Sulit Rebut Pasar Otomotif Indonesia

Produsen Mobil Eropa

Sabtu, 02/02/2013

Meningkatnya penjualan kendaraan roda empat di Indonesia membuat persaingan antar produsen mobil asal Asia maupun Eropa kian sengit. Tetapi, hingga saat ini produsen Eropa masih kesulitan merebut pangsa pasar Indonesia.

NERACA

Dari tahun ketahun permintaan kendaraan roda empat di Indonesia kian tinggi, ini bisa kita lihat pabrikan otomotif khususnya roda empat banyak mengalami peningkatan penjualan. Namun hal itu tak dialami para pabrikan asal Eropa, mereka masih kesulitan bersaing di pasar otomotif Indonesia.

Maklum, persaingan pasar mobil di Indonesia memang semakin sulit ini dikarenakan banyak produsen mobil terus berlomba-lomba menjadi yang terbaik, dengan mengeluarkan model-model terbaru dan yang paling penting memahami kebutuhan masyarakat Indonesia.

Nah, sadar akan persaingan industri otomotif kian sengit, produsen-produsen mobil asal Eropa terus merancang perlawanan untuk menjaga kestabilan pangsa pasarnya di Indonesia.Seperti langkah yang diambil BMW misalnya. Pabrik mobil asal Jerman ini dikabarkan tengah mengambil ancang-ancang untuk mengejar ketertinggalan mereka.Apalagi, kedua rival seperti Mercedes Benz dan Audy masing-masing akan segera meluncurkan senjata terbarunya, yaitu CLA 45 AMG dan S3.

Prediksi Penjualan 2013

Banyak kalangan yang memprediksi pertumbuhan otomotif Indonesia akan semakin mentereng. Seperti kata Forst & Sullivan, industri otomotif Indonesia di tahun 2013 tumbuh 7,5% atau mencapai 1,2 juta unit. Sedangkan,Vivek Vaidya, Vice Presiden, Automotive & Transportasi Practice mengatakan, pertumbuhan tersebut akan didukung oleh stabilnya pertumbuhan ekonomi domestik, lancarnya aliran investasi, maraknya pembangunan infrastruktur, serta meningkatnya kapasitas produksi industri otomotif. "Meskipun demikian, pertumbuhan tersebut diperkirakan akan dibatasi oleh sejumlah peraturan yang akan diterapkan pemerintah," kata dia.

Permintaan terhadap segmen mobil penumpang di Indonesia diperkirakan naik 7,6% menjadi 840 unit di tahun 2013 dari 780.500 unit di tahun 2012.

Pertumbuhan juga akan didorong oleh penjualan dari segmen-segmen seperti MPV, SUV dan kelompok. Disamping itu, akan semakin banyak model mobil yang mengadopsi konsep terjangkau dan ramah lingkungan (low cost and green) diperkenalkan ke pasar nasional setelah adanya pengumuman resmi mengenai regulasi LCGC. Model-model tersebut tidak hanya terbatas pada mobil kecil, tetapi juga hybrib serta mobil-mobil yang berbahan bakar gas (CNG).

"Proyeksi pertumbuhan ini juga sangat bergantung pada penerapan Program Low Emission Carbon (LEC)-LCGC. Intinya, program LEC-LCGC akan mengubah posisi Indonesia di peta industri otomotif global," jelasnya.

Pemberlakuan Program LEC-LCGC akan menciptakan peluang untuk mengejar Thailand seiring dengan terbukanya pasar baru yang memungkinkan Indonesia untuk menjadikan negara-negara berkembang sebagai target untuk mengekspor mobil-mobil LCGC.

Di sisi lain, segmen mobil komersial diprediksi tumbuh 7,3% atau mencapai 360 unit di tahun 2013 seiring dengan tumbuhnya ekonomi nasional. Karena,tingginya permintaan dari kegiatan ekonomi domestik seperti sektor retail dan manufaktur akan mendorong pasar truk/pick up, sementara pertumbuhan di sektor kontruksi dan pembangunan infrastruktur akan berdampak pada tingginya penjualan truk berat. "Segmen 4x2 akan tetap menjadi segmen terbesar mengacu pada perkembangan model-model yang diluncurkan pada tahun 2012, dimana sebagian besar model tersebut termasuk dalam kategori 4x2,"tegas dia.

Namun demikian, Vaidya mengingatkan bahwa pencabutan subsidi BBM, kenaikan upah minimum dan pemberlakuan aturan uang muka (down payment) minimum pada pembiayaan otomotif diprediksi akan memberikan dampak negatif pada penjualan mobil baru di 2013.