BSD Siapkan Capex Rp 3 Triliun di 2013 - Kembangkan Proyek Kawasan

NERACA

Jakarta – Dalam rangka pembebasan lahan dan pembangunan infrastruktur, PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sekitar Rp2,5 triliun sampai dengan Rp3 triliun pada tahun 2013.

Direktur dan Corporate Secretary BSD, Hermawan Wijaya mengatakan, sumber dana belanja modal yang dianggarkan berasal dari kas internal, “Belanja modal tersebut akan digunakan digunakan untuk pembangunan infrastruktur dan sisanya untuk pembebasan lahan seluas 5.000 hektar,”katanya di Jakarta, kemarin.

Menurutnya, belanja modal tahun ini meningkat dibandingkan dengan tahun lalu sebesar Rp 2 triliun. Saat ini, lanjutnya, perseroan memiliki landbank konsolidasi seluas 6.000 hektar, dan saat ini baru 5.000 hektar dan sisanya 1.000 hektar.

Sebagai informasi, perseroan telah mengeluarkan obligasi sekitar Rp3 triliun, dan yang sudah dikeluarkan sekitar Rp1 triliun sedangkan sisa penawaran obligasi berkelanjutan masih sekira Rp 2 triliun. "Kita lihat saja kondisi pasar kalau memungkinkan maka akan dikeluarkan sisa obligasi tersebut mungkin bisa Rp500 miliar sampai dengan Rp1 triliun," jelasnya.

Ajak Investor Asing

Kemudian untuk pengembangan proyek, PT Bumi Serpong Damai Tbk akan bekerjasama dengan pihak asing. Diharapkan, dengan kerjasama tersebut dapat meningkatkan penjualan perseroan di tahun 2013, “Saat ini ada potensi investasi luar masuk ke perseroan. Pihaknya akan bekerjasama dengan dua investor asing, “ujar Hermawan.

Dia mengungkapkan, salah satu investor asing tersebut berasal dari Hongkong yaitu Hongkong Land membentuk joint venture dengan PT Bumi Serpong Damai Tbk. Investor asal Hongkong itu membeli lahan sekitar 65-68 hektar di Bumi Serpong Damai dengan total pembelian sekitar Rp1,3 triliun-Rp1,4 triliun.

Disebutkan, dalam joint venture itu, Hermawan mengatakan pihaknya memiliki saham sebesar 51% dan sisanya Hongkong Land, “Joint venture itu akan membangun perumahan di kawasan Bumi Serpong Damai. Pembangunan. Proyek akan dilakukan pada akhir Desember 2013,”ungkapnya.

Sementara itu, kerjasama dengan pihak asing lain, Hermawan belum dapat menjelaskan lebih detil mengenai investor asing yang tersebut. Namun, investor asing tersebut juga akan membeli sekitar 10 hektar lahan di kawasan Bumi Serpong Damai.

Hermawan menuturkan, komposisi saham pemegang saham dalam proyek itu, PT Bumi Serpong Damai memiliki saham 33% dan sisa sahamnya dimiliki oleh investor asing. "Kami akan membangun proyek mixed used dengan investor asing itu," kata Hermawan.

Dengan dua kerjasama dengan pihak asing tersebut pada 2013, Hermawaman menuturkan, penjualan pemasaran BSD naik menjadi Rp7 triliun pada 2013 dari posisi 2012 di level Rp4,28 triliun. Selain itu, perseroan mengharapkan laba bersih mencapai Rp2 triliun pada 2013 dari target 2012 sekitar Rp1,1 triliun. Penjualan 2013 diharapkan dapat naik 22%-25%. (bani)

BERITA TERKAIT

Pemprov Banten Sebut Kawasan Anyer Sudah Aman Dikunjungi

Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Pariwisata menyatakan bahwa kawasan wisata di Pantai Anyer dan sekitarnya telah aman dikunjungi pasca tsunami…

Pollux Properti Tunjuk Kontraktor Utama Gangnam District - Kontrak Senilai Rp2 Triliun

Pollux Properti Tunjuk Kontraktor Utama Gangnam District Kontrak Senilai Rp2 Triliun NERACA Jakarta - Salah satu proyek properti multi fungsi…

Pollux Properti Tunjuk Kontraktor Utama Gangnam District - Kontrak Senilai Rp2 Triliun

Pollux Properti Tunjuk Kontraktor Utama Gangnam District Kontrak Senilai Rp2 Triliun NERACA Jakarta - Salah satu proyek properti multi fungsi…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Fajar Surya Wisesa Melesat 136,1%

Sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,405 triliun atau naik 136,1% dibanding periode…

Lagi, Comforta Raih Top Brand Award

Di awal tahun 2019 ini, Comforta Spring Bed kembali meraih penghargaan Top Brand Award. Dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin,…

BPD Bank Kalsel Rencanakan IPO di 2020

Bila tidak ada aral melintang, Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kalimantan Selatan atau Bank Kalsel rencanakan melakukan penawaran umum saham perdana…