Konsumsi Meningkat, Saham Sektor Semen Melejit

Dampak Realisasi Proyek MP3EI

Jumat, 15/02/2013

NERACA

Jakarta – Proyeksi hingga akhir tahun konsumsi semen bakal meningkat 9% yang dipicu realisasi pembangunan proyek Masterplan Program Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) serta peningkatan konsumen kelas menengah di Indonesia, memberikan peluang pasar menjanjikan. Oleh karena itu, peningkatan konsumsi semen domestik mulai diantisipasi sejumlah produsen dengan meningkatkan kapasitas produksi seperti PTSemen Indonesia Tbk (SMGR).

PT Semen Indonesia Tbk tahun ini menargetkan produksinya sebesar 26 juta ton. Langkah ini, selain mengantisipasi permintaan konsumen juga menguasai pangsa pasar. Bahkan belum lama ini, perseroan telah melakukan kesepakatan penjualan dan pembelian bersyarat (CSPA) dengan Ha Noi General Export- Import Joint Stock Company (Geleximco), Vietnam.

Melalui kerjasama ini, menjadikan Semen Gresik sebagai pemegang saham mayoritas di perusahaan semen nomer lima terbesar di Yietnam, Thang Long Cement. Selain itu, perseroan juga melakukan strategic holding dengan anggotanya adalah Semen Tonasa, Semen Padang, dan Semen Gresik.

Direktur Utama Semen Gresik Dwi Soetjipto mengatakan, strategic holding ini sebagai respons BUMN persemenan di bawah Semen Gresik Grup terhadap perkembangan dunia bisnis di Indonesia. Terlebih lagi saat ini kompetisi industri semen yang semakin ketat, “Terdapat potensi tekanan terhadap marjin yang sangat dipengaruhi oleh peningkatan persaingan bisnis. BUMN persemenan harus melakukan optimalisasi kinerja, pelayanan dan kualitas pengelolaan bisnis. Karena itulah, kami di Semen Gresik Group yang terdiri atas tiga perusahaan melakukan transformasi korporasi menjadi Semen Indonesia," katanya.

Dia menjelaskan, strategic holding ini bukan berarti sebagai bisnis semen yang sentralistik. Namun manfaatnya adalah saling menguntungkan masing-masing perusahaan. Baik semen Gresik, Semen Tonasa dan Semen Padang akan diberikan kebebasan dalam berinovasi mengembangkan pasar. Bedanya, persemenan akan berjalan lebih integral.

Tingkatkan Daya Saing

Dwi juga mengungkapkan, berdasarkan kajian tim independen, pembentukan strategic holding dengan segala manfaat-manfaatnya diperkirakan dapat meningkatkan daya saing dan memberi kontribusi nilai tambah positif terhadap kelompok usaha semen, “Jika kinerja di masing-masing perusahaan tersebut terus meningkat, tentu saja dampak ke perekonomian di masing-masing daerah yang menjadi basis perusahaan juga akan semakin positif,”tandasnya.

Oleh karena itu, dirinya menyakini, cara ini akan memberikan

multiplier effect ekonominya cukup besar. Misalnya dalam hal mendorong kegiatan ekonomi daerah, menyerap tenaga kerja, peningkatan pendapatan masyarakat, dan menjadi stimulus bagi pembangunan infrastruktur di masing-masing daerah, mulai dari Sumatera Barat, Sulawesi Selatan, hingga Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Karena itu, analis Asia Securities Budi Rustanto masih menyakini, saham sektor semen masih menjanjikan seiring pesatnya pertumbuhan sektor properti. Menurutnya, industri yang satu ini mempunyai keterkaitan yang sangat erat dengan bisnis properti.

Sebelumnya, Ketua Asosiasi Semen Indonesia (ASI) Widodo Santoso mengatakan, tahun ini konsumsi semen nasional diproyeksikan menyentuh 60 juta ton, naik 9% dari realisasi tahun lalu sebesar 55 juta ton karena pemerintah terus memacu proyek MP3EI dan pembangunan properti bagi kelas menengah.

Dia menambahkan, permintaan semen masih didominasi oleh Pulau Jawa yang memiliki tingkat pertumbuhan tinggi di sektor infrastruktur dan disusul Sumatera, Sulawesi dan Kalimantan. (bani)

.