Raih Tiga Kontrak Baru, Medco Kantongi Dana US$21 Juta

NERACA

Jakarta- PT Medco Energi International Tbk (MEDC) mendapatkan dana sebesar US$21 juta dari adanya kesepakatan tiga kontrak pasokan gas dengan pembeli gas domestik melalui anak usahanya PT Medco E & P Indonesia.

CEO PT Medco Energi Lukman Mahfoedz mengatakan, penandatanganan kontrak melalui anak usahanya PT Medco E&P tersebut dilakukan pada 21 Januari 2013 kemarin, “Dari kontrak-kontrak yang ditandatangani perseroan akan memberikan kontribusi pendapatan yang signifikan kepada pemerintah dan tingkat keuntungan yang lebih besar bagi pemegang saham." jelasnya.

Menurut dia, PT Pertamina Medco Tomori Sulawesi, sebagai operator dari wilayah kerja Blok PSC Senoro – Toili di Sulawesi Tengah, akan memasok gas ke pabrik ammonia milik PAU sebanyak 55 MMSCF per hari dengan harga gas yang diindeks pada harga ammonia internasional.

Periode kontrak penjualan gas adalah dari 2015 hingga 2027. Adapun harga ammonia di bulan Desember 2012 tercatat sekitar US$720 per ton, maka PAU akan membeli gas pada harga US$8,44/MMBTU.

Untuk proyek Senoro Upstream, menurut dia, saat ini sedang dikembangkan dengan target siap memasok gas ke kilang Donggi Senoro LNG di akhir 2014 dan PAU di kuartal pertama 2015. "Total nilai kontrak PAU diperkirakan lebih dari US$ 2,6 miliar, di mana bagian pemerintah sekitar US$1,3 miliar dan kontraktor PSC Senoro sekitar US$820 juta." ujarnya.

Adapun untuk kontrak dengan PGN dan MEPPOGEN yang diamandemen mencakup harga gas baru dan tambahan volume penjualan gas. Harga gas baru yang disetujui oleh PGN adalah US$7,11/MMBTU untuk tahun 2013, naik dari sebelumnya US$4,69/MMBTU, dengan faktor eskalasi 3% per tahun.

Saat ini pasokan gas ke PGN sebesar 20 BBTU per hari dan akan tetap sama tetapi volume Total Jumlah Kontrak naik 50% menjadi 41.900 BBTU. Kontrak penjualan gas yang diamandemen dengan MEPPOGEN memberikan penambahan jumlah penjualan gas menjadi 17,3 BBTU per hari dengan harga US$6,5/MMBTU (naik dari USD 2,3/MMBTU).

Untuk tambahan volume baru ini, kata dia, didapatkan dari gas yang dihasilkan di Blok PSC South & Central Sumatra yang akan digunakan untuk membangkitkan listrik untuk keperluan domestik. Dari dua kontrak amandemen ini, perseroan memperkirakan mendapatkan tambahan bagi hasil di atas US$21 juta.

Target Pendapatan

Sebelumnya, Lukman mengatakan dengan adanya sejumlah kontrak dan proyek yang digarap dari domestik dan luar negeri, perseroan mengharapkan dapat mencatatkan pendapatan tumbuh 10% pada 2013.

Sedangkan Ebitda sekitar US$320 juta pada 2013, “Pertumbuhan pendapatan itu akan berasal dari batu bara dan gas. Kami akan mengadakan negosiasi harga gas yang lebih baik. Produksi pun kami akan genjot di Yaman dan Oman,” jelasnya.

Disebutkan, perseroan sedang mengembangkan proyek Libya 47 pada Januari 2013. Dari 22 sumur eksplorasi di Libya yang berhasil dilakukan ada 18 sumur. Selain itu, perseroan juga sedang menunggu persetujuan akhir dari pemerintah untuk proyek Sarulla dan Ijen. Proyek Sarulla dapat direalisasikan pada 2016 yang dinilai memiliki kapasitas mencapai 330 MW dan merupakan yang terbesar untuk geothermal.

Di samping beberapa proyek tersebut, perseroan juga berencana untuk merampungkan divestasi saham anak usaha, PT Medco Ethanol Lampung pada 2013. Perseroan akan melepas aset anak usaha untuk fokus mengembangkan proyek di minyak dan gas. (lia)

BERITA TERKAIT

Industri Kaca Lembaran Tambah Kapasitas Jadi 1,34 Juta Ton

  NERACA Jakarta – Industri kaca lembaran mengalami peningkatan kapasitas produksi seiring adanya perluasan usaha dari salah satu produsen guna…

Bappenas: Unicorn Mendatangkan Dana Masuk ke RI

Jakarta-Menteri PPN/Kepala Bappenas Prof Dr. Bambang PS Brodjonegoro mengatakan, keberadaan unicorn justru membuat dana masuk ke dalam negeri. Sebab, para…

Lepas 33,07% Saham Ke Publik - Wahana Interfood Bidik Dana IPO Rp 33 Miliar

NERACA Jakarta – Kembangkan ekspansi bisnisnya lebih pesat lagi, PT Wahana Interfood Nusantara bakal mencari pendanaan di pasar modal dengan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

PPRO Berikan Kran Air Siap Minum di Semarang

Sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) pada lingkungan, PT PP Properti Tbk (PPRO) bersama…

Tawarkan IPO Rp 178 -198 Persaham - Interfood Bidik Kapasitas Produksi 10.600 Ton

NERACA Jakarta –Perusahaan produsen cokelat, PT Wahana Interfood Nusantara menawarkan harga penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO)…

Mandom Targetkan Penjualan Tumbuh 10%

Sepanjang tahun 2019, PT Mandom Indonesia Tbk (TCID) membidik pertumbuhan penjualan sebesar 5% hingga 10%. Hal itu ditopang pertumbuhan penjualan…