Ekspansi Industri Ban Kerek Konsumsi Karet

Senin, 04/02/2013

NERACA

Jakarta - Beberapa produsen ban seperti Hankook, Gajah Tunggal, Multistrada dan beberapa produsen lainnya akan melakukan ekspansi pada 2013 dengan meningkatkan produksinya. Kendati begitu, dari maraknya ekspansi ini maka konsumsi karet di dalam negeri diperkirakan akan mengalami peningkatan sebesar 5% dari realisasi tahun lalu.

"Untuk tahun ini, konsumsi karet di dalam negeri bisa tumbuh 5% dari 2012 karena beberapa produsen ban telah berekspansi dengan membangun pabrik baru. Ekspansi produsen ban telah mengikuti pertumbuhan produksi kendaraan bermotor di Indonesia," kata Direktur Industri Hasil Hutan dan Perkebunan Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Aryan Wargadalam di Jakarta, akhir pekan kemarin.

Aryan menjelaskan total konsumsi karet nasional pada 2012 mencapai 400.000 ton atau sekitar 15% dari total produksi karet yang mencapai 2,8 juta ton. "Dari total konsumsi karet alam nasional, sebanyak 70% di antaranya diserap industri ban," ujarnya. Peningkatan konsumsi karet selain ditopang ekspansi kapasitas produksi produsen ban nasional juga didorong realisasi investasi pabrikan ban global.

Hankook Tire Co Ltd melalui PT Hankook Indonesia akan mengoperasikan pabriknya di Cikarang, Jawa Barat tahun ini. Pembangunan pabrik ban merupakan bagian dari komitmen Hankook untuk berinvestasi US$1,1 miliar dengan kapasitas produksi 18 juta unit ban per tahun hingga 2018. Untuk tahap, awal Hankook investasi sebesar US$353 juta untuk membangun pabrik ban berkapasitas 6 juta unit per tahun. Rencananya, Hankook akan memasarkan 95% produknya untuk ekspor dan 5% untuk pasar domestik.

Sementara itu, PT Multistrada Arah Sarana Tbk (MASA) menaikkan kapasitas produksi ban mobil menjadi 10,41 juta per tahun mulai 2013 serta ekspansi ke luar negeri bakal menjadi faktor utama pendongkrak kinerja keuangan perseroan ke depan. "Kami memperkirakan perseroan mampu menjual sebanyak 9,11 juta ban mobil penumpang pada 2013 atau melonjak dibandingkan realisasi tahun lalu sekitar 6,58 juta," ujar analis Bahana Securities Mitchel Jauwanto.

Selain itu, Direktur Gajah Tunggal Catharina Widjaja mengatakan akan meningkatkan produksi ban. Salah satunya dengan menganggarkan investasi sebesar US$170 juta. Nantinya, lanjut dia, pabrik ini akan memproduksi ban dalam dan ban luar baik untuk kendaraan roda dua maupun roda empat. Dengan ekspansi ini, kapasitas produksi ban motor Gajah Tunggal akan mencapai 105.000 unit per hari, naik 16,66% dibandingkan produksi ban 2011 yang sebesar 90.000 unit per hari. Sementara produksi ban mobil akan menyentuh 45.000 unit per hari, tumbuh 12,5% dari produksi tahun lalu yang sebesar 40.000 unit per hari.

Sebelumnya, pada November 2011, PT Astra Otoparts Tbk juga menjalin kerja sama dengan produsen ban asal Italia, Pirelli & Co SpA. Dalam kerja sama tersebut, Astra Otoparts dan Pirelli bakal membangun pabrik ban sepeda motor senilai US$ 90 juta. Roby Sani, Direktur Astra Otoparts pernah mengatakan, saat ini perusahaan sedang mencari lahan untuk mendirikan pabrik tersebut. Pembangunan pabrik yang dimulai Juni 2012 ini diharapkan akan mulai berproduksi pada 2013. Astra Otoparts berharap, pabrik ini akan beroperasi penuh dan mencapai kapasitas produksi sebesar tujuh juta ban sepeda motor per tahun pada 2016.

Asosiasi Pengusaha Ban Indonesia (APBI) memproyeksikan pertumbuhan penjualan ban nasional pada 2013 akan tumbuh 3-4%. Pertumbuhan industri ban pada tahun depan diperkirakan masih tertekan akibat krisis global seperti yang terjadi di Eropa dan China. Ketua APBI Aziz Pane mengatakan krisis global berpengaruh signifikan terhadap industri ban nasional, karena 72% produksi ban nasional dialokasikan untuk pasar ekspor. Pertumbuhan industri ban tahun depan paling tinggi hanya akan mencapai 3%-4%, lebih tinggi dibanding realisasi 2012 yang diperkirakan hanya sekitar 2%.

Menurut Aziz, krisis Eropa yang dimulai pada 2011 baru berimbas pada industri ban pada kuartal II 2012 lalu, sehingga dampaknya terhadap pertumbuhan akan terlihat pada akhir 2012. Dampak krisis Eropa diperkirakan masih akan berlanjut hingga kuartal II 2013. "Ekspor ban diperkirakan sulit dialihkan ke negara lain, selama dampak krisis Eropa masih bergulir. Dampak krisis dinilai pasti akan memberi efek berantai ke semua negara termasuk ke negara-negara di kawasan Asia Pasifik dan pasar domestik," katanya.

Emiten ban dengan orientasi ekspor seperti PT Goodyear Indonesia Tbk (GDYR) dan PT Multistrada Arah Sarana Tbk (MASA) mencatat penurunan penjualan ekspor di kuartal III 2012. Penjualan ekspor Goodyear Indonesia turun 21,02%, Multistrada turun 16,18%. Sementara penjualan ekspor PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) turun 1,52%. Negara kawasan Asia Pasifik, Amerika, dan Timur Tengah merupakan wilayah tujuan utama ekspor ban Multistrada. Ekspor ban ke Amerika turun 39,7%, sementara ekspor ke wilayah Timur Tengah dan Asia Pasifik masing-masing menurun 11,4% dan 6,6%. Penjualan ekspor ban Gajah Tunggal juga turun Timur Tengah dan Asia. Penjualan ekspor ke Timur Tengah turun turun 34,1%. Sedangkan penjualan ekspor ke Asia lebih tertekan, yakni turun 71%.