Pakuwon Siapkan Capex Rp1,7 Triliun

PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) menganggarkan belanja modal (capital expenditure/ capex) pada tahun ini sebesar Rp1,7 triliun. Belanja modal tersebut akan dipergunakan untuk menyelesaikan proyek hotel yang di Gandaria City serta membangun hotel di Surabaya. Sumber dana belanja modal berasal dari dana pinjaman bank swasta dan internal.

Direktur Pengembangan Bisnis Pakuwon, Ivy Wong mengatakan, perseroan akan membangun Kota Kasablanka tahap 2. Di tempat tersebut rencananya terdiri dari kondominium dan perkantoran. “Investasi mencapai 1,2 triliun rupiah dan kami akan membangun dua tower kondominium dan satu tower office,” katanya di Jakarta, kemarin.

Dia menjelaskan, pada tahun ini perseroan menargetkan membukukan marketing sales Rp2,9 triliun atau naik 52,63% dari realisasi tahun lalu. Pada 2012 perseroan membukukan marketing sales Rp1,9 triliun. Capaian itu melampaui target yang telah ditetapkan sebelumnya yakni Rp1,8 triliun. Proyek Kota Kasablanka tercatat paling banyak memberi berkontribusi yakni sekitar 60% terhadap marketing sales. Sedangkan proyek di Surabaya menyumbang sekitar 40%.

Saat ini recurring income perseroan mencapai 50% dari total pendapatan. Nilai tersebut berasal dari mal sebesar 80% dan sisanya yakni 20% dari hotel. Tingkat okupansi untuk proyek komersial Mal mencapai 98% .

Perseroan masih memiliki landbank sekitar 200 hektar di Surabaya Barat dan Timur. Rencananya landbank tersebut akan dipergunakan untuk pembangunan perumahan

dan town ship.

Sementara analis PT Henan Putihrai Asset Management Felix Sindhunata, percaya sektor properti tetap memberikan dorongan positif terhadap equity market Indonesia.

Hal ini didorong oleh korelasi positif antara pertumbuhan ekonomi dan penjualan properti yang sangat kuat. "Menurut pandangan kami, Indonesia masih memiliki ruang untuk tumbuh di 2013 dan didukung dengan suku bunga acuan yang dipertahankan di level rendah, Kami percaya kedua faktor tersebut dapat mendorong kenaikan pertumbuhan properti di 2013," ucap dia dalam risetnya. (bani)

BERITA TERKAIT

Kemensos Pede Kenaikan PKH Rp32 Triliun Disetujui DPR

    NERACA Jakarta – Kementerian Sosial optimistis kenaikan anggaran Program Keluarga Harapan (PKH) hingga dua kali lipat mencapai Rp32…

Rp7,1 Triliun Dana Asing Masuk Ke Pasar Keuangan

  NERACA Jakarta - Modal asing yang masuk ke pasar keuangan terutama melalui Surat Berharga Negara mencapai Rp7,1 triliun dalam…

Raperda LPJ APBD Rp3,3 Triliun Walikota Depok Ditolak Fraksi - Diusulkan Agar DPRD Bentuk Pansus

Raperda LPJ APBD Rp3,3 Triliun Walikota Depok Ditolak Fraksi Diusulkan Agar DPRD Bentuk Pansus NERACA Depok - Meski baru saja…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Rencana Perubahan Lot Saham - APEI: Perlu Ada Kesiapan Anggota Bursa

NERACA Jakarta – Rencana direktur utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Inarno Djajadi bersama tim menurunkan jumlah satu lot jadi…

Pacu Nilai Tambah di Sektor Hilir - MGRO Bangun Pabrik Senilai Rp 330 Miliar

NERACA Jakarta – Mengantungi dana segar dari IPO, PT Mahkota Group Tbk (MGRO) akan berinvetasi sebesar Rp 330 miliar membangun…

Kembangkan Ekspansi Bisnis - NFC Indonesia Buka Peluang Untuk Akuisisi

NERACA Jakarta – Debut perdana di pasar modal, harga saham PT NFC Indonesia Tbk (NFCX) langsung dibuka menguat 49,73% pada…