Nusantara Infrastructure Garap Dua Proyek Tol

Nilai Proyek Sekitar Rp 5 Triliun

Selasa, 19/02/2013
NERACA Jakarta – Masih berprospeknya bisnis jalan tol seiring dengan sedikit pemainnya, memicu PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) makin ekspansi di jalan tol. Teranyar, perseroan siap menggarap dua proyek tol yaitu Serpong-Balaraja dan Medan Kualanamu dengan nilai sebesar Rp 5 triliun atau US$ 580 juta. Direktur Finansial dan Operasional META, Ruswin Naszir mengatakan, saat ini perseroan segera menyelesaikan proses tender proyek tersebut. Diperkirakan, dalam jangka waktu tiga bulan proses tender itu akan diselesaikan. "Jadi yang sudah mengajukan tahap pra kualifikasi sekitar 10 perusahaan, tapi akan ada 4 perusahaan yang lolos. Kami optimis perseroan akan lolos tender tersebut," katanya di Jakarta, Senin (18/2). Nantinya, perseroan akan menggarap tol balaraja sepanjang 30 km di tol balaraja. Untuk tahap awal Perseroan akan menggarap 10 km terlebih dahulu pada tahun 2014 dan diperkirakan akan selesai di tahun 2016 mendatang. "Kami akan menggandeng BSD City untuk mempermudah pembebasan lahan dalam proyek tol ini,"ujarnya. Selain itu, perseroan juga akan mengikuti tender pembangunan tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi. Tidak hanya itu, perseroan mengklaim pendapatan tahun 2012 bisa tumbuh 15% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pendapatan 2012 Maka dengan demikian, pendapatan akhir tahun 2012 diperkirakan melebihi Rp 267 miliar dari tahun sebelumnya yang hanya Rp 232 miliar. Kata Managing Director Nusantara Infrastructure, Bernardus Djonoputro, pertumbuhan pendapatan ditopang oleh volume lalu lintas dan pendapatan di sektor tol yang terus mengalami peningkatan. Perseroan mencatat pada tahun 2012, volume lalu lintas yang melalui ruas tol sepanjang 7,25km Bintaro-Serpong mencapai 28.998.815 kendaraan per tahun atau rata-rata 79.232 kendaraan per hari, “Volume ini diperkirakan meningkat 9,2% (CAGR, Compound annual Growth Rate) pada tahun 2010-2015," katanya. Kemudian perseroan mendapat persetujuan dari pemegang saham untuk melakukan restrukturisasi dengan pengalihan kekayaan perseroan berupa seluruh saham-saham milik perseroan di dalam PT Bintaro Serpong Damai (BSD), yakni pengelola jalan tol ruas Bintaro, Serpong dan PT Bosowa Marga Nusantara (BMN) kepada PT Margautama Nusantara (MUN). Transaksi ini dimaksudkan untuk mengantarkan PT MUN sebagai induk perusahaan atas anak perusahaan perseroan yang bergerak dibidang pengelolaan jalan tol, “Kita ingin sub holding yang khusus menangani penggelolaan jalan tol. Aksi ini diproyeksikan akan memberikan kontribusi positif bagi perseroan, yang otomatis akan mendukung daya perseroan dalam upaya terus mengembangkan bisnisnya,” kata Direktur Utama META, M Ramdani Basri. Ramdani menuturkan, latar belakang ini sendiri dilakukan karena perseroan sejak tahun 2006 sudah memiliki divisi yang bergerak di sektor jalan tol namun tidak memiliki holding company. Dengan dibuatnya sub holding jalan tol tersebut, maka saat ini META memiliki 4 sub holding yakni Pelabuhan, Air dan Hydro Power. (bani)

Topik Terkait

ruswin naszir