BEI Gandeng SMI Suguhkan 18 Saham Infrastruktur

Jumat, 01/02/2013

NERACA

Jakarta- PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bekerja sama dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (PT SMI) meluncurkan indeks harga saham baru, SMinfra 18 yang berisi saham-saham yang bergerak di bidang infrastruktur.

“Saham-saham emiten dalam Indeks SMinfra18 dipilih berdasarkan faktor fundamental yang baik, di mana dalam jangka pendek dinilai bagus dan hampir 50% memiliki prospek untuk jangka panjang.” jelas Direktur Utama SMI, Emma Sri Martini di Jakarta, Kamis (31/1).

Menurut dia, dengan adanya indeks tersebut, diharapkan dapat menjadi acuan bagi para investor dalam berinvestasi. Selain itu, hal tersebut secara tidak langsung dapat mendorong penguatan emiten untuk sektor infrastruktur ke depan. Dalam hal ini pihaknya akan melakukan peninjauan secara per semester atas komponen indeks tersebut, yaitu setiap akhir bulan April dan Oktober sehingga akan dilakukan pembaharuan setiap awal bulan Mei dan November.

Adapun metode perhitungan yang digunakan untuk pengukuran kedelapan belas indeks tersebut, lanjut dia, berbeda dengan metode perhitungan indeks lainnya, yaitu dengan pembobotan berdasarkan kapitalisasi pasar yang disesuaikan. “Metode ini memberikan penyesuaian atas kontribusi jumlah saham tercatat atas saham-saham yang dikategorikan sebagai penunjang infrastruktur, yaitu 80% dari jumlah saham tercatat.” paparnya.

Jadi Acuan Investor

Direktur Utama BEI, Ito Warsito mengatakan, kehadiran indeks SMinfra18 diharapkan dapat menjadi acuan bagi investor. Selain dipilih berdasarkan fundamental yang baik, saham-saham yang termasuk dalam indeks tersebut memiliki kapitalisasi pasar besar serta memiliki free float saham dan transaksi saham yang tinggi baik dari sisi nilai, frekuensi, dan hari transaksi. “Melalui Indeks SMInfra18, investor memiliki pedoman dalam melihat saham-saham perusahaan infrastruktur.” ujarnya.

Selain itu, indeks ini akan membantu percepatan pertumbuhan ekonomi Indonesia, di mana dalam masterplan percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi Indonesia (MP3EI) pemerintah hanya mampu memberikan dana 15-20%. Sementara sisanya diperoleh dari swasta. Di sinilah tugas pasar modal untuk menarik dana-dana segar dari investor.

Ke depan, Indeks SMinfra 18 diproyeksikan dapat menjadi landasan acuan bagi produk pasar modal seperti reksa dana, ETF, serta produk derivatif lainnya. Adapun pilihan saham yang termasuk dalam SMinfro18 yaitu ADHI, CMNP, EXCL, INTA, INTP, ISAT, JSMR, KRAS, MEDC, PGAS, PTP, SMCB, SMGR, SSIA, TBIG, TLKM, UNTR, WIKA. Kedelapan belas saham tersebut merupakan saham-saham pilihan untuk periode Januari-April 2013.

Kepala Eksekutif Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk pasar modal, Nurhaida mengatakan, dengan adanya indeks di sektor infrastruktur dapat mendorong perkembangan produk investasi. Jika selama ini dalam produk reksa dana misalnya, hanya ada reksa dana pendapatan tetap, terproteksi, reksa dana saham dan lainnya maka ke depan dimungkinkan adanya produk reksa dana berbasiskan sektor infrastruktur. “Dengan adanya indeks SMinfra18, ke depan bisa saja ada reksa dana yang portfolionya khusus untuk perusahaan-perusahaan infrastruktur,” jelasnya.

Dengan adanya reksa dana infrastruktur, menurut Nurhaida, akan meningkatkan harga saham perusahaan yang bergerak di sektor infrastruktur. Hal tersebut secara tidak langsung dapat mendukung pembiayaan sektor infrastruktur, yaitu melalui pernerbitan seperti right isue maupun obligasi dengan mendapatkan harga yang baik.(lia)