Adira Targetkan Pembiayaan Syariah Tumbuh 40%

NERACA

Jakarta – Masih berprospeknya bisnis pembiayaan syariah, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) akan menggenjot pasar pembiayaan syariah. Oleh karena itu, perseroan menargetkan pembiayaan syariah tahun 2013 akan meningkat 40% karena tren pertumbuhan industri syariah yang positif.

Direktur Keuangan Adira Finance, I Dewa Made Susila mengatakan, target pembiayaan syariah tahun 2013 meningkat menjadi sampai Rp9 triliun dari sebelumnya sebesar Rp6 triliun, “Motif kita bukan hanya karena ada peraturan DP (down payment) tapi yakin industri syariah akan tumbuh," katanya di Jakarta kemarin.

Dia menuturkan meski Bank Indonesia sudah mengatur soal loan to value (LTV) syariah sebesar 30% namun hal tersebut bisa tertutup oleh adanya kenaikan upah minimum sehingga menimbulkan kenaikan daya beli. Terlebih tren penjualan mobil LCGC (low cost green car) tumbuh lebih banyak sehingga segmen marketnya lebih besar.

Total target pembiayaan Adira Finance sendiri di tahun 2013 bisa mencapai Rp34 triliun atau tumbuh 10% dari tahun sebelumnya sebesar Rp32,4 triliun.

Sebelumnya, perseroan menerbitkan obligasi berkelanjutan II tahap I senilai Rp2 triliun serta sukuk mudharabah berkelanjutan I tahap I sejumlah Rp500 miliar. Sementara ditahun ini, jumlah obligasi Adira Finance yang akan jatuh tempo mencapai Rp2,508 triliun. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

I Dewa Made Susila pernah bilang, obligasi yang jatuh tempo tahun ini adalah obligasi IV tahun 2010 seri C dengan jumlah pokok Rp577 miliar yang jatuh tempo 29 April 2013, obligasi IV tahun 2010 seri D dengan jumlah pokok Rp284 miliar, yang jatuh tempo 29 Oktober 2013.

Kemudian ada obligasi V tahun 2011 seri B dengan jumlah pokok Rp160 miliar yang jatuh tempo pada 27 Mei 2013, obligasi berkelanjutan I tahap I tahun 2011 seri A dengan jumlah pokok Rp325 miliar yang jatuh tempo 16 Desember 2013.

Selain itu ada obligasi berkelanjutan I tahap II tahun 2011 seri A sebesar Rp786 miliar jatuh tempo pada 14 Mei 2013 serta obligasi berkelanjutan I tahap III tahun 2011 seri A sebesar Rp376 miliar yang jatuh tempo 7 Oktober 2013.

Perseroan juga memastikan bahwa dana pelunasan obligasi akan tersedia baik pelunasan pokok maupun bunga obligasi pada saat jatuh tempo. Adapun saldo kas perseroan per 31 Desember 2012 mencapai Rp2,25 triliun yang saat ini tersimpan dalam rekening perusahaan ditambah dengan pembayaran angsuran dari konsumen periode Januari hingga jatuh tempo obligasi yang diyakini cukup untuk pelunasan. (bani)

BERITA TERKAIT

Pemprov Sumsel Minta BSB Salurkan Pembiayaan ke Pelosok

Pemprov Sumsel Minta BSB Salurkan Pembiayaan ke Pelosok NERACA Palembang - Pemprov Sumsel meminta Bank Sumsel Babel (BSB) menggenjot pembiayaan…

Jasa Raharja Targetkan Laba Rp1,6 triliun

      NERACA   Jakarta - PT Jasa Raharja (Persero) menargetkan perolehan laba 2018 sebesar Rp1,6 triliun. Angka tersebut…

Penjualan Fajar Surya Wisesa Tumbuh 50%

Hingga September 2018, PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) membukukan penjualan bersih senilai Rp7,45 triliun atau meningkat 50% year on…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Verena Multifinance Patok Rights Issue Rp140

PT Verena Multifinance Tbk (VRNA) menetapkan harga pelaksanaan penambahan modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau right…

Mandiri Kaji Terbitkan Obligasi US$ 1 Miliar

Perkuat modal guna memacu pertumbuhan penyaluran kredit, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) berencana menerbitkan instrumen utang senilai US$ 1 miliar.…

Realisasi Kontrak Baru PTPP Capai 66,22%

NERACA Jakarta - Sampai dengan September 2018, PT PP (Persero) Tbk (PTPP) berhasil mengantongi total kontrak baru sebesar Rp32,45 triliun.…