Bangun Pabrik, Spindo Investasikan Dana Rp 1,3 Triliun - Targetkan Produksi 400 Ribu Ton

NERACA

Jakarta – Produsen pipa baja, PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (Spindo) menginvestasikan dana sebesar Rp 1,3 triliun untuk pembangunan pabrik baru di Gresik dan penambahan mesin. Pasalnya, perseroan ditahun 2013 menargetkan produksi pipa baja sebesar 400 ribu ton atau meningkat dibandingkan tahun 2012 sebesar 317.400 ton.

Wakil Direktur Utama Tedja Sukmana Hudianto mengatakan, pembangunan pabrik di Gresik Jawa Timur akan memproduksi pipa baja dengan ukuran 12 sampai 20 inci, “Investasi pembangunan pabrik dan pembelian mesin baru mencapai sekitar Rp 1,3 triliun,”katanya di Jakarta, Senin (28/1).

Dia mengungkapkan, pembangunan pabrik baru di Gresik dimaksudkan untuk penigkatan produksi pipa untuk minyak dan gas. Karena selama ini, perseroan lebih banyak penjualan pipa untuk kontruksi dan infrastruktur.

Nantinya, pabrik baru di Gresik akan mempunyai kapasitas produksi 26 ribu matrik ton dan hasil penjualan pipa untuk sektor migas bisa dihitung pada tahun 2014 dan 2015. Asal tahu saja, selama ini kontribusi penjualan pipa baja perseroan masih di dominasi dari sektor infrastruktur dan konstruksi sebesar 56%, otomotif sebesar 10%, bidang jasa sekitar 25% dan sisanya di sektor furnitur 5% dan minyak dan gas 4%.

Kemudian, kata Tedja Sukmana, ditahun 2013 perseroan menargetkan penjualan sebesar Rp 4 triliun atau tumbuh dibandingkan penjualan di 2012 sebesar Rp 3,1 triliun. Sementara untuk laba di 2013 sebesar Rp 260 miliar. Selain itu, untuk belanja modal hingga tahun 2014, perseroan menganggarkan dana sebesar Rp 1,6 triliun. Dimana dana tersebut akan dibelanjakan untuk perbaikan mesin, meningkatkan kapasitas produksi dan mutu.

Saham Perdana

Sementara untuk penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO), perseroan menawarhan harga saham di kisaran Rp260-Rp390 per saham dengan saham yang di lepas ke public sebanyak 2,9 miliar saham.

Kata Tedja, dana yang diperoleh dari hasi IPO rencananya akan dialokasikan sebesar 43% untuk belanja modal. Sedangkan 12% untuk melunasi kredit modal kerja ke Indonesia Eximbak, “Sisanya 45% digunakan untuk peningkatan modal kerja,”ungkapnya.

Saat ini sekitar 93,79% saham perseroan dimiliki oleh PT Cakra Bhakti Para Putra dan dengan melakukan IPO saham yang dimiliki Cakra Bahkri menjadi 55,34% saja. Adapun sebagai penjamin emisi adalah PT Andalan Artha Advisindo Sekuritas.

Masa penawaran diperkirakan akan dimulai pada 28 Januari-4 Februari 2013. Kemudian, masa penjatahan dilakukan pada 20 Februari 2013. Sedangkan pencatatan saham di bursa dilakukan pada 22 Februari 2013.

Perseroan mencatatkan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik menjadi Rp78,87 miliar hingga September 2012 dari periode sama sebelumnya Rp73,09 miliar. Total liabilitas yang dicatakan perseroan mencapai Rp2,57 triliun pada 30 September 2012 dari posisi 30 September 2011 sebesar Rp1,81 triliun. Aset perseroan mencapai Rp3,29 triliun pada 30 September 2012 dari periode 30 September 2011 sebesar Rp2,23 triliun. Kas dan bank perseroan mencapai Rp8,06 miliar pada 30 September 2012 dari posisi 30 September 2011 sebesar Rp11,60 miliar. (bani)

BERITA TERKAIT

Menakar Potensi Pasar Dinfra Jasa Marga - Bidik Dana Rp 1,5 Triliun

NERACA Jakarta – Setelah sukses melakukan sekuritisasi aset untuk mendanai pengembangan jalan tol, rupanya membuat PT Jasa Marga (Persero) Tbk…

Dana Eksplorasi INCO Capai Rp 8,39 Miliar

Sepanjang September 2018, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) telah menggelontorkan dana kegiatan eksplorasi sebesar US$ 552.865 atau sekitar Rp 8,39…

Korupsi Dana Desa

Desa yang bakal kebanjiran anggaran negara pada hakikatnya bertujuan mulia, yaitu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Namun pada kenyataannya, banyak…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Bersama WIKA dan Summarecon - MUN Ikut Konsorsium Tol Dalam Kota Bandung

NERACA Jakarta - PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) lewat anak usahanya PT Margautama Nusantara (MUN) bersama PT Wijaya Karya (Persero)…

Pendapatan Bali Towerindo Tumbuh 42%

NERACA Jakarta - Di kuartal tiga 2018, PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI) membukukan kenaikan pendapatan usaha 42% menjadi Rp…

Pefindo Beri Peringkat AA- Chandra Asri

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menegaskan rating untuk PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) pada idAA-. Outlook rating TPIA stable. Rating…