Gelar IPO, Dyandra Media Incar Bisnis Properti

Targetkan Perolehan Dana Rp500 M

Rabu, 20/02/2013

NERACA

Jakarta- PT Dyandra Media International Tbk (DMI), perusahaan yang bergerak pada industri MICE (Meeting, Incentive, Convention and Exhibition), berencana melepas 1.282.000.000 saham baru atau 30 persen dari modal disetor setelah IPO dengan kisaran harga penawaran Rp 315-415 per saham dalam pelaksanaan penawaran saham umum perdana (Initial Public Offering/ IPO).

Proyeksinya, dalam penawaran saham ini, perseroan memperoleh dana segar sekitar Rp 500 miliar, “Kami optimis IPO DMI akan memperoleh tanggapan positif dari kalangan investor domestik dan asing sehingga mampu menguntungkan pertumbuhan bisnis MICE di Indonesia,"kata Direktur DMI, Lilik Oetama di Jakarta, Selasa (19/2).

Nantinya, dana dari IPO tersebut akan digunakan sekitar 67% untuk pengembangan usaha dalam bentuk penyertaan modal pada entitas anak. Sekitar 24% untuk pelunasan pokok utang bank sehubungan dengan proyek-proyek yang sudah dilaksanakan DMI, dan 9% akan digunakan sebagai modal kerja.

Pelepasan saham ke publik oleh perusahaan, lanjut dia, mendukung rencana pengembangan bisnis dalam merespons perkembangan industri MICE. "Indonesia sebagai tujuan MICE yang paling besar. Saat ini India dan Cina sudah cukup jenuh, minimum dapat menjadikan Indonesia terbesar di asia tenggara." jelasnya.

Dalam pelaksanaan IPO, perseroan telah menunjuk Mandiri Sekuritas dan OSK Nusandana Securities Indonesia selaku penjamin pelaksana emisi saham. Untuk proses masa penawaran awal (book builiding) akan berlangsung sejak tanggal 19 Februari hingga 5 Maret 2013. Perseroan juga akan melakukan roadshow ke Kuala Lumpur, Singapura dan Hongkong.

Ekspansi Bisnis

Direktur DMI, Danny Budiharto mengatakan, di samping bisnis utama yang saat ini tengah dijalankan perusahaan, pihaknya akan melakukan ekspansi di bisnis properti, khususnya perhotelan sehingga dapat mendukung rencana pengembangan bisnis MICE sendiri.

Di tahun 2014, DMI menargetkan akan membangun 20 hotel baru dengan jumlah 2.400 unit. "DMI akan menambah tiga convention hall serta sejumlah hotel yang menyerap anggaran senilai Rp300 miliar." jelasnya.

Ketiga convention hall tersebut, menurut Dani adalah pembangunan tahap kedua Bali Nusa Dua Convention center seluas 25000 meter per segi. Selain itu, perusahaan juga tengah melakukan pembangunan Indonesia International Expo di Bumi Serpong Damai (BSD) Tangerang Selatan, Banten, dan pembangunan Makassar Convention Center yang terletak di kawasan Tanjung Bunga Makassar, Sulawesi Selatan.

Danny menyebutkan, untuk pembangunan hotel di Bali, pihaknya menanamkan investasi sebesar Rp 500 miliar, sementara untuk hotel yang berlokasi di wilayah BSD, Tangerang, pihaknya menginvestasikan dana sebesar Rp2,1 triliun, yang ditargetkan akan selesai pada Juni tahun depan. Saat ini pihaknya mencatat, DMI memiliki 1 hotel Santika dan 5 hotel amaris dengan total 657 unit kamar hotel yang di berbagai kota di Indonesia.

Pihaknya mencatat, peluang bisnis MICE masih cukup besar mengingat permintaan yang tinggi untuk penyediaan fasilitas MICE itu sendiri. Di samping pertumbuhan wisatawan, pihaknya mencatat global player yang masuk ke Indonesia 4-5 tahun ke depan diperhitungkan masih dalam kondisi aman, terlebih jika pemerintah dapat menjaga kondisi fundamental perekonomian Indonesia. "Untuk capex (capital expenditure/modal kerja, red) kami lebih dari dana IPO, karena dalam dua tahun lebih dari Rp1 triliun. " jelas Direktur Keuangan, Budi Yanto Lusli.

Di samping dana yang diperoleh dari penawaran saham umum perdana, pihaknya akan menggunakan pinjaman perbankan. Sementara untuk total aset yang dimiliki perusahaan saat ini yaitu sekitar Rp3-5 triliun. Dengan pengembangan bisnis yang dilakukan perusahaan, pihaknya menargetkan pendapatan dapat bertumbuh sekitar 40%, dan laba bersih sekitar 35%. (lia)