Per Desember 2012, Penjualan Antam Rp 10, 41 Triliun

Tingginya fluktuasi harga emas di dunia yang diakibatkan sentimen global, memberikan dampak signifikan terhadap penjualan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM). Pasalnya, per Desember 2012 kinerja penjualan perseroan mencapai Rp10,41 triliun atau naik naik tipis dibandingkan pencapaian pada 2011, yaitu sebesar Rp10,38 triliun.

Direktur Utama PT Aneka Tambang Tbk, Alwinsyah Loebis mengatakan, capaian ini cukup baik di tengah kendala penurunan kadar bijih emas di Pongkor, “Ditengah penurunan kadar bijih emas, penjualan Antam masih masih tetap tumbuh,”katanya di Jakarta, Selasa (19/2).

Dia juga menyebutkan, volume produksie emas per akhir 2012 tercatat sebesar 2.849 kilogram (kg) atau naik 93% dari target tahun lalu. Produksi ini terdiri dari tambang Pongkor sebesar 1.700 kg dan sisanya dari tambang Cibaliung.

Sebagai informasi, saat ini emas memberikan kontribusi terbesar terhadap pendapatan perseroan sepanjang 2012, yaitu sebesar 38%. Komoditas ini meraih pendapatan hingga sebesar Rp3,63 triliun.

Penjualan emas sepanjang 2012 tercatat 7.024 kg, nilai ini melebihi target perseroan, yaitu 7.009 kg. Diperkirakan tahun ini Antam akan menargetkan produksi emasnya sebesar 3.316 kg dengan target penjualan 7.601 kg, sebanyak 2.001 kg emas ditargetkan berasal dari tambang Pongkor dan sisanya berasal dari tambang Cibaliung.

Antam akan melaksanakan aktivitas eksplorasi emasnya di wilayah Pongkor, Kabupaten Bogor, Papandayan (Kabupaten Garut), Cibaliung (Kabupaten Pandeglang), Muara Manderas Provinsi Jambi dan Bengkulu Utara. Untuk ekplorasi emas di 2012, Antam telah merealisasikan belanja dananya sebesar Rp 137,3 miliar. (bani)

BERITA TERKAIT

SDPC Patok Rights Issue Rp 110 Per Saham

NERACA Jakarta - Emiten farmasi, PT Millennium Pharmacon International Tbk (SDPC) telah menetapkan harga pelaksanaan rights issue sebesar Rp 110…

Keppel Land Garap Proyek Properti Rp 1 Triliun - Gandeng Metropolitan Land

NERACA Jakarta - Keyakinan pasar properti di Indonesia masih tetap positif, Keppel Land Limited (Keppel Land) kembali menggarap pasar Indonesia…

Dana Kelola Pinnacle Investment Rp 2,3 Triliun

Per September 2017, Pinnacle Investment diperkirakan telah meraup dana kelolaan reksadana mencapai Rp 2,3 triliun. Dana kelolaan perusahaan manajer investasi…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pendapatan BTEL Susut Jadi Rp 1,51 Miliar

Bisnis telekomunikasi milik PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) terus menyusut. Tengok saja, hingga periode 30 Juni 2017 meraih pendapatan sebesar…

Saham IPO ZINC Oversubscribed 500 Kali

Kantungi dana segar hasil peawaran umum saham perdan atau initial public offering (IPO), PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC) menyiapkan…

Hotel dan Residensial Beri Kontribusi - Penjualan PP Properti Proyeksikan Tumbuh 60%

NERACA Jakarta – Jelang tutup tahun yang tinggal dua bulan lagi, PT PP Properti Tbk (PPRO) terus bergerilya untuk memenuhi…