Tahun 2012, Kimia Farma Bukukan Laba Rp 201,29 Miliar

NERACA

Jakarta - PT Kimia Farma Tbk (KAEF) mencatatkan laba tahun berjalan (unaudit) naik 17,19% menjadi Rp201,29 miliar pada 2012 dari periode 2011 sekitar Rp171,76 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (31/1).

Disebutkan, kenaikan laba bersih perseroan diikuti kenaikan penjualan bersih naik 7,30% menjadi Rp3,73 triliun pada 2012 dari periode sama sebelumnya Rp3,48 triliun. Beban pokok penjualan perseroan naik menjadi Rp2,56 triliun pada 2012 dari periode sama sebelumnya Rp2,44 triliun.

Selain itu, laba kotor perseroan naik menjadi Rp1,17 triliun pada 2012 dari periode sama sebelumnya Rp1,03 triliun. Perseroan mencatatkan kenaikan di pendapatan lain menjadi Rp24,35 miliar pada 2012 dari periode 2011 sekitar Rp21,64 miliar.

Beban usaha naik menjadi Rp914,99 miliar pada 2012 dari periode sama sebelumnya Rp816,01 miliar. Laba per saham dasar, laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemegang saham biasa entitas induk menjadi 36,11 pada 2012 dari periode sama sebelumnya 30,93.

Total liabilitas perseroan naik menjadi Rp643,49 miliar pada 31 Desember 2012 dari periode sama sebelumnya Rp541,73 miliar. Ekuitas perseroan naik menjadi Rp1,43 triliun pada 31 Desember 2012 dari posisi 31 Desember 2011 sebesar Rp1,25 triliun. Kas dan setara kas perseroan naik menjadi Rp313,91 miliar pada 31 Desember 2012 dari posisi 31 Desember 2011 sebesar Rp199,38 miliar.

Asal tahu saja, PT Kimia Farma Tbk menargetkan penjualan di 2013 sebesar Rp4 triliun. Jumlah tersebut meningkat bila dibandingkan dengan tahun ini yang diperkirakan mencapai Rp3,7 triliun.

Direktur Utama Kimia Farma Rusdi Rosman pernah bilang, untuk menggenjot perolehan tersebut pihaknya akan meningkatkan penjualan obat branded hingga diharapkan dapat lebih besar dari penjualan obat generik. “Hingga November, penjualan kami sudah mencapai Rp3,3 triliun,”katanya.

Selain itu, guna meningkatkan target penjualan. Kimia Farma tengah mempersiapkan pembangunan pabrik yang berlokasi di Jakarta. Untuk usaha tersebut, Kimia Farma menganggarkan investasi sebesar Rp400 miliar dari capital expenditure (capex) 2013 yang disiapkan sebesar Rp660 miliar.

Pabrik tersebut nantinya diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi perseroan setidaknya tiga kali lipat dari kapasitas produksi terpasang saat ini yang mencapai 2,3 miliar tablet per tahun. Peningkatan kapasitas produksi ini, menurut Rusdi juga untuk mengantisipasi berlakunya BPJS pada 2014. “Sementara sisa capex akan kami gunakan untuk membiayai ekspansi kami lainnya seperti membangun membangun 100 klinik dan apotek minimal 50,” ujarnya. (bani)

BERITA TERKAIT

Rampungkan Penyelidikan Nara Hotel - BEI Berharap Keputusannya Adil dan Objektif

NERACA Jakarta – Gagalnya pencatatan saham perdana PT Nara Hotel International Tbk lantaran adanya aduan investor terkait kejanggalan penjatahan saham…

Pasar IPO di Semester Pertama Masih Positif

NERACA Jakarta – Potensi pasar initial public offering (IPO) di dalam negeri masih memiliki prospek positif di tengah ketidakpastian ekonomi…

Khawatiran Virus Corona Menghantui IHSG

NERACA Jakarta –Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis sore kemarin, ditutup terkoreksi di tengah kekhawatiran…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Ombudsman: Saham PGN Turun Rugikan BPJS Ketenagakerjaan

Harga saham PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS) atau PGN sempat terkoreksi akibat adanya wacana penurunan harga gas industri.…

Sengketa Dengan Geo Dipa Energi - Kuasa Hukum BGE : Ada Penyalahgunaan Kewanangan Pejabat KPK

Terkuaknya surat keterangan permohonan klarifikasi kepada Bank HSBC Indonesia yang diterbitkan oleh Deputi bidang Penindakan Komisi Pemberantasa Korupsi, Pahala Nainggolan,…

Sistem ERP SystemEver Pacu Bisnis Distribusi Alkes

Perusahaan distribusi alat kesehatan (Alkes) memegang peranan yang krusial di era industri 4.0. Tantangan mereka bukan hanya menjawab kebutuhan layanan…