Bangun Hotel Budget, Ciputra Investasi Rp 255 Miliar

NERACA

Jakarta- PT Ciputra Development Tbk (CTRA) berencana membangun lima hotel budget pada tahun ini dengan nilai investasi yang diperkirakan mencapai Rp225 miliar, “Pendanaannya bersumber dari perusahaan dan juga pinjaman perbankan. Komposisinya 50% - 50%,”kata Corporate Secretary Ciputra Development, Tulus Santoso di Jakarta, Selasa (29/1).

Dia menuturkan, untuk masing-masing satu hotel budget diperkirakan menelan dana sekitar Rp 45 miliar. Rencana perseroan akan menambah sekitar lima hotel budget di daerah Serpong, Bintaro, Bengkul, Banjarmasin, dan Bandung.

Menurutnya, konsep hotel budget tidak melakukan joint atau gabungan dengan perusahaan lainnya yaitu perseroan akan membangun dan milik sendiri. “Konsepnya sendiri tidak melakukan joint dengan perusahaan siapapun, tanahnya sudah dibeli dan saat ini tengah proses izin. Jika sudah selesai bisa diproses kapanpun,” ujarnya.

Hotel budget tersebut, lanjut dia, nantinya ditargetkan dapat berkontribusi sebesar 10% kepada kinerja perseroan ke depan. Namun, hitungan tersebut masih menunggu jika hotel-hotel tersebut telah selesai.

Kata Tulus, anggaran dana belanja modal hotel budget tersebut sudah termasuk pada anggaran belanja modal pada tahun ini sebesar Rp 2 triliun. Disebutkan, perseroan pada tahun lalu telah membangun dua hotel budget didaerah Cirebon dan Semarang.

Sementara itu, Ciputra Developmet memproyeksikan laba bersih pada tahun depan mencapai Rp720 miliar atau naik 60% dibandingkan dengan target laba bersih 2012 sebesar Rp450 miliar. Hal tersebut didukung adanya sejumlah proyek yang akan diluncurkan. Salah satunya, yaitu sekitar 10 proyek baru di beberapa wilayah seperti Sulawesi dan Kalimantan, “Perseroan memperkirakan minat beli masyarakat masih akan tinggi, selain itu juga suku bunga dari perbankan juga masih stabil,” jelasnya.

Adapun dana untuk belanja modal 2013, menurut dia, didapat dari pinjaman mencapai 50% dan sisanya berasal dari kas internal perseroan. Sebagai informasi, Ciputra Development menargetkan pendapatan usaha pada tahun depan sebesar Rp5,12 triliun, atau tumbuh 60% dibandingkan target pendapatan tahun ini sebesar Rp3,2 triliun.

Sebagai informasi, PT Ciputra Development Tbk menargetkan marketing sales mencapai Rp9 triliun-Rp10 triliun pada 2013 atau tumbuh dibandingkan tahun lalu sebesar Rp 6,4 triliun. Dimana pencapaian tersebut akan didukung dari target peluncuran 10 proyek baru.

Disamping itu, perseroan juga akan meluncurkan proyek perumahan di Pontianak, Kalimantan Barat, Cirebon, Semarang, Jawa Tengah, dan Yogyakarta. Pada tahun ini, perseroan juga akan menganggarkan dana belanja modal sekitar Rp2 triliun. Dana belanja modal itu akan digunakan untuk melanjutkan proyek yang sudah ada seperti CIputra World 1 dan 2, dan sejumlah proyek baru pada 2013. Rencananya, dana belanja modal akan didapatkan dari kas internal. (lia)

BERITA TERKAIT

OJK Ikut Bangun 1.000 Unit Hunian Sementara

    NERACA   Palu - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan industri jasa keuangan siap membangun 1.000 unit hunian sementara…

Minat Investasi Syariah di DIY Tumbuh Signifikan - Pasar Sukuk Selalu Oversubscribe

NERACA Yogyakarta - Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta menyebutkan tren pertumbuhan investor pasar modal syariah di daerah…

Mandiri Kaji Terbitkan Obligasi US$ 1 Miliar

Perkuat modal guna memacu pertumbuhan penyaluran kredit, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) berencana menerbitkan instrumen utang senilai US$ 1 miliar.…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Verena Multifinance Patok Rights Issue Rp140

PT Verena Multifinance Tbk (VRNA) menetapkan harga pelaksanaan penambahan modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau right…

Mandiri Kaji Terbitkan Obligasi US$ 1 Miliar

Perkuat modal guna memacu pertumbuhan penyaluran kredit, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) berencana menerbitkan instrumen utang senilai US$ 1 miliar.…

Realisasi Kontrak Baru PTPP Capai 66,22%

NERACA Jakarta - Sampai dengan September 2018, PT PP (Persero) Tbk (PTPP) berhasil mengantongi total kontrak baru sebesar Rp32,45 triliun.…