Tampilkan Perkembangan Industri Fashion Indonesia

Ajang IFW 2013

Sabtu, 23/02/2013

Perkembangan dunia fashion pada kenyataannya mampyu membawa angin segar bagi perekonomian Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah khususnya Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, serta Kementerian Koperasi dan UKM akan megelola potensi industri fashion secara serius. Hal tersebut disampaikan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada pembukaan Indonesia Fashion Week (IFW 2013) di Jakarta Convention Centre, pekan lalu.

“Pada tahun 2010, sumbangan ekonomi kreatif terhadap PDB sebesar Rp 473 triliun, sementara pada tahun 2012 jumlahnya meningkat mencapai Rp 524 triliun. Secara presentase, fashion menyumbang 7% terhadap PDB nasional. Sementara itu, penyerapan tenaga kerja bidang fashion pada tahun 2012 mencapai 3,8 juta orang dari 11, 8 juta pekerja,” kata Menparekraf.

Potensi ekonomi kreatif yang sedang berkembang tak lepas dari besarnya potensi pasar domestik serta pertumbuhan masyarakat kelas ekonomi menengah. Melihat hal ini, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, serta Kementerian Koperasi dan UKM akan menjalankan program untuk merintis fashion Indonesia untuk menjadi salah satu pusat mode dunia pada tahun 2025. Sebagai langkah awal, fashion Indonesia ditargetkan akan menguasai pasar Asia pada tahun 2015, serta menguasai pasar busana muslim secara global pada tahun 2020.

Ekonomi kreatif sendiri merupakan sektor yang mengandalkan kreatifitas sebagai daya yang dapat menghasilkan nilai tambah dari suatu barang. Dengan memaksimalkan industri ekonomi kreatif, maka dapat dikatakan kita telah mendukung perkembangan industri lokal. “Sebuah kain misalnya, ketika kain tersebut sudah menjadi busana maka harganya akan meningkat beberapa kali lipat,” lanjutnya.

Disinggung mengenai target pasar produk fashion Indonesia, Mari mengatakan bahwa target pasar produk fashion adalah Asean, khususnya Singapura, Thailand dan Filiphina.

Menteri Perindustrian, M.S Hidayat yang juga hadir dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa pihaknya siap bekerja sama dengan stakeholder terkait untuk memajukan kuantitas dan kualitas produk fashion dalam negeri. “Kami sangat gembira dengan perkembangan industri fashion di tanah air. Melihat hal tersebut, kami optimis industri fashion dapat memasuki pasar dunia,” katanya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Gusmardi Bustami, fashion yang sudah menjadi gaya hidup masyarakat Indonesia dapat menjadi salah satu stimulus bagi perkembangan dunia fashion tanah air. “Permintaan produk fashion terus meningkat, maka kreatifitas para pencang pun terus ditantang,” ujar dia.

Mengenai bisnis fashion yang saat ini banyak dijalankan oleh indystri kecil, Menteri Koperasi dan UKM Syarifuddin Hasan, mengatakan bahwa bisnis fashion sudah diminati masyarakat pelaku usaha. “Kami akan mendukung pekerja industri kecil untuk terus mengembangkan sayap dan menghasilkan produk fashion yang membanggakan sehingga bisa bersaing di pasar nasional dan internasional," tutp Gusmardi.