Di Balik Cerita Matinya si Jago Soft Drink

Ada cerita, di sebuah universitas di India diadakan lomba minum coca cola. Pemenangnya adalah seorang mahasiswa yang berhasil meneguk 8 botol. Namun, tak lama kemudian sang juara itu tewas dalam keadaan lemas. Rupanya, tubuh dan darah dia kelebihan kadar karbondioksida (CO2) dan kekurangan oksigen (O2).

Soft drink adalah minuman berkarbonasi, yaitu dimasukkannya unsur karbondioksida ke dalam minuman tersebut. Selain itu, minuman berkarbonasi kebanyakan ditambahkan sejumlah bahan seperti perasa, pewarna, pengawet, garam, asam, dan pemanis. Bahan pemanis itu ada yang berupa gula dan pemanis buatan. Tapi kebanyakan menggunakan pemanis buatan dari jenis aspartam yang manisnya bisa 200 kali manis gula asli.

Dalam sebuah tesis yang diterbitkan Universitas Sumatera Utara, disebutkan, minuman berkarbonasi menimbulkan sejumlah dampak negatif bagi tubuh manusia. Yaitu, kelebihan berat badan atau obesitas, karies gigi, diabetes, dan keropos tulang atau osteoporosis, juga fraktur tulang terutama bagi perempuan.

Dampak Positif

Namun, di balik dampak negatif, tentu ada dampak positif di balik minuman barkarbonasi. Di antaranya, untuk membersihkan toilet. Tunggu sejam, kemudian siram sampai bersih. Asam sitric dalam Coca-Cola menghilangkan noda-noda dari keramik. Untuk membersihkan karburator mobil, campur sekaleng Coca-Cola ke dalam karburator. Panaskan mesin 15-30 menit. Dinginkan mesin, setelah itu buang air karburator. Anda akan melihat karat yang rontok bersama air tersebut.

Menghilangkan titik-titik karat dari bumper /chrome mobil. Coca-cola dapat dipakai untuk membersihkan korosi dari terminal aki mobil. Minuman ini mampu melonggarkan baut yang berkarat, serta untuk menghilangkan noda lemak pada pakaian. (saksono)

BERITA TERKAIT

Ada Ramdani Basri di Balik Matahari Kapital - Sang Pengendali Saham META

NERACA Jakarta - PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) dalam tanggapan atas permintaan penjelasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), kemarin mengungkapkan…

Pergerakan IHSG Balik Arah Ke Zona Merah - Minim Sentimen Positif

NERACA Jakarta – Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Rabu sore (27/9) berbalik arah ke zona merah, dimana indeks…

Eksistensi Hino Lintas Generasi Gak Ada Matinya - Kiprah 35 Tahun Tumbuh Bersama

Laris manis tanjung kimpul, dagangan laris duit kumpul, pengalaman inilah yang menggambarkan usaha katering ibu Atik (45) yang sudah dirintisnya…

BERITA LAINNYA DI BISNIS INDONESIA

Babak Baru Bisnis e-Commerce

Tercatat beberapa layanan tambah saldo uang elektronik "e-commerce" sudah dihentikan karena sedang menyelesaikan perizinan dari BI. Produk uang elektronik itu,…

UU Perlindungan Konsumen Perlu Direvisi

Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) Ardiansyah Parman mengatakan perlu ada revisi Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen…

Harus Hati-Hati Atur Pajak e-Commerce

Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo menilai pemerintah harus hati-hati mengatur pajak atas perdagangan elektronik (e-commerce)…