IHSG Mencoba Bertahan Dari Profit Taking

Jumat, 15/02/2013

NERACA

Jakarta – Mengakhiri transaksi perdagangan saham Kamis sore, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat 17,105 poin (0,37%) ke level 4.588,673. Sementara Indeks LQ45 naik 1,386 poin (0,18%) ke level 786,300. Aksi beli kali tak hanya dilakukan investor asing, tapi juga investor domestik. Banyaknya sentimen positif menjadi pemicu aksi buru saham.

Analis Panin Sekuritas, Purwoko Sartono mengatakan, penguatan indeks selain ditopang aksi beli investor asing juga didukung sentimen menguatnya bursa regional, “IHSG BEI kembali bergerak menguat dan mencatat rekor baru, bahkan sempat menembus level 4.600 poin. Kenaikan IHSG menyusul sentiment positif dari ekspektasi akan diluncurkannya paket stimulus baru Jepang," katanya di Jakarta, Kamis (14/2).

Selain itu, sentimen positif juga datang dari keputusan Presiden AS yang menaikkan upah minimum pegawai negeri AS menjadi sembilan dolar AS per jam dan akan meningkatkan perdagangan dengan Eropa, “Obama juga akan mengalokasikan dana sebesar US$ 50 miliar untuk membangung proyek infrastruktur,"ujarnya.

Menurutnya, IHSG BEI saat ini telah memasuki area jenuh beli dan rawan terhadap koreksi. Oleh karena itu, dirinya memproyeksikan indeks BEI Jum’at akhir pekan akan bergerak pada kisaran 4.570-4.600 poin. Saham yang layak dikoleksi diantaranya, Bank CIMB Niaga (BNGA), Bank Negara Indonesia (BBNI), Panin Financial (PNLF) dan Malindo Feedmill (MAIN).

Perdagangan Kamis berjalan sangat ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 192.692 kali pada volume 9,149 miliar lembar saham senilai Rp 6,467 triliun. Sebanyak 130 saham naik, sisanya 121 saham turun, dan 103 saham stagnan.

Pasar saham China dan Taiwan hari ini masih libur, menyambut hari raya Imlek sejak awal pekan. Bursa-bursa di Asia sore ini bergerak mixed dengan kecenderungan menguat. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Mayora (MYOR) naik Rp 800 ke Rp 22.850, Japfa (JPFA) naik Rp 700 ke Rp 8.000, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 500 ke Rp 72.500, dan Sarana Menara (TOWR) naik Rp 350 ke Rp 27.300.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain United Tractor (UNTR) turun Rp 550 ke Rp 19.600, Semen Gresik (SMGR) turun Rp 250 ke Rp 16.500, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 150 ke Rp 15.450, dan XL Axiata (EXCL) turun Rp 150 ke Rp 5.650.

Kemudian pada perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup naik 28,649 poin (0,63%) ke level 4.600,217. Sementara Indeks LQ45 menguat 3,773 poin (0,48%) ke level 788,687. Saham-saham tambang memimpin penguatan, bersama dengan saham berbasis industri dasar dan finansial. Hanya satu sektor yang masih melemah, yaitu sektor aneka industri.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 111.431 kali pada volume 4,623 miliar lembar saham senilai Rp 3,376 triliun. Sebanyak 137 saham naik, sisanya 74 saham turun, dan 113 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Japfa (JPFA) naik Rp 1.400 ke Rp 8.700, Mayora (MYOR) naik Rp 700 ke Rp 22.750, Sarana Menara (TOWR) naik Rp 350 ke Rp 27.300, dan Bumi Teknolkultura (BTEK) naik Rp 160 ke Rp 1.390.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain United Tractor (UNTR) turun Rp 500 ke Rp 19.650, Unilever (UNVR) turun Rp 150 ke Rp 22.650, Garda Tujuh (GTBO) turun Rp 100 ke Rp 6.100, dan XL Axiata (EXCL) turun Rp 100 ke Rp 5.700.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka naik 7,77 poin atau 0,17% ke posisi 4.579,33. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 1,94 poin (0,25%) ke level 786,86. Kepala Riset e-Trading Securities Betrand Raynaldi mengatakan, pada perdagangan Kamis IHSG BEI masih bergerak menguat, hal itu terlihat dari indikator MACD (Moving Average Convergence Divergence) yang menghasilkan sinyal penguatan (bullish)."Diperkirakan indeks BEI bergerak di kisaran 4.480-4.650 poin," ujarnya.

Karena itu, dirinya merekomendasikan beberapa saham yang dapat diperhatikan, yakni Harum Energy (HRUM), Indocement Tunggal Prakasa (INTP), dan Wijaya Karya (WIKA).

Sementara itu, Purwoko Sartono menambahkan, penguatan indeks BEI masih dibayangi oleh kondisi Eropa yang tengah dilanda kekhawatiran akan krisis utang serta politik di Spanyol dan Italia. "Kami memproyeksikan IHSG BEI akan bergerak dengan kecenderungan ruang gerak relatif terbatas di kisaran 4.542-4.590 poin," katanya.

Purwoko merekomendasikan beberapa saham yang dapat diperhatikan, yakni Tiga Pilar Sejahtera Food (AISA), Alam Sutera Realty (ASRI), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Bekasi Fajar Industrial Estate (BEST), Surya Semesta Internusa (SSIA).

Tercatat bursa regional diantaranya indeks Hang Seng, Kamis dibuka menguat 165,33 poin (0,71%) ke level 23.380,49, indeks Nikkei-225 naik 36,99 poin (0,33%) ke level 11.288,40, Straits Times melemah 6,50 poin (0,20%) ke posisi 3.294,54.