama di kelas menengah dan kecil.

Dirut Pegadaian Suwhono mengatakan, Pegadaian merasa bersyukur dapat berkontribusi dalam BHNU. Sebab, pada dasarnya perusahaan yang didirikan untuk berpihak kepada masyarakat menengah ke bawah. (saksono)

BERITA TERKAIT

Jaga Kerukunan dan Toleransi Pasca Kekerasan Terhadap Pemuka Agama

  Oleh : Sulaiman Rahmat, Mahasiswa Universitas Lancang Kuning, Pekanbaru Pada akhir Januari 2018 kemarin, masyarakat dihebohkan dengan kabar ulama…

KNPI Harus Menjadi Inspirator Implementasi Pancasila dan UUD '45 - Bupati Sukabumi

KNPI Harus Menjadi Inspirator Implementasi Pancasila dan UUD '45 Bupati Sukabumi NERACA Sukabumi - Bupati Sukabumi Marwan Hamami meminta Komite…

Adira Insurance Bentuk Tim Tanggap Bencana

      NERACA   Jakarta - Untuk mengantisipasi bencana banjir ini, Adira Insurance telah membentuk tim tanggap bencana yang…

BERITA LAINNYA DI BISNIS INDONESIA

Kontroversi Zakat ASN

Sampai saat ini, draf peraturan mengenai pemotongan gaji ASN untuk zakat belum matang tetapi sudah tersebar di publik dan isu…

Tinjau Ulang Zakat Potong Gaji ASN

Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Helmy Faishal Zaini meminta peninjauan ulang soal kebijakan pemerintah yang akan memotong langsung gaji…

Baznas Harus Siap Kelola Zakat ASN

Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia Zainut Tauhid Saadi mengatakan Badan Amil Zakat Nasional harus siap mengelola zakat aparatur sipil negara…