Mengintip Prospek Bisnis Secondary Property

Lingkungan dan fasilitas yang ada di kota-kota besar seperti Jakarta berpengaruh secara langsung terhadap peluang bisis ini, tentu saja itu menguntungkan para broker yang ada.

NERACA

Memasuki tahun 2013, sejumlah kalangan memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dari berbagai prediksi yang diutarakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini bersandar pada masih tingginya konsumsi masyarakat serta kepercayaan investor asing untuk menanamkan modalnya di Tanah Air.

Berdasar perkiraan sejumlah lembaga riset, sektor bisnis yang berpeluang tumbuh pesat pada tahun ini adalah elektronik, fashion, kesehatan, makanan dan minuman, online, otomotif, pariwisata, pendidikan, penerbangan, telekomunikasi, serta properti. Hal ini tidak lepas dari pola pertumbuhan ekonomi yang terbentuk dari pasar domestik, dengan kata lain konsumsi masyarakat.

Jika berbicara mengenai perekonomian Jakarta, ada tiga faktor fundamental yang tidak dapat dihilangkan, yakni: bisnis properti, kuliner, dan jasa. Ketiga hal ini menjadi pendukung utama perkembangan hunian. Diprediksi, ketiga hal itu masih akan mendominasi pertumbuhan ekonomi di Kawasan Kepala Naga ini pada tahun 2013.

Prospek bisnis secondary property di Jakarta diyakini akan kembali tumbuh seperti lima tahun terakhir. Keyakinan ini diungkapkan berbagai pihak, mulai dari pengamat, asosiasi broker, hingga agen broker itu sendiri.

Contohnya keyakinan King Nardi Wijaya dari Century 21, dia mengatakan, prospek secondary property di Jakarta setiap tahunnya selalu tinggi. Kondisi ini sebenarnya cukup mengherankan. Sebab, siapa yang tidak kenal dengan kemacetan yang akrab setiap harinya.

Ya, minat pembeli untuk memiliki properti di kawasan ini tidak pernah surut. Karena, banyak terdapat aspek yang membuat bisnis secondary property dan broker properti di Jakarta kian hari kian besar. Bahkan, bisnis ini siap menggantikan primary property dan para pengembang dalam merajai bisnis properti.

Jakarta sendiri, sangat diminati, karena mulai dari rumah, tempat kerja, sekolah, mal, fasilitas sosial dan umum, semua ada. Sangat jarang kawasan strategis dan lengkap seperti ini. “Karena harga rumah baru cukup mahal, kita makanya cari rumah seken,” sebut Anang yang sedang giat mencari rumah seken usia menikah bulan lalu.

Menariknya lagi, secondary property di Kelapa Gading mampu menggerakkan seluruh segmen yang dimilikinya untuk tumbuh bersama. Baik itu landed house, apartemen, hingga ruko dan rukan, semuanya sama-sama seken, sama-sama diminati, baik dengan sistem jual-beli maupun sewa. Tidak heran jika setiap tahunnya bisnis ini mengalami pertumbuhan properti.

Istilah secondary dalam bisnis ini, dalam wujud arti kata sesungguhnya juga menggambarkan para peminat properti di kawasan ini juga menjadikan properti sebagai kebutuhan sekunder alias investasi yang ditargetkan memberikan untung.

Khusus di Jakarta, bisnis secondary property masih menjadi ujung tombak bisnis ini, diikuti apartemen dan perkantoran. Pasalnya, ketersediaan lahan semakin sempit di Jakarta. Dan itu tentunya, akan menyulitkan untuk membangun sebuah rumah baru. “Biasanya, rumah baru kini mulai dikembangkan di kawasan pinggiran Jakarta, di sini lahannya sudah semakin sedikit,” tegas King.

Related posts