Peduli Anak Jalanan CCE Community Beri Edukasi

Sabtu, 16/02/2013

Meski semua kalangan sadar kalau pendidikan merupakan faktor penentu masa depan bangsa. tapi sayang, tidak semua anak di Indonesia dapat mengenyam bangku sekolah lantaran ekonomi keluarga yang tergolong pas-pasan. Ini dapat terlihat dengan masih banyaknya anak-anak jalanan (Anjal) yang berkeliaran di kota-kota besar seperti Jakarta demi mencari uang. Ya, dikota megapolitan ini, kemiskinan menjadi salah satu faktor penyebab seorang anak tidak mendapat pendidikan.

“Anak–anak jalanan tersebut seharusnya mengenyam pendidikan, namun karena tuntutan ekonomi keluarganya. Mereka terpaksa turun ke jalan dan menjadi tulang punggung demi menopang kehidupan keluarganya,” ujar Sekretaris Charity Of Children Education, Agustina Dwi Handayani.

Selain itu, lanjut dia, meskipun biaya sekolah sekarang sudah lebih murah karena pemerintah telah memberikan banyak bantuan seperti beasiswa, Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan sebagainya, namun tidak semua Anjal yang juga merupakan bagian dari penerus bangsa dapat mengeyam pendidikan. Padahal, apabila Anjal tersebut dibina dengan baik, mereka memiliki potensi yang tidak kalah dengan anak pada umumnya.

Oleh karena itu, sambung Dwi, sejumlah anak muda dari 10 universitas di Jakarta yang peduli terhadap pendidikan membentuk sebuah komunitas dengan nama Charity Of Children Education (CCE) Community. Universitas tersebut adalah Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bisnis Indonesia (TIEBI), Universitas Trisakti, Universitas Bina Nusantara (binus), Universitas Pancasila, Universitas Indonesia (UI), Universitas Gunadarma, Universitas Pembangunan Nasional (UPN), Bina Sarana Informatika (BSI), Universitas Islam Negri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, dan Pertamedika.

Melalui School of Life (Sekolah Kehidupan) yang berada di daerah kawasan lapak pemulung Jl. Kebagusan 1 gang kober RT 09/07 kebagusan Pasar Minggu Jakarta Selatan, CCE memberikan pendidikan seperti baca, menulis dan berhitung (Calistung) dan memberikan pengajaran lanjutan kepada 45 orang anak jalanan. Selain itu, demi meningkatkan rasa percaya diri serta sebagai modal masa depan mereka, CCE juga memberikan pendidikan karakter serta keterampilan.

“Untuk meningkatkan kreativitas, CCE memberikan pengajaran melalui asuhan moral dan etika. Salah satunya adalah melaksanakan go green dengan penanaman herbal supaya mereka dapat mengenal fungsi dari sanitasi hygine yang berdampak pada kesehatan,” tutur wanita yang memiliki hobi menulis novel ini.

Tak berhenti disitu, selain bidang pendidikan yang menjadi fokus paling utama, belum lama ini CCE Community juga bergerak di bidang sosial lainnya seperti mengadakan penyuluhan kesehatan yang dilakukan dengan bekerja sama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM ) Stikes pertamedika. Sebagai bentuk keberlanjutan dari programnya, bekerjasama dengan Rumah Sunat Indonesia CCE Comunity rencananya akan mengadakan sunatan masal kepada kurang lebih 50 anak yang akan di gelar di SDN 014 pagi Jl. Kebagusan 1, Jakarta Selatan.

“Dalam kegiatan yang akan diadakan pada 9 Maret 2013 ini, CCE Community akan memberikan Edukasi kepada masyarakat terkait kesehatan dan games-games edukasi yang akan dberikan oleh kakak-kakak mahasiswa yang tergabung dalam CCE Community,” tutup Dwi.

Topik Terkait

agustina dwi handayani