Sepanjang 2012, Penjualan UNTR Terus Terkoreksi - Desember Penjualan Turun 36,52%

NERACA

Jakarta – Diakhir bulan Desember 2012, PT United Tractors Tbk (UNTR) masih mencatatkan penjualan alat berat turun 36,52% menjadi 6.202 unit pada 2012 dari periode sama sebelumnya 8.467 unit.

Informasi tersebut disampaikan perseroan di Jakarta, Rabu (30/1). Disebutkan, penjualan alat berat Komatsu mencapai 209 unit pada Desember 2012 dibandingkan Desember 2011 mencapai 613 unit. Ditahun 2012, perseroan mencatatkan market share sebesar 43%.

Selain itu, perseroan menjual alat berat untuk sektor pertambangan mencapai 54% pada 2012 dari periode sama sebelumnya 67%, lalu disusul penjualan alat berat untuk sektor agro mencapai 24% pada 2012 dari periode sama sebelumnya hanya 17%, penjualan alat berat ke sektor konstruksi naik menjadi 16% pada 2012 dari periode sama sebelumnya 10%, dan penjualan alat berat ke sektor kehutanan mencapai 6% pada 2012.

Sementara penjualan batu bara mencapai 5,57 juta ton pada 2012 dibandingkan periode sama sebelumnya 4,48 juta ton. Overbudden removal mencapai 855,5 juta ton pada 2012 dari periode sama sebelumnya 796,4 juta ton. Terkoreksinya penjualan UNTR juga terjadi pada bulan November 2012 yang turun 31,05% menjadi 5.993 unit dibandingkan periode sama sebelumnya 7.854 unit.

Meski begitu, penjualan alat berat perseroan naik menjadi 289 unit pada November 2012 dari periode Oktober 2012 sebesar 249 unit. Namun kalau dibandingkan November 2011, penjualan alat berat perseroan turun tajam dari 757 unit menjadi 289 unit.

Sebagai informasi, PT United Tractors Tbk mengalokasikan belanja modal (capex) sekitar US$ 300 juta di tahun 2013. Jumlah itu hanya setengah capex tahun 2012 yang mencapai US$ 650 juta - US$ 700 juta.

Direktur Keuangan UNTR Gidion Hasan pernah bilang, sebesar 60% capex perseroan dialokasikan untuk bisnis kontraktor batubara. Adapun anak usaha yang menaungi bisnis tersebut adalah PT Pamapersada Nusantara (Pama). "Mayoritas klien Pama tahun 2013 menurunkan target produksi batubara,”ujarnya.

Selama ini, bisnis UNTR memang sangat bergantung dari komoditas, terutama batubara. Sekitar 90% pendapatan anak usaha Grup Astra ini dipengaruhi oleh sektor batubara. Ditahun 2012, perseroan memperkirakan akan meraup pendapatan minimal sama dengan 2011 lalu. Sepanjang tahun 2011, UNTR membukukan pendapatan bersih sebesar Rp 55,05 triliun. Sedangkan, laba tahun berjalan mencapai Rp 5,89 triliun.

Penetapan target pesimistis itu dibuat menyusul adanya penurunan target penjualan alat berat tahun ini. Awalnya, anak usaha PT Astra International Tbk ini menargetkan bisa menjual 9.500 unit alat berat sepanjang 2012.

Namun, melihat realisasi penjualan di enam bulan pertama yang di bawah espektasi, manajemen pun merevisi ke bawah target penjualan. Tak lama kemudian, UNTR menurunkan lagi target penjualan alat beratnya menjadi 8.400 unit atau sama dengan tahun 2011.

Gidion pun memperkirakan, tahun 2012, pihaknya hanya bisa membukukan penjualan sebanyak 6.200 unit. Sebab, per September lalu mereka hanya bisa melego 5.455 unit. (bani)

BERITA TERKAIT

Catatkan Penjualan Lahan 25,3 Hektar - DMAS Masih Mengandalkan Kawasan Industri

NERACA Jakarta – Kejar target penjualan, PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) masih fokus mengembangkan kawasan industri. Apalagi, perseroan menerima permintaan lahan…

Bisnis Semen Masih Lesu - Semester Satu, Penjualan SMGR Turun 4,86%

NERACA Jakarta- Lesunya penjualan semen di semester pertama 2019, dirasakan betul bagi produsen semen. Salah satunya PT Semen Indonesia (Persero)…

Berkah Proyek MRT - Intiland Optimis Penjualan Capai Rp2,53 Triliun

NERACA Jakarta – Keberadaan transportasi massal mass rapid transportation (MRT) menjadi sentimen positif untuk mendongkrak penjualan properti milik PT Intiland…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Volume Penjualan Terkoreksi 5,58% - Astra Terus Pacu Penjualan di Semester Kedua

NERACA Jakarta – Lesunya bisnis otomotif di paruh pertama tahun ini memberikan dampak terhadap bisnis otomotif PT Astra International Tbk…

Hartadinata Akuisisi Perusahaan E-Commerce

Kembangkan ekspansi bisnisnya, PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) pada tanggal 15 Juli 2019 menandatangani akta perjanjian penyertaan modal yang pada…

Kasus Hukum Menimpa Tiga Pilar - Investor Ritel Minta Kepastian Hukum

NERACA Jakarta – Kisruh sengketa manajamen PT Tiga Pilar Sejahtera Tbk (AISA) masih menyisakan masalah bagi para investor, khususnya investor…