Parade Lentera Megah dan Atraksi Tatung - Cap Go Meh di Singkawang

Hari ke-15 dalam tahun baru China atau yang lebih dikenal sebagai "Cap Go Meh" akan berlangsung di seluruh penjuru negeri terutama di daerah yang memiliki banyak populasi Etnis Cina seperti di Kalimantan Barat, Bangka-Belitung,Palembang, Pecinan Semarang, Surabaya, Jakarta, Bandung, Manado danMedan. Di Kalimantan Barat, Cap Go Meh, yang tahun ini jatuh pada tanggal24 Februari 2013, akan dirayakan dalam sebuah festival semarak dan megah di kota eksotis Singkawang.

Kota Singkawang rutin sejak dahulu menggelar perayaan meriah ini, bahkan lebih dari satu bulan sebelum perayaan Cap Go Meh maka hotel di Singkawang sudah penuh dipesan. Orang-orang keturunan dari berbagai provinsi bahkan negara Asia lainnya akan datang ke kota ini. Singkawang sendiri dikenal sebagai tempat produsen keramik China berkulitas dan juga memiliki banyak kuil indah.

Di Singkawang Anda dapat menyaksikan parade lentera megah yang akan berlangsung saat malam perayaan Cap Go Meh. Seperti biasa, puncak festival dan seluruh perayaan Tahun Baru China akan diramaikan dengan parade seni kuno tatung. Ritual tatung bertujuan untuk mengusir kemalangan sepanjang sisa tahun. Tatung adalah media ritual perayaan Cap Go Meh untuk menolak roh-roh jahat. Selama ritual tatung, peserta yang akan dirasuki oleh Dewa-Dewa China akan mengalami ketidaksadaran sehingga mereka mampu melakukan tindakan di luar kewajaran orang biasa seperti menginjak pedang, menusukkan kawat baja atau paku ke pipi. Orang-orang yang beratraksi tatung tersebut ajaibnya tidak terluka sama sekali.

Tahun ini, lebih dari 750 tatung yang berasal dari seluruh Nusantara direncanakan akan hadir dalam perayaan Cap Go Meh di Singkawang. Parade Tatung akan dimulai dari Stadion Kridasana di Jalan Gusti Sulung Lelanang, kemudian pindah ke Jalan Diponegoro, Jalan Niaga, Jalan Setia Budi, dan akan berakhir di depan altar dekat patung naga di Jalan Niaga.

Cap Go Meh melambangkan hari ke-15 dan hari terakhir perayaan Tahun Baru Imlek bagi komunitas Tionghoa di seluruh dunia. Cap Go Meh secara harafiah berarti hari kelima belas bulan pertama (Cap = Sepuluh, Go = Lima, Meh = Malam). Ini berarti, masa perayaan Tahun Baru Imlek berlangsung selama lima belas hari. Perayaan ini benar-benar sebuah kegiatan budaya yang menakjubkan dan pastinya sangat layak untuk disaksikan langsung.

BERITA TERKAIT

Apindo, Kadin, dan YLKI Sepakat Perkuat Fungsi dan Kewenangan KPPU

      NERACA   Jakarta - DPP Pemuda Tani Indonesia mengadakan Seminar Nasional dengan Tema “Revisi UU Anti Monopoli:…

Penyelesaian Obligor BLBI Secara Komprehensif dan Adil

  Oleh: Hario Wangsanegara, Alumnus Program Pascasarjana Ilmu Administrasi UI Indonesia sebagai negara hukum berdasarkan UUD 1945 dan Pancasila sepertinya…

Mengenal Penyakit Endometriosis dan Fibroid

Zaskia Sungkar baru saja menjalani operasi endometriosis dan fibroid di Kuala Lumpur, Malaysia. Sebenarnya apa itu endometriosis dan fibroid? Endometriosis…

BERITA LAINNYA DI WISATA INDONESIA

Bangunan Peninggalan Belanda Jadi Alternatif Wisata Bromo

Bangunan tua peninggalan masa kolonial Belanda yang berada di lereng Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur bisa menjadi alternatif wisata…

Ini yang Perlu Anda tahu Sebelum Beli Tiket Murah

Berburu tiket murah sebelum bepergian memang menarik demi menghemat biaya perjalanan, tapi bagaimana agar semua bejalan lancar dan menyenangkan. Perusahaan…

Wisata Padang Ternak di NTT

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur sedang menyiapkan sejumlah lokasi peternakan di daerah itu untuk dikembangkan menjadi kawasan wisata ternak."NTT miliki…